Eskalasi Konflik Terkini Gaza di Tengah Gencatan Senjata
TAWAZUN.ID — Pasukan Israel kembali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan menghancurkan sejumlah rumah warga di Jalur Gaza bagian selatan. Tidak hanya itu, pembongkaran rumah-rumah warga di Jalur Gaza timur juga dilakukan hampir setiap hari oleh pasukan Zionis Israel. Selain menghancurkan bangunan, mereka juga terus melancarkan serangan udara dan penembakan artileri ke sejumlah wilayah, meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober.
Tindakan tersebut menambah panjang daftar pelanggaran atas gencatan senjata yang telah dilakukan Israel di tengah penderitaan warga Gaza yang masih berjuang untuk bertahan hidup di antara reruntuhan dan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk.
Di sisi lain, menurut informasi terbaru, seperti dilansir Reuters, Jumat (14/11/2025), sebagaimana dituturkan sejumlah warga Gaza, mereka menyebut Hamas mulai mengatur harga barang, mencakup harga ayam, hingga mengenakan pajak untuk rokok. Aksi itu merupakan upaya Hamas untuk memperluas kendali mereka atas Jalur Gaza, saat upaya mewujudkan rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk masa depan daerah kantong Palestina itu mengalami penundaan untuk terwujud. Aksi Hamas tersebut semakin menambah keraguan soal apakah Hamas sungguh-sungguh akan menyerahkan kekuasaan atas Gaza seperti yang mereka janjikan sebelumnya.
Setelah gencatan senjata Gaza yang dimulai 10 Oktober lalu, Hamas dikabarkan dengan cepat membangun kembali kekuasaannya atas wilayah-wilayah yang ditinggalkan pasukan militer Israel. Mereka bahkan menewaskan puluhan warga Palestina yang dituduh bersekongkol dengan Israel, melakukan pencurian, ataupun melakukan kejahatan lainnya.
Berita terkini menyatakan bahwa belasan warga Gaza membuat pengakuan mengejutkan bahwa mereka semakin merasakan kendali Hamas dalam banyak hal. Disebutkan bahwa otoritas Hamas memantau segala sesuatu yang masuk ke Jalur Gaza, mengenakan pajak pada beberapa barang impor swasta, termasuk bahan bakar serta rokok, dan menjatuhkan denda kepada para pedagang yang dianggap menetapkan harga terlalu tinggi.
Menyikapi hal itu, kekuatan asing menuntut Hamas melucuti senjata mereka dan menanggalkan kekuasaannya, namun kelompok yang didukung Iran ini belum menyepakati siapa yang akan menggantikan mereka memerintah Gaza. Donald Trump sendiri menyerukan pembentukan otoritas transisi, pengerahan pasukan keamanan multinasional, perlucutan senjata Hamas, dan dimulainya rekonstruksi di daerah kantong Palestina yang hancur akibat perang tersebut.