قال الله تعالى في القرآن الكريم .... وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Hadirin yang dirahmati Allah…
Kita berada di zaman di mana dunia begitu simpang siur dengan berbagai informasi. Informasi dapat dengan mudah diterima tanpa filter, dan dengan mudah pula seseorang terprovokasi hingga menimbulkan kekacauan. Perpecahan dapat terjadi di dunia nyata, bahkan mula-mula dari dunia maya. Maka, jalan terbaik untuk menghindari semua ini adalah mempererat persatuan dan memperkuat kerukunan.
Islam adalah agama yang mengutamakan nilai-nilai persatuan, persaudaraan antarsesama, sebangsa, dan se-kemanusiaan. Islam membawa risalah kedamaian sebagai rahmat bagi semesta alam. Tidak ada dalam ajaran Islam perintah untuk berpecah belah atau mau diadu domba.
Persatuan adalah kekuatan dan keniscayaan yang amat berharga. Salah satu nikmat dari persatuan adalah rasa aman dan tenteram, jauh dari kegaduhan. Kita memiliki banyak saudara dan relasi yang saling menguatkan.
Persatuan ibarat bangunan kokoh—dengannya peradaban tegak. Sebaliknya, perpecahan adalah retakan yang melemahkan bangunan. Tetesan air hujan, jika bersatu, menjadi arus besar yang kuat. Butiran pasir, jika terkumpul, menjadi gunung yang teguh. Begitu pula tangan-tangan kaum beriman, jika saling menggenggam, akan membangun kejayaan.
Nabi ﷺ bahkan menggambarkan umat ini seperti satu tubuh: jika satu bagian tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakannya, tidak bisa tidur, dan merasa demam.
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, saling menyayangi, dan saling mengasihi adalah seperti satu tubuh; apabila salah satu anggota tubuh mengeluh (sakit), maka seluruh tubuh akan turut merasakan sakitnya, dengan tidak dapat tidur dan merasakan demam.
Lihatlah betapa mulianya ajaran Islam!
Hadirin… jika kita membangun bangunan dengan bata saling berlawanan, mungkinkah menjadi bangunan yang kokoh dan kuat?
Maka, mari kita bersatu berpegang pada prinsip, bersatu mengikuti ajaran agama Islam, bersatu meninggikan kalimat lā ilāha illallāh dalam amal dan keyakinan, bersatu dalam barisan melawan kedzaliman dan ketidakadilan, serta saling tolong-menolong dalam kebaikan dan nilai-nilai kemanusiaan, sebagaimana pesan Al-Quran:
Artinya: Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu sehingga dengan nikmat-Nya kamu menjadi bersaudara. Padahal kamu berada di tepi jurang api neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.
Berpegang teguh pada kebenaran adalah kewajiban, menyatukan kata adalah kewajiban, dan ketidakmampuan melaksanakannya adalah kelalaian.
Al-Quran
Kumpulan tulisan dengan kata kunci Al-Quran dan cabang ilmunya bisa teman-teman temukan
Wahai para pemimpin dan pemegang kebijakan… satukanlah tangan kalian sebelum terlambat. Bangunlah persatuan kalian, utamakan kepentingan bangsa dan rakyat kalian, karena merekalah yang paling berhak atas kebaikannya. Para pemimpin bangsa harus memberi kebijakan yang memberikan ketenangan bagi rakyat, dan peduli atas rakyat. Selalu mendahulukan rakyat. Pemimpin adil akan ada dalam perlindungan Allah di hari kiamat nanti.
Wahai kaum muslimin...
Mari kita wajib mendukung dan mendoakan para pemimpin bangsa ini, doakan mereka agar mereka diberi kekuatan, berjalan dengan Inayah dan Taufik Allah sehingga selalu mementingkan persatuan bangsa dibanding kepentingan pribadinya.
Wahai para orang tua, didiklah anak-anak kalian untuk mencintai agamanya dan mengikuti ajaran-ajarannya. Persiapkan mereka agar siap beramal, bergerak, dan berkarya demi agama dan bangsanya. Dengan demikian, Indonesia akan senantiasa menjadi pelindung bagi kehormatan rakyat dan kaum muslimin.