Khutbah Jumat Kejadian Istimewa saat Kelahiran Baginda Nabi
Khutbah Pertama
Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah
Lahirnya Nabi Muhammad adalah lahirnya Risalah Allah SWT kepada seluruh makhluk. Lahirnya Nabi Muhammad adalah batasan-batasan pemisah di antara dua kondisi manusia: yaitu kegelapan yang telah menutupi kehidupan manusia berabad-abad lamanya, dan cahaya yang dinanti-nanti. Telah datang permulaan cahaya itu di hari lahirnya Nabi Muhammad SAW. Maka, lahirnya Nabi adalah sebagai informasi dari Allah tentang peralihan manusia dari kegelapan menuju cahaya keimanan, dari kesesatan menuju petunjuk, dari paganisme menuju penunggalan Tuhan, dari kejelekan yang tidak ada kebaikan di dalamnya menuju kebaikan yang tidak ada kejelekannya sama sekali. Lahirnya Rasulullah adalah lahirnya Islam dan Al-Quran.
Artinya: "agar engkau mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan pada cahaya (terang-benderang)" [Surah Ibrahim: 1]
Di abad ke-6 lahirnya Nabi Isa AS, di pertengahan abad kedua itu, di salah satu perkampungan negara Arab, Makkah, Nabi Muhammad SAW lahir. Tepatnya pada Senin, 20 April 571 M, 12 Rabiul Awwal ia lahir ke dunia ini dari kedua orang tua yang terhormat nan mulia. Suku Quraisy. Kedua orang tuanya bersambung nasabnya kepada Nabi Ismail AS.
Ayah Nabi bernama Abdullah bin Abdulmuththalib. Ia meninggal pada saat Nabi masih dalam kandungan ibunya, Aminah binti Wahab.
Dan sesaat setelah Nabi lahir, hingga menginjak usia lima tahun, Nabi berdiam di Bani Saad. Disusui oleh Siti Halimah As-Sa'diyyah. Pada usia 5 tahun, Nabi dikembalikan ke ibunya.
Setelah Nabi kecil dikembalikan dari Siti Halimah di Bani Saad ke ibunya, ibunda Nabi membawa Muhammad SAW ke Madinah, ke kerabat ayahnya, yaitu Bani Najjar, paman laki-laki dari ibunya Abdullah. Ibu dan Nabi menetap selama hampir sebulan.
Muhammad kecil dan ibunya bermukim di Bani Najjar. Di saat perjalanan pulang dari Madinah itu, Siti Aminah meninggal dunia. Tentu hikmah di balik itu karena Allah menghendaki agar masa pertalian Nabi kecil dengan ibunya tidaklah lama. Hikmahnya supaya hati Nabi tidak tersibukkan dengan ibunya, seperti halnya Nabi tidak tersibukkan dengan ayahnya yang telah meninggalkan Nabi di saat Nabi masih dalam kandungan.
Begitulah pertumbuhan Nabi. Hatinya bersih dari kesibukan dengan kedua orang tuanya agar seluruh hidupnya diabadikan untuk mencintai Allah SWT.
Allah yang menjaga dan melindungi pertumbuhannya secara langsung. Allah berfirman:
Artinya: dalam terjemahan M. Quraish Shihab: "Bukankah Allah mendapatimu dalam keadaan yatim dan membutuhkan seseorang untuk memeliharamu, lalu Dia melindungimu dengan menyerahkan dirimu kepada orang yang dapat mengurusimu dengan baik". (Surah Adh-Dhuha: 6)
※ Di Balik Nama Qashidah Burdah dan Bur'ah
Hadirin...
Pada malam lahirnya Nabi Muhammad SAW, ada beberapa kejadian besar yang terjadi sebagai tanda kelahiran manusia istimewa, yaitu: padamnya api di Persia yang disebut-sebut sebagai api terkuat karena tidak pernah padam sama sekali; retaknya Istana Kisra yang disebut-sebut sebagai salah satu istana paling kokoh; bersinarnya matahari di hari lahirnya Nabi, berupa putih cemerlang nan bercahaya yang tergambar dalam mimpi Siti Aminah Ibunda Nabi Muhammad SAW
Artinya: "Ibuku bermimpi seakan keluar cahaya darinya yang menyinari istana Syam (Syiria)".
