Khutbah Jumat Berbahagia Menyambut Ramadan
Khutbah I
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Marilah puja dan puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai macam kenikmatan sehingga kita di penghujung bulan Sya’ban ini masih dapat menunaikan salat Jumat dengan khusyuk, khidmat dan senantiasa sehat lagi bahagia. Selawat beserta salam, marilah kita haturkan bersama kepada junjungan kita Nabi agung Muhammad SAW, kepada para keluarganya, sahabatnya. Beliau Muhamad SAW adalah seorang Nabi akhir zaman yang telah menjadi suri teladan sempurna dalam membangun kehidupan yang damai dan penuh toleransi. Semoga kita semua senantiasa dianggap umat Nabi Muhammad yang kelak akan mendapat syafaatnya. Amin.
Melalui mimbar Jumat yang mulia ini, saya ingin berpesan, khususnya kepada diri pribadi dan kepada jamaah Jumah umumnya agar di moment penghujung Sya’ban menjelang Ramadan tahun ini kita senantiasa bersama-sama tetap mempunyai iman dan mampu meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT. Tentu saja menjaga dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kita di tengah zaman yang semakin canggih ini bukan perkara mudah. Terlebih dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, sebab menjadi sebuah keniscayaan jika akses untuk bermaksiat pun menjadi semakin mudah. Oleh karenanya, tak ada lagi cara untuk menghadapi zaman yang semakin berat seperti sekarang ini, selain kita harus membentengi diri dengan senantiasa berusaha meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Sebab dalam hal ini Allah telah SWT berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Hujurat ayat 13:
Artinya: Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu (Surah Al-Hujurat: 13).
※ Menggapai Iman yang Paripurna dengan Cinta
Adapun cara agar kita bisa menjaga iman dan Islam serta cara bagaimana agar kita bisa meningkatkan ketakwaan adalah dengan cara senantiasa memegang teguh akidah serta menjalankan syariat agama Islam. Hal ini sebagaimana pengertian dan ketentuan takwa berikut:
Takwa adalah melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya, baik dalam keadaan sepi maupun ramai, baik dalam keadaan lahir dan batin.
Ma’asyiral Muslimin Hafizhakumullah…
Ketakwaan sendiri merupakan tujuan sekaligus buah dari pelaksanaan ibadah puasa Ramadan yang sebentar lagi kita akan laksanakan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat di atas tersebut ini bisa menjadi sarana introspeksi diri terhadap kualitas ibadah puasa Ramadan yang pernah kita lakukan selama ini. Seseorang jika memiliki kualitas puasa yang baik, maka buah ketakwaan akan menghiasi kehidupannya, dalam bentuk takut meninggalkan perintah Allah SWT dan senantiasa menjauhi larangan Allah dalam kehidupan sehari-hari. Namun sebaliknya, jika dalam dalam kehidupan kita yang terlewati selama ini selalu abai dengan perintah Allah dan kita tidak pernah merasa bersalah serta berdosa saat meninggalkan perintah Allah, maka buah ketakwaan dari puasa berarti belum kita dapatkan.
Ramadan merupakan waktu yang sangat spesial bagi umat Islam, sehingga sudah semestinya dipersiapkan dari jauh hari. Layaknya seseorang yang akan menemui hari bahagia pernikahan, pastilah ia akan mempersiapkannya jauh-jauh hari dengan sebaik mungkin agar hari istimewanya bisa berlangsung dengan baik. Kebahagiaan pun selayaknya mewarnai hari-hari kita menjelang hari datang dan pelaksanaan ibadah suci Ramadan. Ia adalah momentum spesial yang Allah anugerahkan hanya sebulan selama setahun. Keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya pantas kita nanti-nantikan.
Hal paling pertama yang harus kita lakukan adalah seyogianya kita menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh suka cita, bahagia, dan gembira. Ini selaras dengan sebuah pesan suci dari Baginda Nabi: “Man fariha bidukhuli Ramadana harramallahu jasadahu ‘ala an-nirani; Siapa yang bergembira dengan masuknya bulan Ramadan, maka Allah SWT akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Rasulullah SAW pun bergembira menyambut bulan Ramadan dengan sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam An-Nasa’i dan Imam Ahmad:
Artinya "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebajikan di malam itu, maka ia tidak memperoleh kebajikan apapun.”
Oleh karenanya, marilah kita mempersiapkan diri dengan baik dalam menyambut kehadiran bulan suci Ramadan tahun ini dengan meningkatkan ketakwaan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita. Mari kita laksanakan ibadah puasa dengan tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja, namun harus dapat menjaga diri dari segala perbuatan yang tercela. Ibadah puasa harus kita jadikan wahana untuk membentuk sikap mental kita, menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah dan beribadah dengan penuh keikhlasan. Perlu kita sadari bahwa ibadah puasa bukan hanya ibadah untuk diri kita sendiri, namun untuk Allah SWT. Dalam sebuah Hadis Qudsi yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Allah SWT berfirman:
Allah SWT berfirman: “Setiap amal seorang manusia adalah untuk dirinya sendiri kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasan kepadanya. Puasa itu adalah perisai, karena itu apabila salah seorang di antaramu berpuasa, janganlah mengucapkan perkataan yang buruk dan keji, jangan membangkitkan syahwat dan jangan pula mendatangkan kekacauan. Apabila ia dimaki atau ditantang seseorang, maka katakanlah: Aku sedang berpuasa.”
Wabakdu, semoga Allah senantiasa memberikan kita kesehatan dan umur panjang pada kita sehingga bisa benar-benar bertemu dan optimal dalam beribadah di bulan Ramadan, sekaligus mampu menggapai buahnya ibadah puasa yakni, takwa. Amin ya Rabbal alamin.
※ Dalil Kenapa Kita Salat Tarawih