8 Karya Ulama Al-Azhar yang Mengupas Keistimewaan Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan keutamaan. Para ulama Al-Azhar telah menulis banyak karya tentang bulan Ramadan dan puasa, yang mencakup berbagai aspek seperti keutamaan puasa, tata cara puasa, dan faedah puasa. Dalam tulisan ini, kita akan membahas delapan karya ulama Al-Azhar tentang bulan Ramadan dan puasa. Namun, sebelum mengulas pembahasan inti, kita perlu mengenal sejumlah kitab tentang keutamaan bulan Ramadan yang muncul sebelum lahirnya karya-karya ulama Al-Azhar.
Pada abad ke-3 H, lahir kitab Fadha'il Ramadhan karya Syekh Ibnu Abi ad-Dunya (w. 281 H), yang telah diterbitkan oleh penerbit Dar As-Salaf, Riyadh. Pada abad ke-4 H, muncul kitab dengan judul yang sama karya Abu Al-Qasim Ath-Thabarani (w. 360 H), Abu Al-Laits As-Samarqandi (w. 375 H), dan Abu Hafsh Ibnu Syahin (w. 385 H). Kitab terakhir ini telah diterbitkan oleh Dar Ibnu Al-Atsir, Kuwait. Pada abad ke-5 H, muncul kitab dengan judul yang sedikit berbeda tetapi memiliki esensi yang sama, yang ditulis oleh Syekh Abu Muhammad Al-Jauhari (w. 454 H) dan Syekh Abu Bakar Ibnu Fanjuyah (w. 478 H). Kitab pertama telah diterbitkan oleh Dar Al-Fadhilah, Aljazair.
Selanjutnya, pada abad ke-6 H, lahir kitab Fadha'il Ramadhan karya Syekh Abu Al-Qasim Ibnu ‘Asakir (w. 571 H) dan Syekh Abdulghani Al-Maqdisi (w. 600 H), yang telah diterbitkan oleh Dar Ibnu Hazm. Pada abad ke-7 H, muncul kitab karya Syekh Abdushshamad Ibnu ‘Asakir (w. 686 H), yang telah diterbitkan oleh Dar Ibnu Affan. Pada abad ke-8 H, belum ditemukan kitab khusus yang membahas tema ini. Namun, Syekh Ibnu Rajab (w. 795 H) dalam kitab Latha’if Al-Ma’arif menjelaskan keutamaan bulan Ramadan dan amalan yang perlu dijalankan. Pembahasan ini kemudian dipisahkan dari isi keseluruhan kitab menjadi Wadha'if Ramadhan Mulakhkhashah min Latha'if al-Ma’arif karya Syekh Ibnu Rajab Al-Hanbali (w. 795 H), yang diringkas oleh Syekh Abdurrahman bin Muhammad bin Qasim.
※ Makna Setan Dibelenggu Saat Ramadan
Pada abad ke-9 H, lahir kitab berjudul Juz'un fi Shiyam Ramadhan karya Syekh Ibnu Al-Mulaqqin (w. 804 H). Secara judul, kitab ini sedikit berbeda dari kitab-kitab sebelumnya karena lebih menyoroti aspek puasa (shiyam). Meskipun demikian, terdapat banyak kesamaan dalam isi dan cara penyajiannya. Kitab ini masih berupa manuskrip dan menyajikan hadis beserta sanadnya dari pengarang hingga Rasulullah SAW, sebagaimana kitab-kitab sebelumnya. Sementara itu, Latha'if Al-Ma’arif karya Syekh Ibnu Rajab tidak menyertakan sanad dalam penyajian hadis.
Pada abad ke-10 H, lahir dua kitab karya guru dan murid, yaitu Syekh Abulhasan Al-Bakri (w. 952 H) dan Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami (w. 974 H). Karya Al-Bakri berjudul I’lam Al-Anam bi Fadha'ili Ash-Shiyam, sementara karya Ibnu Hajar Al-Haitami berjudul Ithaf Ahl Al-Islam bi Khushushiyyah Ash-Shiyam. Jika melihat judulnya, kedua kitab ini memiliki kemiripan dengan karya Syekh Ibnu Al-Mulaqqin yang mencantumkan istilah Shiyam dalam judulnya. Namun, cara penyajian kedua kitab ini lebih mirip dengan Latha'if Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab karena tidak hanya memuat hadis, tetapi juga berisi penjelasan tambahan. Hal ini berbeda dari kitab-kitab sebelumnya yang hanya menyebutkan hadis beserta sanadnya.
