Berzikir dan Berpikir adalah Jalan Menuju Allah
Syekh Ali Jumu’ah menjelaskan bahwa jalan menuju Allah SWT tidak ditempuh hanya dengan satu sisi, melainkan dengan perpaduan antara zikir dan pikir. Keduanya adalah pedoman ruhani yang saling melengkapi dalam perjalanan seorang hamba menuju Tuhannya.
Beliau mengutip firman Allah SWT, “(Yaitu) orang-orang yang berzikir kepada Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau, maka lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali ‘Imran : 191)
Ayat ini, menurut Syekh Ali Jumu’ah, menunjukkan dengan sangat jelas bahwa zikir dan pikir berjalan beriringan.
Dari satu sisi, mereka senantiasa berzikir kepada Allah dalam segala kondisi, saat berdiri, duduk, maupun berbaring. Zikir menjadi ikatan hati yang terus tersambung dengan Allah tanpa terputus oleh keadaan.
Dari sisi yang lain, mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi. Perenungan ini bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan jalan menuju kesadaran akan hikmah dan tujuan penciptaan.
Dari zikir yang hidup dan pikir yang jernih inilah lahir pengakuan yang tulus: “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia.” Kesimpulan ini tidak berhenti pada kekaguman semata, tetapi berujung pada doa dan permohonan perlindungan kepada Allah dari azab neraka.
Dengan demikian, zikir menjaga kehadiran hati, sementara pikir menuntun kedalaman makna, keduanya mengantar seorang hamba untuk berjalan lurus menuju Allah SWT.
“Zikir menjaga hubungan hati dengan Allah, sementara pikir menyingkap hikmah penciptaan-Nya.” — Syekh Ali Jumu’ah
Penjelasan Syekh Ali Jumu’ah ini menegaskan bahwa spiritualitas Islam tidak memisahkan hati dan akal. Zikir tanpa pikir dapat menjadi kering, sementara pikir tanpa zikir mudah kehilangan arah.
Ketika keduanya dipadukan, seorang hamba tidak hanya mengenal Allah dengan lisannya, tetapi juga dengan kesadaran dan perenungan yang mendalam.
Inilah jalan yang menuntun menuju pengenalan, ketundukan, dan kedekatan sejati kepada Allah SWT.