Khutbah Jumat Enam Kunci Sukses dari Peradaban Islam
الحَمْدُ لله الَّذِي أَنَارَ الوُجُوْدَ بِطَلْعَةِ خَيْرِ الْبَرِيَّة ، والصَّلَاةُ والسَّلَامُ على رَسُوْلِ الله ، وعلى آله وَصَحْبِهِ ومَنْ وَالَاه ، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله ،
أمَّا بعدُ ، فيا عباد الله ، أوصيكم ونفسي بتقوى الله والتزام هداه في السرّ والعلانية ، فإن تقوى الله تبارك وتعالى هي السبب العظيم في تحصيل سعادة الدنيا والآخرة ، قال الله تعالى في كتابه الكريم { يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ } سورة الحجرات 13
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Alhamdulillah di hari yang mulia ini kita masih mendapat nikmat hidup dan iman hingga dipertemukan pada kesempatan ibadah salat Jumat kali ini. Sebagai bentuk syukur kita juga, seiring awal tahun baru ini marilah kita memperbarui kecintaan kita kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Tanpa sosoknya gelap sudah dunia, tanpa ajaran Islam yang dibawanya tentulah kering hati dan jiwa.
Marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan senantiasa mewawas diri. Berusaha menjauhi larangan dan melaksanakan kewajiban kita. Bertakwa baik di saat sendiri maupun di tengah keramaian, di saat sedih maupun bahagia, ketika meraih kesuksesan maupun sedang terpuruk. Bertakwa adalah kemuliaan yang luhur.
Dalam khutbah yang singkat ini, terangkum setidaknya ada enam kunci meraih kesuksesan yang disarikan dari peradaban Islam dari masa ke masa. Kunci sukses yang bisa kita mulai renungkan dan terapkan dalam keseharian kita. Kunci keberhasilan yang telah mengantarkan umat Islam menuju kejayaan. Baik sebagai individu muslim maupun sebagai umat keseluruhan.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Enam kunci ini merupakan intisari kebangkitan umat Islam. Poin-poin inilah yang disampaikan dalam sejumlah muhadarah oleh guru saya yang mulia, seorang alim nan salih pakar turats Arab dan Islam bidang sains Prof. Dr. Ahmad Fuad Basha, semoga Allah SWT memberinya panjang umur, senantiasa sehat dan selalu dalam ketakwaan dan perlindungan. Beliau menyarikannya setelah melalui perjalanan keilmuan yang panjang dan interaksi mendalam dengan warisan kebudayaan Islam.
1. Spirit Iman atau Din Islami
Kunci pertama adalah spirit keimanan. Keimanan adalah kunci yang berperan dalam kesuksesan. Dalam hal ini, menjadi muslim adalah berusaha selalu mengingat keagungan Allah SWT dan menata niat. Sebagaimana para ulama terdahulu dalam tiap mukadimah kitab karangannya, tidak pernah lepas dari pengagungan kepada Yang Maha Kuasa serta niat yang terang dan bersih.
Islam datang sebagai pemungkas agama-agama samawi sebelumnya. Ia membawa pedoman bagi kehidupan manusia seluruhnya agar bisa hidup mulia dan penuh dengan kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat. Kebencian yang bersifat agama tak pernah muncul dari Islam yang mengajak kepada iman kepada Allah SWT, para malaikat, kitab-kitab, para rasul, dan hari akhir. Islam juga memberikan kaidah untuk berpikir dan merenung kepada seluruh manusia, selain juga memberikan kaidah kehidupan dan bagaimana beramal.
Dalam sejarahnya, kebencian dengan "bahan bakar" agama tidaklah dikenal dalam Islam. Bahkan dalam penulisan sejarah perang yang kemudian kita lebih akrab dengan nama Perang Salib, tak ada sejarawan muslim satu pun dalam sumber primernya menuliskan istilah dengan sentimen agama. Alih-alih menggunakan istilah "Perang Salib", para sejarawan muslim justru menuliskannya sederhana, bahwa perang itu melawan bangsa yang memasuki wilayahnya, yang mengusiknya.
