Indonesia Cetak Sejarah, Gagas Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional Pertama
TAWAZUN.ID — Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia menjadi penggagas Musabaqah Qiraatil Kutub Internasional (MQKI) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren As’adiyah, Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan. Ajang bergengsi dunia pesantren ini diikuti oleh delegasi dari 10 negara di kawasan Asia Tenggara.
MQKI merupakan perlombaan membaca dan memahami kitab kuning, khazanah intelektual warisan turats Islam. Setiap pesantren mengutus para santri terbaiknya untuk berkompetisi, sekaligus menunjukkan kepiawaian mereka dalam mengkaji literatur klasik Islam.
Dalam pembukaan MQKI, Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa perlombaan ini adalah anak tangga menuju The New Golden Age of Islamic Civilizations. Pesan ini menegaskan harapan besar agar tradisi keilmuan Islam klasik kembali menjadi spirit kebangkitan peradaban Islam modern.
Sementara itu, Dr. Muchlis M Hanafi, salah satu dewan hakim yang juga merupakan sekjen Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Indonesia, menyebut MQKI atau perlombaan membaca kitab gundul ini sebagai ajang keumatan dan keislaman yang bergengsi. Bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum memperkuat tradisi intelektual Islam dan mengukuhkan posisi pesantren sebagai penjaga turats di era global.
MQKI tahun ini membawa tema yang menarik yaitu Dari Pesantren untuk Dunia: Merawat Lingkungan dan Menebar Perdamaian dengan Kitab Turats. MQK Internasional ini ingin mempertegas bahwa pesantren mempunyai kontribusi bagi dunia yaitu menghadirkan Islam yang ekologis dan damai — menjadikan pesantren sebagai poros hijau (green peace axis) dan poros perdamaian global.
MQKI ini diikuti oleh 1361 peserta di tingkat nasional dan 60 peserta di tingkat internasional. MQK Internasional 2025 berlangsung dari 03-07 Oktober 2025. Semoga kegiatan ini mendapatkan kelancaran dari Allah SWT.