Al-Azhar dan Ain Shams Teken Kerja Sama Strategis untuk Dukung Pembangunan Berkelanjutan
TAWAZUN.ID — Universitas Al-Azhar dan Universitas Ain Shams menandatangani protokol kerja sama dalam rangka mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Mesir 2030. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Syekhul-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, dan Menteri Pendidikan Tinggi dan Riset Ilmiah Mesir Prof. Dr. Muhammad Ayman Ashour, dalam pertemuan resmi di kantor pusat Masyakhah Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Turut hadir dalam acara ini Wakilul-Azhar Prof. Dr. Muhammad Adh-Dhuwaini, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Dawud, dan Rektor Universitas Ain Shams Prof. Dr. Muhammad Dhia Zainul Abidin.
Kerja sama strategis ini dilandasi oleh semangat kolaborasi lintas lembaga pendidikan tinggi untuk memperkuat peran universitas dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat. Secara khusus, kerja sama ini selaras dengan strategi nasional Mesir untuk pendidikan tinggi dan riset ilmiah yang telah diluncurkan sejak Maret 2023.
Salah satu fokus utama dalam protokol ini adalah membangun sinergi antara dunia akademik dan sektor industri. Hal ini diwujudkan melalui pengembangan program pelatihan dalam kerangka inisiatif Hayah Karimah (Kehidupan Layak), yang menyasar masyarakat sipil, terutama di daerah-daerah pedesaan yang kurang terlayani.
Program ini juga mencakup peningkatan kapasitas kepemimpinan masyarakat, termasuk perempuan di pedesaan, serta penyusunan panduan praktik lapangan terkait pembangunan berkelanjutan di wilayah rural. Panduan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemuda, keluarga, dan para relawan dari kalangan mahasiswa di kedua universitas.
Lebih dari itu, kerja sama ini akan melibatkan pelaksanaan riset nasional berskala besar di sejumlah desa sebagai model pengembangan berbasis data dan partisipatif.
※ Langkah Strategis Al-Azhar Melawan Terorisme
Langkah ini menegaskan peran Al-Azhar dan Ain Shams sebagai dua pilar penting dalam lanskap pendidikan tinggi Mesir, yang tidak hanya mengusung ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan sosial. Al-Azhar, sebagai lembaga keilmuan Islam yang telah berabad-abad mengakar, menunjukkan bahwa keberpihakan terhadap masyarakat rentan merupakan bagian integral dari visi pendidikannya.