Bagaimana cara menggapai kecintaan Allah?

Bagaimana cara menggapai kecintaan Allah terhadap saya?

Dalam Kitab-Nya Allah taala telah berfirman:

﴿ قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ﴾ [سورة آل عمران: ٣١]

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Surah Ali ‘Imran: 31]

Ayat tersebut menunjukkan bahwa kasih sayang Allah hanya dapat digapai dengan menaati Allah dan mengikuti Rasul-Nya.

Rasulullah

Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan

di sini

Rasulullah SAW juga bersabda:

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى الله أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ سُرُوْرٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ تَكْشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوْعًا، وَلِأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ فِيْ حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِيْ هَذَا الْمَسْجِدِ (يعني مسجد المدينة) شَهْرًا، وَمَنْ كَظُمَ غَيْظَهُ وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ؛ مَلَأَ الله قَلْبَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رِضًا، وَمَنْ مَشَى مَعَ أَخِيْهِ فِيْ حَاجَةٍ حَتَّى يَقْضِيَهَا لَهُ؛ ثَبَّتَ الله قَدَمَيْهِ يَوْمَ تَزُوْلُ الْأَقْدَامُ

“Sesungguhnya manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Amal yang paling dicintai Allah azza wa jalla adalah kebahagiaan yang kamu berikan kepada sesama muslim; meringankan bebannya, melunasi hutangnya, atau menghilangkan laparnya. Sungguh, bagiku berjalan bersama saudara yang membutuhkan lebih aku sukai dari pada beriktikaf di masjid ini (maksudnya Masjid Madinah) selama sebulan. Barang siapa yang mampu menahan amarahnya--jika ia mampu menghilangkannya, lebih baik ia hilangkan--, Allah akan meneguhkan kedua kakinya pada hari kiamat kelak.” [HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath]

Singkatnya, wahai anakku, jika kamu mencintai Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang saleh; menjalankan kewajibanmu, menghormati orang tuamu, memberi manfaat kepada orang lain, menjauhkan mereka dari keburukanmu, bersabar terhadap laku mereka, serta menjauhi perbuatan dosa dan jahat, niscaya Allah taala juga akan mencintaimu.


💡
Artikel FATWA ini diterjemahkan dari buku Syekh Ahmad Ath-Thayyib berjudul Al-Athfal Yas'alun Al-Imam, oleh Amirul Mukminin