Imam Akbar Al-Azhar: Dunia Butuh Media yang Berani Lawan Islamofobia dan Dekadensi Moral
TAWAZUN.ID — Syekhul-Azhar sekaligus Ketua Majelis Hukama Muslimin Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib menyerukan peran aktif media dalam melawan fenomena Islamofobia dan berbagai kampanye moral sesat yang menggerus nilai-nilai ketimuran. Seruan itu disampaikan dalam pidato pembukaan KTT Media Arab yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab, pada Senin (27/05/2025).
Menurut Syekhul-Azhar, fenomena Islamofobia merupakan “anak haram” dari kebencian sistematis terhadap Islam yang terus dipropagandakan melalui media-media Barat. Ia menyebutnya sebagai ilusi yang diproduksi untuk mencoreng wajah Islam dan merusak prinsip-prinsip ajarannya yang menebar perdamaian dan menjunjung nilai-nilai hidup berdampingan.
“Kita masih menanti upaya-upaya besar dan intensif dari dunia media untuk menghadapi fenomena Islamofobia yang menyedihkan ini,” ujar Syekhul-Azhar.
Lebih lanjut, beliau menyinggung standar ganda negara-negara Barat dalam isu HAM, yang terbukti rapuh saat menyikapi tragedi kemanusiaan di Gaza. “Selama ini mereka memuji diri dengan nilai-nilai yang katanya adil dan humanis. Tapi begitu datang musibah Gaza, topeng pun jatuh—dan yang tersembunyi ternyata lebih besar dan lebih mengerikan,” tegas beliau.
Munakahat
Kumpulan tulisan dengan topik pernikahan dan keluarga islami dapat teman-teman temukan
di siniKritik terhadap Agenda Barat dan Ancaman bagi Keluarga
Dalam pidatonya, Imam Akbar juga mengkritik keras propaganda Barat yang tidak hanya menyerang Islam, tetapi juga menyasar akar budaya dan etika masyarakat Timur. Ia menyebut adanya upaya sistematis untuk membongkar fondasi keluarga, menyebarkan ide kebebasan tanpa batas, dan membenarkan penyimpangan seperti pernikahan sesama jenis serta gerakan ateisme.
“Kampanye ini tidak berhenti pada Islam. Mereka juga ingin meruntuhkan bangunan etika Timur, mengganti tatanan keluarga, dan menghapus nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh agama dan fitrah manusia,” lanjut beliau.
Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib mengingatkan bahwa semua ini adalah bagian dari skenario besar yang berpotensi melemahkan identitas umat dan menjauhkan generasi muda dari akar peradaban Islam.
Peran Media: Amanah dan Tanggung Jawab Bersama
Sebagai penutup, beliau menegaskan bahwa para pelaku dunia media memiliki tanggung jawab besar untuk melawan arus informasi yang merusak dan menyelamatkan generasi muda dari pengikisan nilai serta pembusukan jati diri.
“Menolak arus kampanye beracun dari Barat adalah amanah di pundak kita semua, terlebih bagi para insan media,” pungkasnya.