Selain I’lam Al-Anam, Syekh Abulhasan Al-Bakri juga menulis kitab bertema Ramadan berjudul Imtinan Ar-Rahman ‘ala ‘Ibadihi fi Ramadhan. Kitab ini berisi 40 hadis pilihan yang berkaitan dengan bulan Ramadan. Kitab Arba’in semacam ini juga ditulis oleh Syekh Muhammad Al-Fasyni dengan judul Arba’una Haditsan fi Fadha'ili Ramadhan dan Syekh Mas’ud Al-Bakri dengan judul yang sama. Kitab karya Al-Fasyni kemudian diberi syarah oleh Syekh Ahmad bin Ali Asy-Syafi’i (w. setelah 1198 H) dengan judul Ad-Durar Al-Hisan bi Fadha'ili Syahr Ramadhan. Kitab-kitab ini masih berupa manuskrip dan tersimpan di sejumlah perpustakaan, termasuk Perpustakaan Umum Al-Azhar.
Jika melihat kronologi penulisan kitab-kitab di atas, dapat disimpulkan bahwa sejak abad ke-9 H atau bahkan abad ke-8 H, ulama Al-Azhar telah menulis kitab khusus bertema Ramadan dan puasa. Salah satu ulama Al-Azhar yang pertama kali menulis dalam tema ini adalah Syekh Ibnu Al-Mulaqqin (723-804 H), yang merupakan murid dari Syekh Taqiyuddin As-Subki (w. 756 H) dan Syekh Jamaluddin Al-Isnawi (w. 772 H). Meskipun kitab karya Syekh Ibnu Al-Mulaqqin, Syekh Abulhasan Al-Bakri, dan Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami masuk dalam daftar karya ulama Al-Azhar, kitab-kitab tersebut tidak dimasukkan dalam daftar delapan kitab utama yang dibahas dalam tulisan ini karena delapan kitab yang dipilih memiliki keterkaitan lebih erat satu sama lain.
8 Karya Ulama Al-Azhar Tentang Bulan Ramadan dan Puasa
- Fadha'il Ramadhan karya Syekh Nuruddin Ali Al-Ujhuri (w. 1066 H)
Kitab ini berbentuk nazam yang terdiri dari sekitar 250 bait, menjadikannya unik di antara sekian banyak kitab bertema serupa. Syekh al-Ujhuri menyajikan intisari hadis-hadis tentang keutamaan bulan Ramadan dalam bentuk nazam dengan bahasa yang mudah dipahami. Selain memiliki gaya bahasa yang ringan, kitab ini juga mencakup pembahasan yang cukup luas. Karena keistimewaannya, kitab ini mendapat sambutan luas dari para ulama, yang kemudian menjadikannya bahan ajar. Hal ini mendorong lahirnya berbagai kitab syarah dan hasyiah yang memberikan penjelasan lebih lanjut atas nazam tersebut. - Syarh Fadha'il Ramadhan karya Syekh Nuruddin Ali Al-Ujhuri
Kitab syarah ini ditulis langsung oleh penggubah nazamnya, Syekh Ali Al-Ujhuri. Sebelum menjelaskan nazam, beliau terlebih dahulu menafsirkan ayat-ayat puasa dalam Surah Al-Baqarah, yakni ayat 183 hingga 187. Tafsir lima ayat ini disajikan dengan cukup panjang dan merujuk pada berbagai kitab tafsir, hadis, bahasa, ilmu kalam, serta fikih. Pendekatan ini memperkaya pemahaman terhadap tema puasa sebelum masuk ke pembahasan utama kitab. Metode serupa juga digunakan oleh Syekh Abulhasan Al-Bakri dalam I’lam Al-Anam. - Jazil Al-In’am bi Fadha'il Syahri Ramadhan karya Syekh Abdulmu’thi bin Salim As-Simillawi Asy-Syafi’i (w. 1127 H)
Kitab ini merupakan syarah kedua yang ditulis oleh Syekh As-Simillawi atas nazam Fadha'il Ramadhan karya Syekh Nuruddin Al-Ujhuri. Dalam mukadimah manuskripnya, beliau menyebutkan bahwa kitab ini adalah syarah kedua yang tipis (Syarhun Tsanin Lathif). Pernyataan ini menunjukkan bahwa sebelumnya beliau telah menulis syarah yang lebih tebal terhadap nazam tersebut. - Hasyiyah Al-Bilbisi ‘ala Fadha'il Ramadhan karya Syekh Ismail bin Abdurrahman Al-Bilbisi Asy-Syafi’i Al-Ahmadi (w. setelah 1179 H).
