Hadiri International Meeting for Peace di Roma, Imam Akbar Suarakan Solidaritas Palestina

TAWAZUN.ID — Pada sabtu, 25 Oktober 2025, Syekhul-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, sekaligus ketua Majelis Hukama Al-Muslimin, menghadiri konferensi internasional perdamaian dunia di Roma, ibu kota Italia. Konferensi yang bertajuk “International Meeting for Peace: Daring Peace” (Menemukan Keberanian untuk Mengupayakan Perdamaian) tersebut diselenggarakan oleh komunitas Sant’ Egidio dengan menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama dan pemangku kebijakan dari berbagai negara.

Pertemuan ini juga memperkuat peran agama dalam menghadami berbagai krisis, perang dan konflik yang terjadi di dunia saat ini-khususnya genosida yang  sedang berlangsung di Gaza dan Tepi Barat— serta menegaskan pentingnya komitmen pada Perjanjian Perdamaian Sharm el-Sheikh.

Dalam rangkaian acara konferensi yang berlangsung tanggal 26-28 Oktober, Imam Akbar berkesempatan untuk menyampaikan pidato di sesi pembukaan konferensi. Dalam sambutannya, Imam Akbar menegaskan bahwa perdamaian yang adil merupakan satu-satunya jalan menuju stabilitas yang sejati.

Selain menghadiri konferensi, Imam Akbar juga mengadakan pertemuan dengan segenap tokoh; Presiden Italia Sergio Mattarella, kemudian dengan Sri Paus Leon XIV, Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, serta sejumlah pemuka agama peserta konferensi dalam rangka membahas isu-isu aktual dalam konteks keagamaan dan global.

Dalam kesempatan tersebut, Imam Akbar menyoroti hasil dialog antara Al-Azhar Asy-Syarif, Majlis Hukama’ Al-Muslimin, dan Gereja Katolik, khususnya terkait inisiatif-inisiatif yang bertujuan memberdayakan perempuan dan mempersiapkan kaum muda untuk berpartisipasi dalam upaya perdamaian. Beliau menekankan bahwa hubungan ini telah memperkuat penerimaan terhadap sesama dan mendorong koeksistensi positif di tengah-tengah masyarakat. Beliau menyampaikan harapannya agar upaya-upaya ini dapat terus berlanjut bersama Yang Mulia Paus Leo XIV, dalam memperjuangkan perdamaian global.

Palestina

Kumpulan tulisan yang mengangkat isu dan perjuangan Palestina dapat kalian temukan

di sini

Dalam pertemuan khususnya dengan Presiden Italia, Sergio Mattarella, Imam Akbar mengingatkan peran Italia dalam konflik Palestina. Al-Azhar Asy-Syarif menghargai posisi rakyat Italia dalam mendukung perjuangan Palestina dan partisipasi mereka dalam demonstrasi massa untuk menyatakan penolakan mereka atas pembunuhan, pengusiran, dan kejahatan genosida yang dialami orang-orang tak berdosa di Gaza, yang telah berlangsung selama dua tahun penuh.

Beliau menyampaikan, "Harapan tertuju pada orang-orang muda yang berpikiran adil ini, dan rekan-rekan mereka dari berbagai negara di dunia, untuk membela martabat manusia, terlepas dari warna kulit, keyakinan, atau ras mereka."

Lebih spesifik lagi, Imam Akbar menyampaikan harapannya pada Italia—yang berstatus netral— agar bergabung dengan daftar negara-negara yang baru-baru ini mengakui Negara Palestina.

Di sisi lain, Presiden Italia Sergio Mattarella menegaskan apresiasinya atas peran besar Imam Besar Al-Azhar dalam menyebarkan nilai-nilai perdamaian dan persaudaraan manusia. Begitu pula kekagumannya atas hubungan persahabatan antara Imam Akbar dengan mendiang Paus Fransiskus. Beliau memuji Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani oleh kedua tokoh agama besar tersebut pada Februari 2019 di Abu Dhabi, dengan menyatakan, "Keadaan hari ini telah membuktikan kebutuhan mendesak akan dokumen ini, yang telah melampaui batas ruang dan menjadi tonggak penting dalam bidang perdamaian global dan dialog antaragama."

Presiden Italia juga menyampaikan apresiasinya atas pidato yang disampaikan Imam Akbar pada sesi pembukaan Konferensi Perdamaian Dunia yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant'Egidio. Ia mencatat bahwa pidato tersebut memuat rekomendasi-rekomendasi penting, khususnya mengenai pentingnya setiap orang meyakini bahwa mencapai perdamaian adalah tujuan mulia dan lebih penting daripada kemenangan satu pihak atas pihak lain. Ia menekankan bahwa umat manusia membutuhkan solidaritas. Upaya Paus Leo XIV, Paus Gereja Katolik, dengan Imam Akbar Syekhul-Azhar untuk terus mempromosikan dialog antaragama dan memberikan teladan bagi kaum muda untuk hidup berdampingan secara positif dan menerima orang lain.

Presiden Italia menegaskan kembali dukungan negaranya terhadap perjanjian perdamaian Timur Tengah yang diselenggarakan di Sharm El-Sheikh, dan apresiasinya atas upaya intensif Mesir, yang dipimpin oleh Presiden Abdel Fattah El-Sisi, untuk mencapai solusi guna menghentikan genosida di Gaza. Beliau mendorong semua pihak untuk melanjutkan dan mematuhi ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam perjanjian guna memfasilitasi transisi ke tahap kedua, seraya menekankan bahwa dialog harus menjadi fondasi yang membangun hubungan dalam politik, sebagaimana halnya dalam dialog antaragama.


💡
Baca juga warta lain di rubrik BERITA atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID