Imam Akbar Al-Azhar Minta Dubes Australia Sampaikan Gambaran Sebenarnya tentang Islam
TAWAZUN.ID — Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib menerima Duta Besar Australia untuk Mesir Axel Wabenhorst di Masyakhah Al-Azhar, Kairo, Ahad (16/8/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama serta upaya menghadapi meningkatnya fenomena Islamofobia.
Dalam pertemuan itu, Syekh Ahmad Ath-Thayyib meminta Wabenhorst, setelah kembali ke negaranya, turut menyampaikan gambaran sebenarnya tentang Islam dan umat Islam berdasarkan pengalaman yang ia saksikan secara langsung selama bertugas di Mesir dan berinteraksi dengan masyarakat muslim.
Menurut Syekh Al-Azhar, pengalaman langsung tersebut penting untuk menghadapi berbagai stereotip yang berkembang terhadap Islam di tengah meningkatnya Islamofobia di negara-negara Barat.
Ia menegaskan bahwa saling mengenal dan dialog secara langsung merupakan salah satu sarana terpenting untuk meluruskan pandangan yang keliru sekaligus memperkuat pemahaman antara masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda.
Soroti Situasi Palestina
Dalam kesempatan yang sama, Syekh Ahmad Ath-Thayyib menyampaikan apresiasinya terhadap sikap Australia mengenai isu Palestina. Ia menyoroti kondisi dunia yang saat ini, menurutnya, tengah mengalami keguncangan dan ketidakjelasan standar di tengah melemahnya kepatuhan terhadap hukum dan norma internasional.
Ia mempertanyakan sejauh mana kekuatan-kekuatan besar dunia mampu melindungi hak-hak masyarakat serta memberikan keadilan kepada mereka yang tertindas dan lemah.
Syekh Al-Azhar juga mempertanyakan apakah masih terdapat kekuatan yang terdiri dari orang-orang bijak dan rasional yang mampu mendorong penyelesaian adil bagi persoalan Palestina.
Penyelesaian tersebut, menurutnya, harus menjamin hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, tanpa dipengaruhi kepentingan dan kehendak tertentu.
Australia Tunjuk Utusan Khusus Tangani Islamofobia
Sementara itu, Wabenhorst menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Syekh Ahmad Ath-Thayyib dalam memperkuat budaya perdamaian dan hidup berdampingan.
Ia juga mengapresiasi perhatian Al-Azhar terhadap mahasiswa asal Australia yang menempuh pendidikan di berbagai lembaga pendidikan Al-Azhar. Saat ini, terdapat sekitar 75 mahasiswa Australia yang belajar di Al-Azhar.
Menurut Wabenhorst, Australia menghargai perhatian akademik dan kemanusiaan yang diberikan Al-Azhar kepada para mahasiswa tersebut.
Duta Besar Australia itu juga mengapresiasi berbagai upaya Al-Azhar dalam menghadapi Islamofobia. Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak dapat dibenarkan dan pemerintah Australia memberikan perhatian besar terhadap upaya penanggulangannya.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, pemerintah Australia telah menunjuk seorang utusan khusus untuk memerangi Islamofobia serta meningkatkan kesadaran mengenai bahaya ujaran kebencian dan diskriminasi.