Ismail Ould Cheikh Ahmed Terpilih sebagai Sekjen Baru OKI

TAWAZUN.ID — Negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memilih diplomat Mauritania Ismail Ould Cheikh Ahmed sebagai Sekretaris Jenderal baru organisasi tersebut dalam Sidang Luar Biasa ke-23 Dewan Menteri Luar Negeri OKI di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (27/8/2026).

Sebagaimana dirilis melalui laman resmi OKI, Ismail mendapat dukungan seluruh 57 negara anggota OKI. Pemerintah Mauritania menyebut lima kandidat dari negara lain sebelumnya mengundurkan diri dari pencalonan hingga akhirnya dukungan diberikan secara bulat kepada kandidat Mauritania tersebut.

Setelah terpilih, Ismail langsung mengambil sumpah jabatan di hadapan para menteri luar negeri negara anggota. Ia menggantikan Hissein Brahim Taha, diplomat asal Chad yang menjabat Sekretaris Jenderal OKI sejak 17 November 2021.

FOTO Serah terima jabatan sekjen OKI terpilih Ismail Ould Cheikh (kanan) asal Mauritania dari Hissein Brahim Taha asal Chad.

Dalam pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Arab, Inggris, dan Prancis—tiga bahasa resmi OKI—Ismail menyebut kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai kehormatan terbesar sepanjang kariernya setelah lebih dari tiga dekade berkecimpung dalam pelayanan nasional, regional, dan internasional.

Ia juga menegaskan tekadnya untuk menjawab kepercayaan negara-negara anggota melalui tindakan nyata. Menurutnya, tanggung jawab sebagai Sekretaris Jenderal harus dibuktikan melalui kerja, bukan sekadar pernyataan.

Ismail mengatakan dirinya membawa visi strategis untuk lima tahun mendatang guna meningkatkan kinerja OKI sekaligus memperkuat posisi dan pengaruh organisasi tersebut di tingkat regional maupun internasional. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan efektivitas OKI dalam membela kepentingan negara-negara anggotanya dan menangani berbagai persoalan dunia Islam.

Dalam prosesi serah terima jabatan dengan Hissein Brahim Taha, keduanya membahas sejumlah persoalan politik, pembangunan, dan kelembagaan yang menjadi agenda OKI. Ismail menyatakan komitmennya untuk mengembangkan kinerja Sekretariat Jenderal serta memperkuat solidaritas antarnegara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini.

Diplomat Berpengalaman dari Mauritania

Ismail Ould Cheikh Ahmed merupakan diplomat Mauritania kelahiran 1960 yang memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi, pembangunan, dan penanganan konflik internasional.

Ia pernah menjadi Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman pada 2015. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Misi PBB untuk Tanggap Darurat Ebola (UNMEER) dan Wakil Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Libya. Ia juga pernah menjalankan sejumlah tugas PBB di Suriah dan Yaman serta menduduki berbagai posisi di UNICEF.

Di pemerintahan Mauritania, Ismail pernah menjabat Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama. Ia memiliki gelar master dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dari University of Manchester, gelar sarjana ekonomi dari University of Montpellier, serta sertifikat lanjutan dalam analisis kebijakan ekonomi dan sosial dari Maastricht Graduate School of Governance. Ia menguasai bahasa Arab, Inggris, dan Prancis.

Pergantian kepemimpinan OKI berlangsung di tengah berbagai persoalan yang dihadapi dunia Islam, termasuk perkembangan di Palestina. Dalam sidang tersebut, Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Varsen Aghabekian Shahin menyerukan agar negara-negara anggota mengambil langkah politik dan hukum yang konkret untuk meminta pertanggungjawaban atas kejahatan pemukim Israel.

Ia juga memperingatkan bahwa berbagai pelanggaran dan upaya mengubah status historis dan hukum Al-Quds serta Masjid Al-Aqsha merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan.

OKI saat ini beranggotakan 57 negara dan merupakan organisasi antarpemerintah terbesar kedua di dunia setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sekretariat Jenderalnya berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.


💡
Baca juga BERITA terbaru atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID