Khutbah Pertama
الحمدُ للهِ وفَّقَ مَنْ شَاءَ لِمَكارِم الأخلاقِ, وهدَاهم لِما فيهِ فلاحُهم يَومَ التَّلاقِ, أَشهدُ أن لا إله إلا الله وحدَهُ لا شَريكَ لَهُ, المَلِكُ الخَلاَّق، وأَشهدُ أنَّ مُحمَّدًا عبدُ الله ورَسولُهُ أَفضَلُ الْبَشَرِ على الإطْلَاقِ, صلَّى الله وسلَّم وبارَكَ عليه وعلى آلِهِ وأَصحَابِه ومن تبعهم بإحسانٍ.
فَيَا عِبَادَ اللّه أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي المُذْنِبَةَ بِتَقْوَى اللّه فَقَدْ فَازَ المُتَّقُون
قَال اللّه تعالى في كِتَابِهِ الشَّرِيفِ أَعُوذُ بِاللِّهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ
﴿
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
﴾
Hadirin rahimahullah...
Ternyata banyak dari nikmat-nikmat Allah SWT yang belum kita syukuri. Dari mulai nikmat materi, non materi, yang disadari ataupun tidak disadari Allah limpahkan kenikmatan-Nya terus menerus kepada hamba-Nya. Tapi, justru sering sekali kita alpa untuk bersyukur. Salah satu tandanya adalah kita masih sering melakukan maksiat dan hal yang dilarang oleh Allah SWT.
Hadirin rahimakumullah...
Jangan sampai kita menganggap bahwa kita tak diberi nikmat oleh Allah. Oksigen yang kita hirup hingga bisa bernafas tanpa ada rasa sesak, air yang kita gunakan untuk kebutuhan hidup dan menghapus dahaga, bukankah termasuk dari nikmat Allah? Jelas itu hanyalah setitik dari curahan nikmat Allah SWT.
Bersyukur merupakan ciri atas mengetahui suatu nikmat, dan mengetahui suatu nikmat terdiri atas beberapa rukun, yaitu:
Pertama, mengetahui bahwa hal tersebut adalah nikmat. Kedua, rida dan menerima nikmat tersebut. Ketiga, meyakini bahwa nikmat tersebut dari Allah SWT, Sang pemberi nikmat. Keempat, menggunakan nikmat tersebut kepada hal yang diridai Allah SWT.
Perintah untuk bersyukur tercantum dalam Al-Quran:
﴿
وَاْشكُُروا نِعْمَتَ اللّهِ إنْ كُنْتُمْ إيَّاهُ تَعْبُدُونَ
﴾
[سورة النحل: ١١٤]
Artinya: "dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya." (Surah An-Nahl : 114)
Hadirin rahimakumullah...
Bagaimana bentuk implementasi syukur yang dikehendaki Allah?
Implementasi syukur yang dikehendaki Allah adalah ketaatan dan ketakwaan dalam bentuk ibadah kepada Allah SWT. Tak ada jalan terbaik dalam mensyukuri nikmat kecuali hanya ibadah kepada Allah.
﴿
فَاتَّقُوا اللّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونُ ﴾
[سورة التحريم: ٨]
"Bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukurinya"
Kalau memperhatikan ayat di atas dengan penuh pentadaburan maka syukur adalah buah dari ketakwaan, dan takwa adalah buah dari ibadah. Lihatlah apa yang dilakukan baginda Rasulullah SAW, saat melakukan shalat malam hingga kakinya bengkak karena lamanya beribadah. Ketika siti aisyah melihat itu beliau bertanya kepada Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa lalu dan yang akan datang? Beliau menjawab:
﴿
أَفَلَا أَكُونَ عَبْدًا شَكُورًا ﴾
"Tidak bolehkah saya menjadi hamba yang banyak bersyukur?"
Maka, bagi orang yang diberi nikmat berupa kekayaan harta bentuk implementasinya adalah dengan menginfakkan sebagian hartanya kepada orang-orang yang membutuhkan dan tidak cukup hanya dengan berucap "Alhamdulillah" karena hartanya adalah titipan.
Bagi orang yang diberi nikmat berupa mengerti dan paham agama Allah, maka cara mensyukurinya adalah dengan menyebarkan ilmu tersebut kepada orang-orang awwam: yaitu orang yang belum tahu banyak akan agama.
Dengan demikian, jika setiap nikmat kita syukuri dengan melakukan hal-hal yang diridhai Allah, maka Allah akan menambah nikmatnya yaitu berupa lipatan ganjaran di akhirat dan kebaikan yang lebih luas di dunia ini. Tetapi jika mengkufuri nikmat Allah, kenikmatan tersebut akan menjadi hujjah baginya di Akhirat nanti yaitu berupa siksa yang amat pedih.
﴿
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ ﴾
[سورة إبراهيم: ٧]
Artinya: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Surah Ibrahim: 7)
Semoga kita menjadi orang yang bersyukur kepada Allah. Amin ya Rabbal 'Alamiin.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجُرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَر