Khutbah Jumat Bertema Indahnya Syariat Islam
الحمد لله الملك الديان ، و الصلاة والسلام على محمد سيد ولد عدنان ، وعلى آله و صحبه وتابعيه على مر الزمان. و أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، المنزه عن الجسمية و الجهة والزمان والمكان ، و أشهد أن سيدنا محمدا عبده و رسوله الذى كان خلقه القرآن
أما بعد، عباد الرحمان ، فإني أوصيكم ونفسي بتقوى الله المنان ، القائل في كتابه القرأن: وما أرسلنا قبلك إلا رجالا نوحي إليهم فسئلوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون
Hadirin Jamaah Jumat rahimakumullah,
Alhamdulillah pada kesempatan Jumat yang mulia ini, kita masih diberi rahmat, hidayah, serta inayah oleh Allah SWT sehingga kita masih bisa mengungkapkan rasa syukur dengan melaksanakan rangkaian ibadah salat Jumat di masjid ini dalam keadaan sehat walafiat
Sebagai wujud rasa syukur pula kita kepada Allah SWT, marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benar keimanan dan sebaik-baik ketakwaan, dengan imtitsâlu awâmirillah wajtinâbu nawâhihi, yaitu menjalankan apapun yang diperintahkan oleh Allah SWT dan berupaya dengan sungguh-sungguh menjauhi apapun yang dilarang-Nya. Sebab dengan jalan takwa inilah Allah menjanjikan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya sebagaimana terfirman dalam Al-Quran:
إن أكرمكم عند الله أتقاكم
Artinya, “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu” (Surat Al-Hujurat: 13)
Hadirin Jamaah jumat rahimakumullah, kita sebagai umat Islam mengetahui bahwa Syariat Islam itu ada untuk mempermudah kehidupan umat manusia di dunia. Syariat Islam itu indah, ketika kita mampu menghayatinya dan mempraktikannya bersama. Syariat yang bermakna segala bentuk hukum yang Allah tetapkan kepada makhluk-Nya, merupakan bentuk kasih sayang Allah dan kepedulian-Nya atas manusia. Oleh sebab itu, syariat ada untuk manusia. Syariat Islam dibangun dengan tiga pondasi dasar:
1. Asas Keadilan secara Mutlak (Al-'Adalah Al-Muthlaqah)
Syariat Islam dibangun berdasarkan keadilan yang merata di antara semua manusia. Sebab Allahlah sumber dari syariat tersebut, maka syariat ditegakkan sama kepada semua manusia secara adil tidak memandang jenis, warna kulit, ataupun nasabnya. Hal tersebut terekam dalam firman Allah, Surat An-Nisa’ ayat 135:
يا أيها الذين أمنوا كونوا قوامين باالقسط شهداء لله ولو على أنفسكم أو الوالدين والأقربين، ان يكن غنيا أو فقيرا فاالله أولى بهما. فلا تتبعوا الهوى أن تعدلوا، فإن تلوا أو تعرضوا فإن الله كان بما تعملون خبيرا
2. Asas Persamaan (Al-Musawah)
Setelah keadilan, persamaan juga merupakan dasar yang dijunjung tinggi oleh syariat Islam dalam penerapan hukum. Maka, tidak ada yang membedakan manusia berdasarkan hak-hak dan kewajibannya di hadapan Allah, baik orang kaya, miskin, pejabat, petani, semua sama-sama bertanggung jawab di hadapan Allah. Hal tersebut sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Hujurat ayat 13:
يا أيها الناس إنا خلقناكم من ذكر وأنثى وجعلناك شعوبا وقبائل لتعارفوا، إن أكرمكم عند الله أتقاكم، إن الله عليم خبير"
3. Asas Musyawarah (Asy-Syura)
Setelah keadilan dan persamaan, syariat Islam juga dibangun berdasarkan asas musyawarah. Yakni, sebuah sikap terbuka terhadap segala bentuk pembaruan dan perbaikan. Hal tersebut adalah karena Islam tidak mengajarkan sikap otoriter dalam menentukan sebuah urusan. Hal ini direkam dalam Asy-Syura ayat 38:
والذين استجابوا لربهم و أقاموا الصلاة وأمرهم شورى بينهم ومما رزقناهم ينفقون
Hadirin Jamaah jumat rahimakumullah, betapa agungnya syariat Islam yang dibangun dengan asas-asas kemanusiaan: keadian, persamaan, permusyawaratan. Selain dasar-dasar tersebut, syariat Islam juga memiliki keistimewaan-keistimewaan yang membedakaan dengan agama yang lain, di antaranya:
1. Komprehensif dan Ringkas (Qillatut-Takalif)
Di antara indahnya syariat Islam ialah bahwa syariat tersebut bersifat komprehensif, sehingga bisa mencakup seluruh aspek dan sendi kehidupan manusia. Akan tetapi aturan dan hukum yang banyak di dalamnya, mampu dipersingkat dalam lembaran teks yang sedikit, yaitu Al-Quran. Sehingga seseorang bisa dengan mudah menghafalnya dan menerapkannya. Dan kita tau bahwa Al-Quran hanya terdiri dari 114 surah.
