Imam Akbar ke Dubes Afrika Selatan: Kami Siapkan Beasiswa Kuota Tak Terbatas untuk Pelajar Afrika Selatan
TAWAZUN.ID — Yang Mulia Imam Akbar berkata bahwa posisi historis Afrika Selatan terhadap agresi Zionis pada Gaza tidak akan bisa lahir kecuali dari bangsa yang besar yang dididik oleh pemimpin dan pahlawan yang hebat. Beliau menambahi, "Aku bahagia suara ini datang sendirian dari Afrika, apalagi dari Afrika Selatan yang telah berdiri dalam menghadapi kezaliman dan kolonialisme, ia melawannya dan ia memenangkannya. Kami telah hidup di masa Nelson Mandela dan kami hidup menghadapi tantangan yang dihadapinya, dan kami menjadikannya sebagai simbol keteguhan. Ia seorang pahlawan di setiap sikap-sikapnya. Ia benar-benar telah hidup pada kehidupan yang penuh dengan kepahlawanan. Ia pahlawan ketika menolak kolonialisme, ia pahlawan ketika menolak apartheid (sistem pemisahan ras), ia seorang pahlawan ketika ia tabah dalam penjara dalam waktu yang lama. Ia sangat heroik ketika menanamkan pada rakyat Afrika Selatan nilai-nilai membantu kaum yang tertindas dan tak gentar dalam menghadapi kezaliman dan tirani."
Syekhul-Azhar dalam pertemuan dengan Dubes Afrika Selatan untuk Mesir Joseph Mashambai mempertegas bahwa apa yang telah dilakukan oleh Afrika Selatan adalah senjata yang paling menyakitkan bagi Zionisme. Inilah penyebab bangkitnya gerakan global yang keluar ke jalan-jalan Eropa, Amerika, dan universitas-universitasnya. Syekh Ahmad Ath-Thayyib menyatakan bahwa gerakan Afrika Selatan (terhadap agresi ke Gaza) menyebabkan Zionis kehilangan sebagian besar dari triknya yang mencari perlindungan dari sekitarnya dengan dalih antisemitisme dan menipu seluruh masyarakat sepanjang beberapa dekade. Namun, Afrika Selatan berhasil mengungkap kebohongan dan kepalsuan serta memperlihatkan gambaran sebenarnya pada Zionis.
Dalam pertemuan itu, Syekhul-Azhar mengirimkan pesan untuk rakyat Afrika Selatan, "Kalian adalah orang-orang yang telah membangkitkan hati nurani dunia merdeka, memperbaiki jalan salah yang diambil dunia, dan kalian bersama rakyat Palestina sebagai simbol kebebasan, kesetaraan, membela tanah air, bumi, dan manusia. Kami di Al-Azhar mengapresiasi sikap historis kalian dalam mendukung perjuangan Palestina. Dan kami mengetahui bahwa kalian akan menghadapi gangguan-gangguan dan tantangan-tantangan yang besar dan kalian akan membayar mahal. Kami siap menyediakan beasiswa tak terbatas untuk rakyat Afrika Selatan untuk belajar di Al-Azhar sebagai bentuk apresiasi terhadap posisi historis yang sendirian."
Sementara itu, Dubes Afrika Selatan mengungkapkan kebahagiannya bertemu Syekhul-Azhar dan apresiasi negaranya atas dukungan Al-Azhar pada posisi Afrika Selatan di depan Mahkamah Internasional. Ia menyatakan, "Kami mengetahui bahwa untuk menyatakan kedamaian tidaklah mudah. Negara kami bersedia menempuh jalan ini apapun resiko dan harganya." Ia menyiratkan bahwa Afrika Selatan telah menjaga hubungan yang kuat dengan Al-Azhar dan bahwa masyarakat muslim di Afrika Selatan memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan pembangunan di berbagai bidang.