Kemudian mimpi Siti Aminah yang lain, yaitu ia mendengar seseorang yang mengatakan "namailah dia Muhammad". Peristiwa lain, Nabi lahir dalam keadaan telah dikhitan. Muhammad SAW Lahir dalam keadaan sujud dan jari telunjuknya mengarah ke langit. Juga kejadian terbesar lainnya yaitu munculnya rasa cinta bagi siapa saja orang yang melihat Nabi SAW. Bahkan Abu Lahab, Pemimpin kaum Musyrikin, mendengar hamba sahayanya mengabarkan kelahiran Aminah itu, ia pun memerdekakan budaknya tadi secara langsung. Hamba sahaya itu bernama Siti Tsuwaibah Al-Aslamiyyah.
Kelahiran Nabi Muhammad SAW sudah ditunggu-tunggu oleh kaum Yahudi. Ya, Yahudi yang ada di Jazirah Arab. Mereka menunggu kedatangan penutup para nabi dan rasul. Bahkan mereka juga meminta pertolongan Nabi yang belum lahir itu untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Mereka mengatakan:
Artinya: "Ya Allah tolonglah kami dengan keberkahan Nabi akhir zaman yang disifati dalam Taurat."
Ketika kaum Yahudi mengetahui bahwa Nabi berbangsa Arab, bukan keturunan bangsa Israil, mereka dengki atas ha itu. Dan banyak dari mereka tidak mengimani bahkan berbuat zalim melampaui batas.
Ketika Nabi diutus menjadi Rasul, mereka juga meyakini kebenaran Risalah Nabi. Namun mereka kufur karena dengki tidak mau beriman kepada Nabi.
Rasulullah
Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan
di siniPeristiwa lain di saat lahirnya Nabi adalah berhala-berhala yang ada di sekeliling Ka'bah berjatuhan. Kemudian keringnya Danau Sawa yang ada di Iraq, dicabutnya ilmu para dukun atau para kahin, dan lenyap sihirnya para penyihir.
Saat Nabi lahir, terpancar cahaya yang keluar dari Siti Aminah. Dalam hadis dikatakan:
Artinya: "Sesungguhnya aku tertulis di sisi Allah sebagai penutup para Nabi dan sesungguhnya adam masih dalam rupa tanah yang dicampur. Aku akan mengabarkan kepada kalian tentang permulaan diriku, doa bapaku Ibrahim, Kabar gembira yang disampaikan Nabi Isa dan mimpi yang dilihat oleh Ibuku ketika aku dalam kandungannya, sungguh telah memancar darinya cahaya yang menerangi istana-istana negri syam. Itulah peristiwa keajaiban disaat-saat Nabi lahir ke dunia."
Hadirin rahimakumullah...
Perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW, bukanlah merayakan seorang pemimpin, reformis, atau intelektual. Tapi perayaan maulid Nabi adalah cara memuliakan manusia mulia yang telah disiapkan oleh Allah sebagai rahmat bagi umat manusia. Mencontoh sepenuhnya akhlak Allah yang termanifestasi dalam diri Rasulullah SAW, yang digambarkan oleh Sayyidatina Aisyah RA sebagai akhlak Al-Quran yang berjalan. Manusia sempurna luar dalam yang disebut sebagai Al-Insan Al-Kamil. Satu-satunya manusia di dunia ini yang tertulis sifat-sifatnya, akhlaknya dan menjadi panutan untuk umat manusia.
Satu-satunya manusia yang dipuji langsung oleh Allah tentang keluhuran akhlaknya. Satu-satunya manusia yang paling tinggi derajatnya di sisi Allah.
Hadirin rahimakumullah...
Maka, merayakan maulid Nabi di setiap bulan Rabiul Awwal ini memiliki tujuan. Bahkan di daerah-daerah kami merayakan maulid Nabi bukan hanya di bulan mulia itu. Agar apa? Agar umat muslim mengenal sosok manusia yang tidak ada kecacatan sedikit pun itu, manusia yang paling luhur akhaknya itu kepada umatnya, agar umatnya mencontoh sifat dan kemulian Nabi Muhammad SAW. Beliaulah manusia yang dengan wasilahnya kita tahu Sang Pencipta kita. Dengan wasilah beliau, kita tahu jalan yang lurus itu adalah agama Islam. Dengan wasilah beliau kita tahu bagaimana seharusnya kita sebagai manusia dapat memanusiakan manusia.