Hikmah di Balik Cobaan Imam Al-Bushiri

Imam Al-Bushiri, penganggit Al-Burdah sempat mengalami cobaan yang sangat berat. Ia menderita penyakit lumpuh separuh badan. Lantas apa hikmah di balik cobaan tersebut? Guru Besar Balaghah Universitas Al-Azhar Syekh Fathi Abdurrahman Hijazi menjelaskan hal ini di tengah pengajian di Masjid Al-Azhar Kairo Mesir.

Teks Terjemah Syekh Fathi Abdurrahman Hijazi

Termasuk anugerah Allah pada Imam Al-Bushiri, bahwa Allah memberinya nikmat cobaan. Ia dicoba dengan sakit lumpuh dan stroke. Penyakit ini membelah badan menjadi dua. Setengahnya mati dan setengahnya hidup. Dulu, penyakit ini dinamakan syalal. Maknanya sama.

Ini adalah cobaan. Akan tetapi, cobaan yang disertai dengan anugerah. Oleh karena itu, salah satu penyair mengatakan: "Banyak cobaan yang diikuti dengan anugerah". Maksudnya, banyak kita jumpai cobaan, setelahnya anugerah. Maksudnya cobaan, baru setelahnya anugerah.

Oleh sebab itu, huruf pembentuknya sama:

محن: mim, ha, nun (cobaan)
منح: mim, nun, ha (anugerah)

Dan selalu, ketika kalian lihat dalam suatu kata ada kesamaan huruf , maka ketahuilah bahwa di antara keduanya, ada hubungan.

Anugerah (منحة), di dalamnya ada cobaan (محنة)
Dan cobaan (محنة), setelahnya adalah anugerah (منحة)

"Kami menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan, sebagai cobaan" (Surah Al-Anbiya: 35)

"Kami menguji kamu" dengan apa? “dengan keburukan dan kebaikan, sebagai cobaan"

Artinya, Allah mencoba kalian dan menguji kalian, sesekali, dengan keburukan, jika kalian sabar, kalian akan diberi anugerah, dan dengan kebaikan. Ini juga termasuk cobaan.

Memberi kalian harta. Ini adalah cobaan.

"Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)" (Surah At-Taghabun: 15)

Maka, ketika Allah melihat kamu bersyukur atas nikmat, Dia akan memberimu anugerah. Akan menjadi berbeda jika Allah melihat kamu mengambil nikmat itu dan menggunakannya bermaksiat pada Allah yang memberi nikmat. Ini banyak di antara manusia. Mereka menggunakan nikmat Allah untuk kemaksiatan. Mereka mengambil harta tersebut dan menggunakannya untuk keinginan mereka dalam kehidupan, jauh dari Allah yang telah memberikannya pada mereka, maka harta tersebut menjadi cobaan karena ia akan berbalik merugikanmu.

"...tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (Surah Ibrahim: 7)

Al-Bushiri dianugerahi dengan cobaan ini. Allah mencobanya dengan penyakit. Ketika ia melihat dirinya sedang bersiap-siap menuju Allah dan akan meninggal sebentar lagi, dalam beberapa hari, ia pun menghadap pada Allah dan memuji Rasulullah, dan berwasilah dengan memuji Rasulullah SAW, kepada Allah, agar diberi kesembuhan. Artinya ia meminta kesembuhan kepada Allah dengan wasilah ini, yaitu wasilah memuji Nabi SAW. Maka, Allah pun memberikan apa yang ia inginkan karena ia berwasilah dengan kekasih Allah, kepada Allah.

Dan barang siapa berwasilah dengan kekeasih Allah, kepada Allah, maka Allah tidak akan menolak tangan hamba-Nya yang berpegang pada kekasih-Nya SAW.

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.

Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras: M. Ali Arinal Haq