Khutbah Idul Fitri Memperlihatkan Kebahagiaan dan Cinta di Momen Hari Raya
Khutbah Pertama
Hadirin sidang Idul Fitri yang dirahmati Allah...
Hari ini adalah hari Idul Fitri, hari kemenangan, hari harapan mendapatkan ampunan dan keridaan Allah, hari kebahagiaan.
Ya, hari Id adalah hari kebahagiaan. Sebab ibadah yang kita lakukan selama sebulan penuh melaksanakan perintah Allah berpuasa di siang Ramadan, bersedekah, menunaikan zakat fitrah, dan meramaikan amal kebaikan di malam harinya dengan bermacam salat. Tarawih, Tahajud, zikir, dan membaca Al-Quran, semua itu adalah jalan untuk menuju kebahagiaan. Karena sejatinya, kebahagiaan yang sesungguhnya adalah saat kita berada dalam ketaatan, bisa beribadah kepada Allah.
Maka, dalam Islam bentuk syukur setelah melaksanakan puasa dan rangkaian amal kebaikan di bulan Ramadan adalah dengan hadirnya Idul Fitri. Dengan pekik melafalkan takbir dan tahmid Allahu Akbar Walillahil hamdu di malam hari, sementara di pagi harinya umat Islam melaksanakan salat sunah Idul Fitri.
※ Menjawab Tuduhan Terhadap Al-Quran
Allah berfirman:
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya itu, hendaklah mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” [Surah Yunus: 58]
Hadirin Rahimakumullah...
Bagi orang yang berpuasa, Nabi mengatakan ada dua kebahagiaan:
Artinya, “Orang yang berpuasa akan meraih dua kegembiraan, kegembiraan ketika saat berbuka (di setiap harinya dan puncaknya berbuka saat di mulai pada hari raya) juga kebahagiaan ketika bertemu dengan Tuhannya.”
Maka karena hari Id adalah hari kebahagiaan, mari kita perlihatkan kebahagiaan ini dengan rasa cinta kepada umat manusia, keluarga, kerabat, dan sanak famili. Sebab Islam adalah agama kasih sayang dan cinta. Agama yang menyebarkan kedamaian dan ketenteraman. Maka, jalinlah kasih sayang kepada semua orang.
Salah satunya menyambung silaturahim. Silaturahim adalah perintah Allah, yang wajib kita taati. Dan sesiapa yang memutus tali silaturahim, maka ia telah melanggar dan tidak menaati perintah Allah.
Silaturahim disamakan dengan ibadah salat, zakat, dan mentauhidkan Allah. Lihatlah hadis berikut ini:
Bahwa ada seseorang datang kepada Nabi SAW. “Ya Rasul Katakan kepadaku tentang suatu amal yang memasukkanku ke surga.” Beliau menjawab, menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan silaturahim.
Dalam hadis lain Rasul mengatakan:
"Tidak akan masuk surga orang yang memutus tali silaturahim."
Sedangkan faedah-faedah silaturahim banyak sekali, yaitu sebagaimana dikatakan dalam hadis Nabi, ia akan dipanjangkan usianya dan dimudahkan rezekinya.
Menjalin silaturahim termasuk dari bentuk cinta dan saling mengasihi karena Allah. Sebab cinta dan saling mengasihi karena Allah termasuk dari syarat iman. Dan iman adalah syarat untuk masuk surga. Nabi bersabda:
“Dari sahabat Abu Hurairah RA beliau berkata, Rasulullah SAW pernah bersabda ‘Kalian semua tidak akan masuk surga sebelum beriman. Dan kalian belum bisa sempurna imannya sebelum saling mengasihi. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mengasihi? Sebarkanlah salam di antara kalian.’” (HR. Muslim)
Saling mencintai dan mengasihi ini merupakan asas keharmonisan di antara umat manusia dan termasuk dari imarat al-ardhi, meramaikan alam semesta dengan amal yang membuat Allah rida. Amalan paling mudah dan pahalanya besar itu adalah menebarkan salam kepada orang yang kamu kenal dan kamu tidak kenal sehingga Allah rida, dan kita pun diridai pula oleh sesama kita. Dengan demikian terciptalah kedamaian dan keharmonisan di lingkungan kehidupan kita dan masyarakat.
Hadirin..
Perlu sekali kita menghadirkan kebahagiaan itu dengan salah satu sunat Nabi dalam menyebarkan cinta dan kasih sayang yaitu berjabat tangan kepada saudaramu umat muslim di saat bertemu. Atau dalam istilah kita halal bihalal.
Rasulullah bersabda:
Artinya: “Tidaklah dua orang muslim yang bertemu, kemudian mereka berdua saling berjabat tangan, melainkan akan diampuni (dosanya) sebelum keduanya berpisah.”
Hadirin...
Untuk menumbuhkan rasa cinta di antara sesama kita pada momen berbahagia ini, selain yang telah khatib jelaskan di atas, ada pula cara lain yaitu dengan saling berbagi hadiah.
Hadiah bisa berbentuk apa saja yang umumnya disukai oleh khalayak manusia. Hadiah ini mempunyai efek besar kepada jiwa seseorang. Menjadi sebab adanya keharmonisan dan ketenteraman. Terpautnya hati pun menumbuhkan rasa cinta. Sabda Nabi:
"Hendaknya kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai."
Mari di momen lebaran ini kita bermuamalah sebaik mungkin dengan segenap makhluk Allah, mengambil keridaan Allah dengan menebarkan cinta dan kasih sayang, saling berbagi, dan saling memaafkan. Semoga kita termasuk orang yang kembali suci seperti bayi yang baru lahir.