Islam memiliki banyak sekali kisah yang menguatkan nilai toleransi kepada pemeluk agama lain. Tentang kebebasan beragama, dalam Al-Quran Allah SWT berfirman:
لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشْد مِنَ الْغَيِّ - سورة البقرة 256
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Agama Islam juga menekankan pencarian ilmu dan mengambil manfaat dari luasnya wawasan. Ilmu pun tak dibatasi apakah ia ilmu agama atau dunia seperti sains, ataukah itu teori atau praktis, fardu ain atau kifayah. Selama ilmu digunakan untuk khidmah kepada agama dan kehidupan manusia, maka ia masuk dalam redaksi umum ayat:
وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا - سورة طه 114
Ayat Al-Quran yang diturunkan pertama pun berisikan perintah membaca secara umum.
2. Fasih Berbahasa Arab atau Lisan 'Arabi
Kunci kedua ini tentulah dalam konteks kita sebagai muslim yang ingin mendalami agama, menyelami makna-makna Al-Quran dan membaca hadis-hadis Nabi SAW. Bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan. Maka, jika ingin belajar mendalam tentang agama Islam, menguasai bahasa ini adalah suatu keharusan.
Adapun konteks kita sebagai insan yang profesional, menguasai bahasa di masing-masing medan pekerjaan kita adalah juga tentu sebuah keharusan. Dokter mempunyai bahasa kedokteran tersendiri. Insinyur juga demikian dan seterusnya. Maka, dalam konteks kunci kesuksesan yang umum, fasih berbahasa adalah suatu keharusan di masing-masing bidang.
3. Ragam Kebudayaan atau Tanawwu' Tsaqafi
Kunci selanjutnya adalah keragaman budaya. Peradaban Islam di masa kejayaan dipenuhi dengan budaya yang beragam. Agama yang turun di Jazirah Arab di saat para kabilah masih hidup berkoloni tak mengenal peradaban yang berarti ini kelak melahirkan para muslim yang menerangi dunia.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Para ulama besar agama ini tidaklah hanya dari satu jenis etnis saja. Jika kita telusuri para ulama hadis saja, akan sangat beragam, semisal Imam Al-Bukhari berasal dari wilayah yang sekarang Uzbekistan, ini belum ulama hadis lain. Dalam ilmu kebahasaan saja ada Imam Sibawaih dari Tanah Persia. Tapi dalam hal ini tentulah kita tidak sedang mengunggulkan satu etnis dengan lainnya. Percontohan ini hanyalah bukti betapa kemajuan diraih di tengah komunitas yang majemuk nan beragam.
Negeri Indonesia tentulah sangat diharapkan mampu menggunakan kunci keragaman ini untuk meraih kesuksesan kita sebagai bangsa. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga tanah tumpah darah kita.
4. Bekal Peradaban atau Rashid Hadhari
Dengan kunci keempat, yakni meningkatkan kesadaran penuh bahwa kita mempunyai bekal peradaban yang bernilai, perlu dilestarikan di hari ini, sebagai jembatan kita ke masa depan yang lebih baik.
Jika tidak diberdayakan, bekal perababan yang kita miliki sebagai bangsa Indonesia dengan seluruh kisah historis, ragam etnis, kearifan lokal misalnya, tentu akan ada kunci yang hilang. Begitu juga dengan kita sebagai individu. Masing-masing dari kita mempunyai bekal pengalaman dan perjalanan hingga menjadi diri kita hari ini.
5. Tujuan Kemanusiaan atau Hadaf Insani
Kunci selanjutnya adalah misi kemanusiaan. Dalam melangkah sehari-hari sebaiknya kita tak jauh dari tujuan mulia, yakni untuk kebaikan sesama manusia. Dengan niat tulus yang dihaturkan kepada Allah SWT dan aksi baik kepada sesama, kita telah meraih salah satu kunci kesuksesan.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Peradaban Islam mengenal adanya bimaristan atau rumah sakit dalam bahasa Persia. Jika kita diberi kesempatan ke Kairo, sebuah peninggalan bangunan bimaristan dari Dinasti Mamluk masih bisa kita kunjungi di Jalan Al-Muizz Li Dinillah di Kota Tua Kairo. Rumah sakit telah dikenal dalam peradaban Islam bahkan saat bangsa lain masih berobat kepada tukang gigi. Bukan hanya itu, orang sakit pun dimuliakan sekali. Selain dibebaskan dari biaya, ia bahkan mendapat makan gratis dan enak. Semua diatur sedemikian berdasarkan pada misi kemanusiaan.
