Di Tengah Situasi Perang, Duta Al-Azhar di Ukraina Tetap Aman

TAWAZUN.ID — Al-Azhar Asy-Syarif sebagai institusi Islam yang mengirimkan banyak utusannya ke berbagai negara, tetap memperhatikan nasib para dutanya. Khususnya ketika negara-negara tersebut mengalami konflik. Demikian pula nasib para utusan yang berada di Ukraina sekarang. Mengenai hal itu, Syekh Prof. Dr. Nazhir Muhammad 'Ayyad, Sekretaris Jenderal Akademi Riset Keislaman Al-Azhar (Majma' Al-Buhuts Al-Islamiyyah Al-Azhar) berkata, "Di saat memanasnya konflik perang yang dihadapi oleh Ukraina, serta upaya dan perhatian diplomatik Imam Akbar Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib terhadap Ukraina, kami tetap berkomunikasi secara intens dengan beberapa duta Al-Azhar yang berada di Ukraina untuk memastikan keamanan mereka di tengah perang yang mencekam itu."

Al-Azhar Siapkan 710 Utusan untuk 60 Negara
Al-Azhar pertama kali mengirimkan utusannya ke Cina dan Ethiopia. Pada periode ini, Al-Azhar telah menyiapkan 710 syekh untuk 60 negara di dunia.

Sekjen lembaga think tank Al-Azhar itu juga menguatkan bahwa Majma' Al-Buhuts Al-Islamiyyah yang menaungi program pengiriman duta terus melakukan komunikasi intens dengan para mab'uts (duta) Al-Azhar yang berada di sana, senantiasa mengikuti kabar terkini, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Selain itu, terdapat juga komunikasi diplomatik dari sisi Mesir-Ukraina demi lebih memastikan keamanan para utusan tersebut. Serta mengatur kembali wilayah dan batas aktivitas para syekh yang menjadi utusan Al-Azhar itu agar tetap pada situasi yang aman dan selamat.

Memoar Al-Batasyti di Negeri Jambi
Al-Azhar berpengalaman mengutus duta ke banyak negara. Catatan Syekh Al-Batasyti tentang Negeri Jambi adalah salah satu buku memoar yang menarik.

Perlu diketahui bersama, bahwa Al-Azhar sejak dahulu mengutus duta —berupa dai dan pengajar— ke berbagai negara di belahan dunia. Mereka memiliki tugas yang bermacam-macam dalam bidang dakwah dan pendidikan demi merealisasikan pesan Al-Azhar untuk dunia. Termasuk menyebarkan risalah moderatismenya dan melawan segala bentuk pemikiran yang menyimpang dan ekstrem.

Jumlah termutakhir dari para utusan Al-Azhar untuk periode ini sebanyak 798 syekh. Mereka tersebar di lebih dari 60 negara di dunia. Seleksi dan pemilihan para utusan ini dilakukan setiap tahun oleh Al-Azhar. Tak heran, tradisi itu menjadi ajang paling bergensi bagi para dai dan tenaga pendidik di seluruh lembaga-lembaga Al-Azhar. (lhr)

💡
Baca juga warta lain di rubrik AKHBAR atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID