Imam Akbar: Islam Angkat Isu Perempuan Sejak Lebih dari 15 Abad yang Lalu

TAWAZUN.ID — Pada hari Kamis (16/02/2023), Imam Akbar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, Syekhul-Azhar menerima kunjungan Menteri Negara Urusan Emigrasi dan Ekspatriat Mesir di kantor Masyakhah Al-Azhar, Kairo, Mesir. Salah satu menteri perempuan Mesir itu datang bersama rombongan The House of Worship, sebuah yayasan keagamaan di Amerika Serikat, yang sedang berkunjung ke Mesir dalam program dialog keagamaan.

Dalam pertemuan itu, Syekhul-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib didampingi oleh Wakilul-Azhar Syekh Muhammad Adh-Dhuwaini dan Sekjen Akademi Riset Islam Al-Azhar Syekh Nazhir ‘Ayyad. Syekhul-Azhar menyampaikan sambutan hangat, mewakili Al-Azhar Asy-Syarif dan segenap ulamanya. Selain itu, ia juga mengapresiasi upaya mereka dalam mempromosikan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan ke seluruh dunia.

Syekhul-Azhar menegaskan bahwa perdamaian, dialog, dan penerimaan golongan lain adalah fokus utama upayanya. “Hal itu pulalah yang menjadi dasar jalinan kerja sama dan upaya bersama antara kami (Al-Azhar) dan Paus Fransiskus.”, kata Syekhul-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib.

Ia menjelaskan bahwa di dalam Islam, manusia adalah entitas yang dimuliakan oleh Allah SWT. Selain itu, Allah pun menghendaki adanya perbedaan pada manusia dalam segala hal, seperti agama, bahasa, dan etnis. “Perbedaan merupakan ketetapan Tuhan dalam penciptaan-Nya. Ketetapan ini akan terus berlangsung hingga hari kiamat. Satu hal yang ditentukan oleh Islam di antara hubungan antar manusia yang berbeda-beda ini adalah ta’aruf (upaya saling mengenal satu sama lain)”, kata Syekh Ahmad Ath-Thayyib.

“Islam benar-benar memberi perhatian terhadap isu perempuan serta menjaga kehormatannya. Islam juga mengajari kita bahwa perempuan adalah saudara tak terpisahkan bagi laki-laki. Juga bahwa mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Islam pun menjamin hak perempuan dalam perkara warisan, bahwa ia punya tanggung jawab finansial yang independen.” tutur Syekh Ahmad Ath-Thayyib, Syekhul-Azhar.

Pada kesempatan itu, Suha Jundi, Menteri Negara Urusan Emigrasi dan Ekspatriat Mesir mengungkapkan apresiasinya yang besar atas upaya Imam Akbar dalam menebarkan pesan damai dan toleransi, serta mempromosikan jalan dialog di dalam Mesir maupun tataran global. Ia menegaskan bahwa ia meyakini pentingnya kesadaran keberagaman dan hidup berdampingan di negeri Mesir. Menurutnya, meski bangsa Mesir memiliki perbedaan golongan, namun bangsa ini mampu hidup bersama, saling bekerja sama dan saling memahami.

Selain itu, perwakilan tamu rombongan juga menyampaikan rasa bahagia mereka atas pertemuan dengan Imam Akbar. Mereka mengapresiasi peran besar Imam Akbar dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan, serta menolak ujaran kebencian dan kekerasan. Mereka juga memuji seluruh upaya yang ditempuh oleh Imam Akbar dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan dialog secara global. (hid)


💡
Baca juga BERITA terbaru atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID