Al-'Athafi, Pembesar Syafi'iyyah Al-Azhar yang Jarang Diketahui Orang
Ia adalah alim nan alamah Syekh Abu An-Nun Yunus bin Musa bin Muhammad Al-‘Athafi Asy-Syafi’i Al-Azhari. Tidak diketahui dari mana beliau berasal. Termasuk belum ditemukan biografi yang menyebutkan apakah nisbat Al-‘Athafi yang melekat pada namanya adalah nisbat kepada daerah 'Athaf, Al-Mahallah Al-Kubra, Provinsi Al-Gharbiyyah atau nisbat kepada hal lainnya. Sebagaimana tidak diketahui dari mana beliau berasal, tidak diketahui pula di mana beliau dilahirkan dan tanggal berapa.
Kisah hidup Syekh Yunus Al-‘Athafi sangat minim sekali. Hingga saat ini, penulis hanya mendapatkan sumber yang menceritakan tentang beliau di dua kitab karangan Syekh Ahmad bin Muhammad Ash-Shiddiq Al-Ghumari; Al-Bahr Al-‘Amiq fi Marwiyat Ibnu Ash-Shiddiq dan Al-Mu’jam Al-Wajiz li Al-Mustajiz. Itu pun sangat minim. Dua kitab ini dinukil kembali oleh Haiah Kibar Al-‘Ulama fi Siyari A’lamiha Al-Qudama dengan beberapa tambahan lain dari arsip lama Haiah Kibar Al-'Ulama yang tersimpan di Al-Azhar.
Muridnya, Syekh Ahmad Al-Ghumari menuturkan bahwasanya Syekh Yunus Al-‘Athafi belajar kepada Syekh Burhanuddin As-Saqqa, Syekh ‘Ilisy Al-Kabir, Syekh Syamsuddin Al-Anbabi, Syekh Muhammad Al-Usymuni, dan Syekh Hasan Al-‘Idwi Al-Hamzawi.
Masa Khidmah
Tidak diketahui apa saja yang Syekh Yunus Al-‘Athafi lakukan dan kerjakan setelah menyelesaikan masa belajarnya. Namun, boleh jadi beliau mengabdikan dirinya untuk mengajar di Al-Azhar. Hal ini bisa dilihat ketika beliau dinobatkan menjadi anggota Haiah Kibar Ulama Al-Azhar kelak. Sangat kecil kemungkinan anggota tersebut tidak banyak berkiprah dalam kemajuan Al-Azhar ketika masa mudanya. Syekh Ahmad Al-Ghumari sampai berkata bahwa Syekh Yunus Al-‘Athafi adalah salah satu pembesar ulama Al-Azhar (di masa tersebut).
Dari beberapa arsip Haiah Kibar Al-'Ulama yang ada dalam kitab Haiah Kibar Al-‘Ulama fi Siyari A’lamiha Al-Qudama dapat dikatakan bahwa beliau sebelumnya sibuk dalam mengajar dan alim dalam berbagai fan keilmuan. Hal ini bisa terlihat dari beberapa rekaman arsip berikut:
- Selasa, 14 Zulkaidah 1334 H (12 September 1916 M), beliau mendapat mandat untuk mengajar kitab fikih Syafi’i di Zawiyah Syekh ‘Ilisy;
- Rabu, 10 Muharam 1337 H (16 Oktober 1918 M), beliau mendapat mandat mengajar kitab Kubra As-Sanusi (tauhid) di Masjid Al-Azhar;
- Tahun 1339 H (1920 M), beliau bersama Syekh Muhammad Syakir, mereka berdua dimandatkan untuk mengajar kitab hadis;
- Selasa, 12 Safar 1341 H (3 Oktober 1922 M), bersama Syekh Mushthafa Al-Hahyawi dan Syekh Muhammad Rasyid, mereka bertiga dimandatkan untuk mengajar bahasa Arab, seperti nahwu, sharaf, balaghah, dan lainnya.
Dari beberapa hal di atas, kemungkinan bahwa beliau mengajar tepat setelah menamatkan masa pembelajarannya menjadi kuat. Karena sangat kecil kemungkinan beliau tiba-tiba terjun mengajar usai resmi menjadi anggota Haiah Kibar 'Ulama Al-Azhar namun beliau belum pernah berkecimpung dalam dunia ajar-mengajar.
Peran di Al-Azhar
Masih dari arsip yang tersimpan di Haiah Kibar Al-'Ulama, Syekh Yunus Al-‘Athafi mendapat amanah sebagai ketua lajnah ujian Syahadah Al-‘Alimiyyah bagi pelajar Al-Azhar pada hari Senin, 11 Jumadilawal 1330 H (29 April 1912 M). Turut dinobatkan sebagai pendamping beliau adalah Syekh Muhammad Qandil Al-Hilali, Syekh Abdulmu’thi Asy-Syarsyimi, Syekh Abdulhakam ‘Atha, dan Syekh Ad-Dusuqi Al-‘Arabi.
Akhir Hayat
Setelah menghibahkan hidupnya di Al-Azhar, Syekh Yunus Al-‘Athafi akhirnya menutup mata pada tanggal 6 Rabiulakhir 1347 H (20 September 1928 M) sebagaimana yang termaktub di papan nama depan pintu makam beliau. Adapun menurut riwayat Syekh Ahmad Al-Ghumari, sang guru wafat pada tahun 1346 H (1927 M). Bisa jadi ini adalah kealpaan dari Syekh Ahmad Al-Ghumari. Hanya saja, hal ini dinukil kembali dalam kitab Haiah Kibar Al-‘Ulama fi Siyari A’lamiha Al-Qudama dan ini patut diralat.
Makam beliau terletak di Qarafah Mamalik, Kairo, bersampingan dengan pemakaman Syekhul-Azhar Hassunah An-Nawawi di sebelah barat. Lebih mudahnya, makam beliau berdekatan dengan Akademi Al-‘Asyirah Al-Muhammadiyyah.