2. Menghilangkan Kesusahan (Nafyu Al-Haraj)
Keistimewaan selanjutnya dari syariat Islam adalah menghilangkan kesusahan bagi pemeluknya. Maka,tidak ada satu ajaran pun di dalam Islam yang membebani umat di luar batas kemampuannya atau hal yang menimbulkan kesulitan (masyaqqah). Hal tersebut terekam pada firman allah yang berbunyi:
لا يكلف الله نفسا إلا وسعها، لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت
(Surat Al-Baqarah: 286)
Dan firman Allah:
وما جعل عليكم في الدين من حرج
(Surat Al-Hajj: 78)
3. Penerapan Hukum secara Step by step (At-Tadarruj fi At-Tasyri’)
Keistimewaan yang ketiga ialah bahwa syariat Islam dalam menetapkan hukum itu melalui proses yang panjang, tidak bersifat sekaligus. Hal itu karena Islam mengetahui tabiat manusia yang tidak mudah berubah dari kebiasaan-kebiasaan buruknya secara spontan, melainkan butuh proses. Oleh sebab itu, Islam dalam berbagai hukumnya, melalui berbagai macam proses, tidak begitu saja wujud. Seperti halnya Nabi ketika di Makkah, melakukan dakwah secara diam-diam dulu (da’wah sirriyah) sebelum secara berdakwah secara terang-terangan. Begitu juga tidak secara tiba-tiba seketika memerintahkan salat, puasa, pun mengharamkan riba, mabuk, dan larangan-larangan Islam lainnya.
Demikianlah dasar-dasar dan keistimewaan syariat Islam. Dengan mengetahui hal tersebut, kita tentu akan semakin takjub dan yakin betapa indahnya syariat Islam yang tujuan diturunkannya adalah untuk mempermudah umat manusia di dunia.
أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه، إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah Kedua
الحمد لله و كفى، وأصلّي وأسلّم علي سيدنا محمد المصطفي، و علي آله وأصحابه أهل الصدق والوفاء أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده و رسوله
أما بعد
Hadirin jamaah jumat rahimakumullah,
Syariat Islam tidaklah sempurna jika hanya hanya membawa dasar-dasar hukum saja, tanpa ada tujuan dan hikmah di balik setiap hukum dan syariat tersebut. Untuk itu, dalam syariat Islam terdapat Maqashid Asy-Syari'ah Al-Islamiyyah, “tujuan-tujuan di balik syariat Islam”. Tidak ada satu ajaran Islam pun yang diturunkan, melainkan pasti ada hikmah dan tujuan tertentu di baliknya. Itulah indahnya syariat Islam.
Maqashid Asy-Syari'ah berdasarkan teks-teks Al-Quran dan Sunnah, serta Ijma’ para ulama terbagi menjadi lima bagian:
1. Menjaga agama (Hifzhu Ad-Din).
Syariat ada untuk menjaga agama. Agama di sini adalah Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhai Allah. Oleh sebab itu, menjaga agama adalah bagian yang menjadi tujuan pertama dari syariat Islam.
2. Menjaga jiwa (Hifzhu An-Nafs)
Dengan tujuan ini, syariat Islam betul-betul menjaga kehormatan jiwa manusia dengan dilarangnya pembunuhan, walau itu kepada orang kafir sekalipun. Maka, jiwa manusia haram hukumnya sejak di dalam kandungan hingga liang lahat.
3. Menjaga Harta (Hifzhu Al-Mal)
Islam juga menjamin harta manusia, sebagai pondasi dan sumber penghidupannya. Oleh sebab itu, segala bentuk perampasan harta orang lain dilarang dalam Islam.
4. Menjaga akal (Hifdz Al-'Aql)
Akal adalah keistimewaan yang hanya diberikan Allah untuk manusia. Dan Allah menjadikan akal sebagai syarat utama seorang manusia itu mukallaf. Oleh sebab itu, syariat Islam menghalalkan segala bentuk aktivitas yang dapat menjaga akal. Sebaliknya pun Islam melarang segala aktivitas yang dapat merusaknya.
5. Menjaga keturunan (Hifzh An-Nasl)
Untuk melestarikan jumlah dan populasi manusia, dibuatlah aturan-aturan tertentu dalam syariat Islam. Adanya pernikahan untuk menjaga dari zina, dilarang menuduh zina tanpa bukti (Qadzaf), dan segala perbuatan yang dapat merusak keturunan seperti perzinahan, aborsi, dll.
Dengan kelima tujuan di balik syariat ini jamaah Jumah rahimakumullah, betapa indahnya syariat Islam. Dan betapa bersyukurnya kita telah menjadi bagian dari umat Islam. Maka, sudah menjadi keyakinan kita, bahwa Islam akan selalu relevan sepanjang zaman. Shalihun likulli zamanin wa makanin.
أيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله العلي العظيم واعلموا أن الله أمركم بأمر عظيم، أمركم بالصلاة والسلام على نبيه الكريم فقال: إن الله و ملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما، اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم، وبارك علي سيدنا محمد وعلي آل سيدنا محمد كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، اللهم ادفع عنا البلاء والغلاء والوباء والفحشاء والمنكر والبغي والسيوف المختلفة والشدائد والمحن، ما ظهر منها و ما بطن، من بلدنا هذا خاصة ومن بلدان المسلمين عامة، إنك على كل شيئ قدير
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكروا الله العظيم يذكركم ولذكر الله أكبر