Jauhi Dosa Seperti Orang Takut Menginjak Tanah Penuh Duri

Syekh Ali Jumu’ah menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat dalam mendefinisikan batas antara dosa besar dan dosa kecil.

Ibnu Faurak menyebutkan bahwa dosa besar adalah dosa yang disertai laknat. Misalnya, perbuatan yang disebut dalam hadits dengan ungkapan, “Rasulullah melaknat…” atau yang dinyatakan mendapat laknat Allah.

Termasuk dosa besar pula adalah dosa yang diancam dengan neraka, baik disebutkan masuk neraka, menetap di dalamnya, atau kekal di sana. Demikian juga dosa-dosa yang dikenai hukuman had, seperti zina, mencuri, dan meminum khamr. Semua itu, menurut pendapat ini, tergolong dosa besar.

Namun, sebagian ulama lain mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka mengatakan, tinggalkanlah dosa, baik yang kecil maupun yang besar, karena itulah hakikat ketakwaan. Seorang mukmin tidak sibuk mengklasifikasi dosa untuk meremehkannya, tetapi berusaha menjauhi semuanya.

Syekh Ali Jumu’ah menggambarkan sikap ini dengan perumpamaan yang indah. Seorang mukmin hendaknya bersikap seperti orang yang berjalan di atas tanah penuh duri. Ia melangkah dengan sangat hati-hati, memperhatikan setiap pijakan, agar tidak terluka. Demikian pula dalam hidup, jangan sekali-kali meremehkan dosa kecil, sebab gunung yang besar pun terbentuk dari kerikil-kerikil kecil.

“Jauhi dosa seperti orang berjalan di atas tanah berduri. Jangan remehkan dosa kecil, karena gunung terbentuk dari kerikil-kerikil kecil.” — Syekh Ali Jumu’ah

Beliau kemudian mengingatkan sebuah hikmah: Allah menyembunyikan banyak hal penting di balik sesuatu yang tampak biasa. Allah menyembunyikan Lailatulqadar di bulan Ramadan, menyembunyikan salat wustha di antara salat-salat, menyembunyikan waktu mustajab pada hari Jumat, menyembunyikan waktu mustajab di sepertiga malam terakhir, menyembunyikan nama-Nya yang paling agung di antara Asmaul Husna, dan menyembunyikan para wali-Nya di tengah manusia.

Semua ini mengajarkan satu pelajaran penting: jangan meremehkan apa pun. Baik dalam amal kebaikan maupun dalam menjauhi dosa, kehati-hatian adalah jalan ketakwaan.

VIDEO Syekh Ali Jumu'ah

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.