Awalnya, materi dalam hasyiyah ini merupakan catatan pinggir yang terdapat pada naskah Syarh Al-Ujhuri ‘ala Fadha'il Ramadhan milik gurunya, Syekh Hasan Al-Madabighi (w. 1170 H). Kemudian, Syekh Al-Bilbisi menulis ulang catatan-catatan tersebut dan memisahkannya dari teks kitab utama (tajrid). Selain itu, beliau juga menambahkan berbagai keterangan dari gurunya yang diperoleh saat mengkaji kitab tersebut. - Hasyiyah Al-Jamal ‘ala Syarh Al-Ujhuri ‘ala Fadha'il Ramadhan karya Syekh Sulaiman bin Umar Al-Jamal Al-‘Ujaili Asy-Syafi’i (w. 1204 H)
Hasyiyah ini merupakan hasil tajrid dari catatan pinggir Syekh Hasan Al-Madabighi, sebagaimana Hasyiyah Al-Bilbisi di atas. Namun, Syekh Sulaiman Al-Jamal memperluas pembahasannya dengan menambahkan penjelasan dari Syekh ‘Athiyyah Al-Ujhuri (w. 1190 H). Selain itu, beliau juga memperkaya isi kitab dengan tambahan materi yang disarikan dari berbagai kitab tafsir, hadis, fikih, dan bahasa. - Taqyidat Al-Quhafi ‘ala Fadha'il Ramadhan li Al-Ujhuri karya Syekh Muhammad bin Ali Al-Quhafi Asy-Syafi’i Asy-Syadzuli (w. setelah 1232 H)
Kitab ini merupakan salah satu penjelasan atas nazam Fadha'il Ramadhan karya Syekh Nuruddin Al-Ujhuri, sebagaimana beberapa kitab sebelumnya. Dalam karyanya, Syekh Al-Quhafi mengumpulkan berbagai keterangan yang terdapat dalam syarh Syekh Nuruddin Al-Ujhuri, syarh Syekh As-Simillawi, Hasyiyah Al-Jamal, serta kitab-kitab lainnya. - Hasyiyah As-Saqqa ‘ala Fadha'il Ramadhan li Al-Ujhuri karya Syekh Ibrahim bin Ali As-Saqqa (w. 1298 H)
Kitab hasyiyah ini menghimpun berbagai keterangan dari sejumlah kitab, seperti Tafsir Al-Baidhawi beserta Hasyiyah Syihabuddin Al-Khafaji, serta karya Syekhul-Azhar Abdullah Asy-Syarqawi dan Syekh Sulaiman Al-Jamal. Hal ini dijelaskan oleh penulis dalam mukadimah kitabnya. - Fath Ar-Rahman bi Syarh Fadha'il Ramadhan karya Syekh Ahmad bin Muhammad Al-Habrawi (w. 1224 H)
Dalam mukadimahnya, Syekh al-Habrawi menjelaskan bahwa nazam karya Syekh Al-Ujhuri menghimpun banyak keutamaan bulan Ramadan. Selain itu, beliau juga menambahkan pembahasan tentang hal-hal yang dapat melebur dosa serta faedah-faedah lainnya. Faktor inilah yang mendorong Syekh Al-Habrawi untuk menulis syarah atas nazam tersebut. Sebelum memulai syarahnya, beliau terlebih dahulu menafsirkan ayat-ayat puasa, sebagaimana yang dilakukan oleh pengarang nazam dalam syarahnya.
Sebagian besar kitab di atas masih berupa manuskrip. Kitab yang telah diterbitkan sejauh ini adalah Mandzumah Fadha'il Ramadhan karya Syekh Nuruddin Al-Ujhuri beserta Syarah-nya serta Hasyiyah As-Saqqa ‘ala Fadha'il Ramadhan. Semoga kitab-kitab lainnya segera diterbitkan agar dapat diakses oleh lebih banyak kalangan.
Membahas delapan karya ulama Al-Azhar tentang bulan Ramadan dan puasa menegaskan betapa kaya dan luasnya khazanah keilmuan Islam. Karya-karya ini menjadi bukti warisan intelektual yang mendalam dalam memahami keutamaan Ramadan. Semoga tulisan ini dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita untuk terus mempelajari serta mengembangkan khazanah keilmuan Islam.