Al-Azhar Luncurkan Inisiatif Pelatihan Dai dengan Bahasa Isyarat
TAWAZUN.ID — Di bawah naungan Imam Akbar Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, Al-Azhar Asy-Syarif melalui Akademi Riset Islam (Majma’ Al-Buhuts Al-Islamiyyah) dan Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Pusat, bekerja sama dengan Dewan Nasional Penyandang Disabilitas Mesir, meluncurkan inisiatif pelatihan dai dan daiah menggunakan bahasa isyarat. Peluncuran ini berlangsung pada Selasa, 23 September 2025, bertepatan dengan Hari Bahasa Isyarat Internasional, di Markaz Syekh Zayed untuk Pengajaran Bahasa Arab bagi Penutur Asing di Kairo, Mesir.
Program ini dibarengi dengan peresmian platform dakwah khusus untuk penyandang tunarungu dan mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran, sebagai wujud komitmen Al-Azhar dalam memberikan akses setara terhadap ilmu agama.
Wakilul-Azhar Prof. Dr. Muhammad Adh-Dhuwaini menegaskan bahwa inisiatif ini bertujuan memperkuat komunikasi dengan kelompok difabel agar mereka dapat menerima ilmu yang bermanfaat. “Al-Azhar tidak pernah menutup mata dari perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat. Kami siap mendukung sepenuhnya agar program ini terus berjalan dan memberikan hasil nyata,” ujarnya.
Pada tahap awal, inisiatif ini akan melatih 50 dai dan daiah untuk menguasai bahasa isyarat. Prof. Adh-Dhuwaini juga menekankan komitmen Al-Azhar dalam menghadirkan juru bahasa isyarat di berbagai forum, seperti acara Ramadan, seminar, hingga siaran langsung melalui media sosial Al-Azhar.
Sementara itu, Dr. Iman Karim, Kepala Dewan Nasional Penyandang Disabilitas, mengapresiasi peran moderat Al-Azhar dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Menurutnya, inisiatif ini selaras dengan Visi Mesir 2030 serta komitmen negara pada Konvensi Internasional Hak Penyandang Disabilitas. Ia menambahkan, kelompok tunarungu mencakup sekitar 4,5% dari penyandang disabilitas di Mesir, dan program ini akan menjadi jalan penting bagi mereka untuk mengakses pengetahuan agama yang benar.
Acara peluncuran turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekjen Akademi Riset Islam Al-Azhar Syekh Prof. Dr. Muhammad Al-Jundi; Presiden Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Dawud; Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Pusat Syekh Prof. Dr. Abbas Syuman; Wakil Sekjen Akademi Riset Al-Azhar Dr. Ilham Syahin; serta para dai dan daiah.
Inisiatif ini diharapkan dapat membuka akses dakwah untuk kelompok tunarungu, menguatkan dakwah inklusif, menghadirkan kesetaraan dalam memperoleh ilmu agama, serta memperkuat pesan Islam yang moderat, rahmatan lil-‘alamin.