Bagaimana Ulama Dapat Menghasilkan Banyak Karya dalam Umur Pendeknya?
Ulama-ulama terdahulu banyak sekali menghasilkan karya. Padahal jika dibanding dengan total umurnya, tentu hal itu sulit dilakukan. Di sini Syekh Ahmad Thaha Rayyan menjelaskan rahasia hal tersebut dan menasihati para penuntut ilmu agar menirunya.
Transkrip video terjemah pengajian Syekh Ahmad Thaha Rayyan
Dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan pada manusia yang diutus menjadi rahmat alam, Sayidina Muhammad dan seluruh keluarga dan sahabatnya.
Kita mulai pelajaran hari ini dengan sebuah nasihat pendek. Saya harap kalian dapat mengambil manfaat darinya. Insya Allah.
Orang yang akan kita pelajari amaliahnya ini adalah Imam Waliyullah Ad-Dahlawi. Ketika kalian hitung,umurnya 61 atau 62 tahun. Kemudian kalian perhatikan amal-amalnya yang ia lakukan dalam umurnya yang panjang ini. Ia mengarang 100 kitab. Di antaranya adalah kitab yang besar seperti kitab Hujjatullah Al-Balighah.
Kemudian, ia mempelajari semua ilmu baik agama atau dunia, seperti ilmu falak dan matematika. Ia juga menjalankan perannya dalam memperbaiki kondisi sosial, membuat lembaga sosial. Lalu, ia juga mengajar. Menjadi bagian dari pemerintahan. Ia menjadi pemimpin dalam pemerintahan tersebut. Bagaimana ini ia kerjakan dalam waktu 60 tahun?
Ini adalah nasihat mulia yang harus kalian ambil manfaatnya.
Umurnya tersebut ia habiskan seluruhnya dalam beramal.
Permasalahan kita atau permasalahan kaum muslimin adalah pada saat mereka sehat dan luang, waktutersia-siakan. Sebagian besarnya tersia-siakan.
Tersia-siakan untuk apa? Untuk duduk-duduk yang lama.
Tersia-siakan untuk pertandingan sepak bola.
Tersia-siakan untuk membaca koran.
Tersia-siakan untuk menonton televisi.
Tersia-siakan untuk duduk di kafe.
Semua waktu ini, kalian bertanggung jawab atasnya...
bertanggung jawab atas setiap detiknya.
Karenanya Al-Mushthafa (Nabi Muhammad) SAW bersabda, "Terdapat dua nikmat yang banyak orang tertipu olehnya: sehat dan luang."
...sehat dan luang.
Kita, di waktu sehat, sebagian besar waktunya tersia-siakan.
Sampai orang yang sibuk dengan pekerjaan kepemerintahan pun mereka mengambil koran, mengambil sarapan, teleponnya berbunyi, bahkan di saat mereka masih (dalam jam) bekerja. Lalu, bagaimana jika di luar kerja?
Penuntut ilmu, apakah mereka telah menghabiskan waktunya untuk membaca dan menulis? Tidak. Jika iya, kamu telah mendapatkan banyak ilmu. Semua waktumu harusnya digunakan untuk memikirkan ilmu.
Berapa lembar kamu baca Al-Quran dalam sehari? Berapa khataman?
Bukan berapa khataman, tetapi berapa juz yang kalian baca setiap harinya?
Orang-orang terdahulu, sebagian dari mereka ada yang membaca Al-Quran, setiap hari satu khataman.Sebagian ada yang membaca dua kali khatam. Sebagian ada yang tiga kali khatam, ada yang lima kali khatam.
Bagaimana bisa? Selama kalian memanfaatkan waktu kalian, Allah Tabaraka Wa Taala akan memberkahi waktu kalian, akan memanjangkannya.
Tetapi waktu yang telah tersia-siakan oleh kita ini, saat kita masih muda, waktu saya pun telah hilang, waktu saya telah lewat, sudah terlambat.
Tetapi kalian sekarang masih di permulaan masa muda. Kalian harus benar-benar memanfaatkan setiap detik waktu.
Orang-orang terdahulu memiliki perhatian yang besar pada waktu.
Sampai sebagian dari mereka ada yang setelah duduk untuk makan, tiga kali sehari: makan pagi, siang dan malam, ia berkata, "Tidak, saya tidak akan memakannya. Tumbuklah dan berikan padaku dengan sendok.Ambilkan saya dua sendok untuk sarapan, dua sendok makan siang dan dua sendok makan malam. Karena saya sibuk dengan zikir, membaca Al-Quran atau ilmu."
Lihatlah orang seperti Imam An-Nawawi. Ia hidup selama 45 tahun.
Berapa kitab yang telah ia karang?
Berapa kitab yang telah ia karang?
Saya ketika berumur 44 tahun... benar, mungkin saya telah mengarang 15 atau 16 kitab. Tetapi, satu kitab yang dikarang Imam An-Nawawi sama dengan 15 kitab yang saya karang. Seperti Syarah Shahih Muslim.Syarah Shahih Muslim itu ada 15 jilid.
Manfaatkanlah waktu.
Manfaatkanlah waktu.
Jangan nonton televisi.
Jangan baca koran dan majalah.
Jangan nonton bola.
Semua ini menyia-nyiakan waktu.
Semua ini waktu yang tersia-siakan dari kita.
Dan kita akan dihisab atas umur ini.
Kita akan dihisab.
Telapak kaki hamba tidak akan bergerak di hari kiamat sebelum ditanya tentang empat hal. Salah satunya tentang umurnya, dengan apa ia menghabiskannya.
Sudah habis waktu saya hari ini.
Para pemuda, saya harap agar nasihat ini sampai di hati kalian, dan kalian manfaatkan waktu kalian. Setiap waktu, adakalanya untuk membaca, untuk berzikir, adakalanya untuk membaca Al-Quran, adakalanya untuk ilmu, atau amal lainnya, sampai amal duniawi.
Ketika sedang bekerja di toko, juga manfaatkanlah waktunya.
Semoga Allah memberi taufik pada kita dan kalian semua atas cinta dan ridaNya. Insya Allah.
Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras bahasa: M Ali Arinal Haq