Al-Azhar Gelar Konferensi Bertema Pembangunan Berkelanjutan
TAWAZUN.ID — Fakultas Usuludin, Universitas Al-Azhar, Kairo kembali mengadakan konferensi ilmiah internasional dengan tema “Pembangunan Berkelanjutan dalam Pemikiran Islam” (At-Tanmiyyah Al-Mustadamah fi Al-Fikr Al-Islami). Acara yang dibuka pada hari Sabtu (19/03/2022) ini adalah konferensi yang ketiga, setelah sebelumnya mengadakan konferensi pertama dengan tema “Membaca Turats Islam: antara Standar Pemahaman dan Fantasi Kekeliruan” (Qiraah At-Turats Al-Islami baina Dhawabith Al-Fahm wa Syathahat Al-Wahm) dan konferensi kedua dengan tema “Membangun Manusia dalam Perspektif Islam: antara Kenyataan dan Harapan” (Bina Al-Insan fi At-Tashawwur Al-Islami baina Al-Waqi’ wa Al-Mamul).
Konferensi ilmiah internasional ini terselenggara di bawah naungan Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib (Syekhul-Azhar), Prof. Dr. Muhammad Husain Al-Mahrashawi (Rektor Universitas Al-Azhar), Prof. Dr. Mahmud Shiddiq (Wakil Rektor), dan Prof. Dr. Abdullah Muhyi ‘Azab (Dekan Fakultas Usuludin, Universitas Al-Azhar).
Dalam undangan umum yang disebar oleh akun Facebook resmi Fakultas Usuludin tertulis bahwa muktamar ini sedianya berlangsung selama dua hari, dimulai dari tanggal 19 hingga 20 Maret 2022 dan bertempat di Gedung Al-Azhar Conference Centre (ACC), Madinat Nashr, Kairo, Mesir.
Dalam rangkaian acara dua hari tersebut, sebagaimana yang tercantum di dalam buku saku yang diberikan kepada setiap peserta konferensi dikatakan bahwa terdapat dua pembagian dialog: umum dan khusus. Untuk dialog umum mencakup 7 hal: konsep dan tujuan pembangunan berkelanjutan dalam pemikiran Islam, sisi etika, sisi sosial, sisi ekonomi, sisi lingkungan, peran ulama dan cendekiawan, serta peran institut agama Islam dalam pembangunan yang kontinu itu. Adapun dialog khusus mencakup 17 hal, salah satunya seperti pembangunan berkelanjutan ditinjau dari keautentikannya dan praktiknya dalam pemikiran Islam, dari konsep, ruang lingkup, hingga tujuannya.
Konferensi internasional ini dimulai pada pukul 09.00 pagi waktu Kairo dengan pembacaan Al-Quran oleh Dr. Mahir Farmawi dan dilanjutkan dengan kata sambutan dan prakata dari Dekan Fakultas Usuludin, Prof. Dr. Abdullah Muhyi ‘Azab selaku ketua konferensi dan disusul oleh Wakil Rektor, Prof. Dr. Mahmud Shiddiq. Setelahnya, prakata disampaikan oleh sejumlah tokoh lain dari berbagai afiliasi yang ada di dalam tubuh Al-Azhar Asy-Syarif maupun pemerintah, seperti Prof. Dr. Rajiah Thaha (Ketua Badan Nasional Penjaminan Mutu Akreditasi Pendidikan Mesir), Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim (Mantan Rektor Universitas Al-Azhar dan anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar), Prof. Dr. Yusuf ‘Amir (Mantan Wakil Rektor Universitas Al-Azhar dan Ketua Komite Agama di parlemen Mesir, Majlis Asy-Syuyukh), Prof. Dr. Ali Jumu’ah (Ketua Komite Agama di Dewan Perwakilan Rakyat Mesir, Majlis An-Nuwwab), Prof. Dr. Nazhir ‘Ayyad (Sekjen Lembaga Riset Islam Al-Azhar), Prof. Dr. Syauqi ‘Allam (Mufti Agung Mesir), dan ditutup dengan prakata dari Prof. Dr. Muhammad Adh-Dhuwaini (Wakilul-Azhar) selaku perwakilan resmi dan orang paling berpengaruh nomor dua di Al-Azhar.
Setelah pembukaan secara resmi usai pada pukul 12.00 waktu Kairo, konferensi kembali dimulai dengan sesi pertama pada pukul 13.00 waktu Kairo. Sesi ini pun menandai mulainya acara inti konferensi. Sesi pertama ini diketuai langsung oleh Prof. Dr. Bakr Zaki ‘Iwadh, Prof. Dr. Muhammad Yusri Ja’far, dan Prof. Dr. Muhammad Mahmud Sarhan dengan tema "Pembangunan Berkelanjutan: Konsep, Tujuan, dan Faktor Keberhasilannya dalam Pemikiran Islam".
Sesi dialog kembali dilanjutkan menuju sesi kedua pada pukul 15.00 waktu Kairo dengan tema Sistem Islam, Kontribusi yang Sah, serta Dampaknya terhadap Pencapaian Pembangunan Berkelanjutan. Sesi terakhir di hari pertama ini diketuai oleh Prof. Dr. Muhammad Abu Zaid Al-Amir, Prof. Dr. Majdi Sablah, Prof. Dr. Abdulmun’im Fuad.
Rangkaian konferensi di hari pertama ini berakhir pada pukul 16.30 waktu Kairo dan akan dilanjutkan pada keesokan harinya dengan tiga sesi dan tema yang berbeda. Semua materi pembahasan sesi dan dialog yang ada di dalam konferensi sejak hari pertama hingga hari kedua telah dibukukan setebal 3 jilid dan dapat dibeli oleh para peserta dengan harga 400 EGP. (rul)