Di Fes, Maroko dahulu terdapat rumah bagi pasangan pengantin dari kalangan fakir. Rumah dan segala kegiatan dan perlengkapannya disediakan untuk pengantin baru dalam jangka waktu tertentu hingga pasangan muda itu mampu meneruskan perjuangan hidup. Ini adalah sebentuk amal kemanusiaan yang tumbuh dalam peradaban Islam.
6. Kerja Tim atau Thabi' Muassasi
Kunci terakhir adalah kerja tim. Peradaban Islam mengajarkan kita untuk bekerja bersama sebagai kelompok. Banyak kita temukan dalam sejarahnya bahwa para muslim terdahulu menggarap pekerjaan dalam semangat kerja tim. Di zaman Nabi SAW misalnya saat membangun masjid. Para sahabat bekerja dalam jalinan kerja tim.
Untuk membuat satu kitab manuskrip misalnya, seorang penyalin (nasikh) dahulu bukanlah aktor tunggal. Ia hanyalah bagian dari kesatuan yang ada, seperti pembuat ornamen (muzakhrif), penggambar ilustrasi, dan penjilid.
Dalam institusi rumah sakit bimaristan misalnya seorang "ulama" kedokteran tidak bekerja sendiri. Ia justru dikisahkan kerap dikelilingi para murid yang mulazamah, belajar secara intens dan kontinu. Belum lagi penguasa yang memberi perhatian dan dukungan materiil untuk institusi kesehatan itu. Kesemuanya terjalin dalam kerja tim yang baik.
وبهذا القدر أكتفي ، واستغفروا الله لي ولكم ولسائر المسلمين
Khutbah Kedua
الحمد لله رب العالمين ، والصلاة والسلام على خاتم الأنبياء والمرسلين ، سيدنا محمد ، وعلى آله وصحبه أجمعين ، أشهد أن لا إله إلا الله ، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله الذي لا نبي بعده
أما بعدُ
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Enam kunci kesuksesan yang disarikan dari peradaban Islam tadi tentulah sebatas nilai-nilai yang sangat mungkin ditambah seiring kita terus menyelami catatan dari para arif bijaksana. Namun, semoga dengan memegang seluruh kunci tadi, kita sebagai individu, kelompok-kelompok kecil, hingga bangsa Indonesia yang besar mampu menjadi lebih baik dari masa ke masa.
Persatuan dan kesatuan pun termasuk menjadi salah satu identitas seorang muslim. Sebagaimana hadis Nabi SAW:
مثلُ المؤمنين في تَوادِّهم ، وتَرَاحُمِهِم ، وتعاطُفِهِمْ مثلُ الجسَدِ إذا اشتكَى منْهُ عضوٌ تدَاعَى لَهُ سائِرُ الجسَدِ بالسَّهَرِ والْحُمَّى
''Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.''
نَسْأَلُ اللهَ العَلِيَّ القَدِيْرَ ، أنْ يَجْعَلَ صَلَاةَ الجُمعةِ فاتِحَةَ خَيْر ، وأنْ يُعَجِّلَ بِرَفْع البَلَاءِ عَنِ الْبِلَاِد وَالْعِبادِ ، عَنْ إنْدُونِيْسِيَا الْعَزِيْزَةِ وَسَائِرِ بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ
عبادَ الله ، إنّ الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي ، يعظكم لعلكم تذكرون . فاذكروا الله العظيم يذكركم ولذكر الله أكبر
Baca juga beragam teks khutbah Jumat di KHUTBAH atau tulisan menarik Mu'hid Rahman