Al-Azhar Asy-Syarif Kecam Keras Upaya Pendudukan Penuh Gaza
TAWAZUN.ID — Al-Azhar secara tegas mengecam keputusan untuk menduduki (mencaplok) penuh Gaza dan menguasai sepenuhnya wilayah Gaza secara brutal. Al-Azhar menegaskan bahwa keputusan yang zalim itu merupakan bukti yang tak terbantahkan bahwa pendudukan itu merupakan upaya menghapus Palestina dari peta dunia, menghapus jejak Palestina dari peta dunia dan menelan sisa wilayahnya dengan kekuatan senjata maupun teror kekerasan.
Al-Azhar juga menegaskan bahwa keputusan yang tidak adil itu merupakan noda yang tak terhapuskan di dahi lembaga-lembaga internasional yang tidak mampu menangani kejahatan Zionis ini. Al-Azhar menuntut agar kebijakan pendudukan yang tragis yang didasarkan pada kesombongan dan kekerasan Zionis itu dihentikan, merendahkan rakyat dan mengabaikan semua perjanjian, hukum, dan keputusan PBB, serta bersikeras untuk melakukan lebih banyak pembantaian dan pelanggaran terhadap rakyat Palestina sebagai pemilik sah tanah tersebut.
Untuk diketahui, eskalasi konflik di Gaza meningkat pesat baru-baru usai pernyataan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Jumat (8/8/2025) kemarin viral yang mengatakan bahwa Israel berencana untuk menegaskan otoritas militernya atas seluruh Jalur Gaza secara penuh.
Rencana Benjamin Netanyahu "caplok" seluruh Gaza, akhirnya tetap direstui kabinet Israel, Jumat (8/8/2025), setelah rapat panjang selama 10 jam. Namun, rencana Netanyahu untuk menduduki Gaza sepenuhnya itu telah memecah belah Israel. Dari politisi, panglima militer hingga rakyat Israel sendiri telah menyuarakan penolakan. Oposisi Israel bahkan menilai rencana itu bisa jadi bencana bagi Israel.Dunia juga mengecam niat Netanyahu. Para analis pun menilai bahwa rencana pendudukan Israel terhadap Gaza, yang mengarah pada pengusiran paksa warga Palestina itu, akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza.
Di sisi lain, upaya Netanyahu untuk menduduki Gaza sepenuhnya itu juga memecah belah Israel. Dari politisi, panglima militer hingga rakyat Israel sendiri telah menyuarakan penolakan. Oposisi Israel bahkan menilai rencana itu bisa jadi bencana bagi Israel. Para analis pun menilai bahwa rencana pendudukan Israel terhadap Gaza mengarah pada pengusiran paksa warga Palestina yang akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza.
Namun, dalam pernyataan terbarunya, Israel dengan tegas menolak kritik dan kecaman keras dari para pemimpin dunia. Menteri Pertahanan Israel, Katz secara tegas mengatakan bahwa negara-negara yang mengutuk Israel dan mengancam akan memberlakukan sanksi tidak akan melemahkan tekad Israel. "Musuh-musuh kami akan menemukan kami sebagai satu kepalan tangan yang kuat dan bersatu, yang akan menghantam mereka dengan kekuatan besar," tandas Katz dalam keterangannya.
Karena hal itu, Al-Azhar menyerukan perlunya semua bersatu padu, segala upaya bangsa Arab, umat Islam, dan masyarakat internasional, supaya mengintensifkan semua bentuk tekanan politik, diplomatik, begitu juga hukum untuk menghentikan tragedi sejarah besar ini, menghentikan kekacauan yang belum pernah dikenal dalam sejarah kemanusiaan dan berdiri teguh menghadapi upaya penjajah untuk menyeret seluruh kawasan Palestina ke dalam kekacauan dan kehancuran.