Khutbah Jumat Menjaga Lisan bagian dari Keselamatan

Khutbah Pertama

إنَّ الحَمدَ للّٰهِ نَحْمَدُهُ ونَسْتَعِينُهُ ونَسْتَهْدِيْهِ ونَشْكُرُهُ ونَعُوذُ باللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا ومِنْ سَيٌِئاتِ أَعْمَالٍنَا، مَنْ يَهْدِ اللّهُ فَلَا مُضِلَّ لهُ ومَنْ يُضلِلْ فَلَا هَادٍيَ لَهُ، وأشْهَدُ أنْ لَا إِلَـهَ إلّا اللّه وحْدَهُ لا شَرِيكَ لهُ، جَلَّ رَبّي لَا يُشْبِهُ شَيْئًا ولا يُشْبِهُهُ شَئءٌ، ولا يَحُلُّ في شَيْءٍ ولا يَنْحَلُّ مِنْهُ شَيْءٌ، لَيسَ كَمِثْلِهِ شَيءٌ وَهُوَ السَّميعُ البَصِيرُ. وأَشْهَدُ أنَّ سَيّدَنا مُحَمّدًا عَبْدُهُ ورسولُهُ وصَفِيُّهُ وحَبِيبُهُ، صَلَّى اللّه عليهِ وعَلَى كُلِِّ رَسُولٍ أَرْسَلَهُ.
أمّا بعدُ عِبادَ الله فإنّي أُوصِيكُمْ ونَفْسي بِتَقْوى الله العَلِيّ القديرِ القائلِ في مُحْكَمِ كِتابِهِ المعجِزَةِ الكريمِ: {وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ} (سورة الهمزة : ١)

Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah...

Manusia adalah makhluk sosial. Makhluk yang berinteraksi satu sama lain. Baik atau buruknya interaksi yang diciptakan tergantung pada bagaimana manusia tersebut bertutur kata. Sehingga manusia akan sangat berusaha untuk berhati-hati dalam setiap apa yang keluar dari lisannya melalui perkataan-perkataan baik, yang diharapkan tidak menyakiti lawan bicara.

Tak sedikit orang berdosa karena lisannya. Tak sedikit orang celaka oleh lisannya, terjebak dengan perkataannya sendiri. Tak sedikit pula orang saling bermusuhan bermula dari terpelesetnya lisan yang tak bertulang itu. Maka, mari kita sama-sama renungkan betapa pentingnya menjaga lisan.

Hadirin Rahimakumullah...

Ajaran Islam adalah solusi bagi kita semua. Islam menawarkan pilihan terbaik bagi manusia jika ingin selamat di dunia dan akhirat, salah satunya adalah berhati-hati dalam berucap. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa jalan keselamatan itu ada pada menjaga lisan. Sebagaimana dalam hadis:

مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللّٰهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: "Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Kiamat maka berkatalah yang baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim)

Dalam hadis lain Nabi bersabda:

مَنْ صَمَتَ نَجَا (رواه الترمذي)

Artinya: "Siapa yang diam niscaya ia akan selamat." (HR. At-Tirmidzi)

Hujjatul Islam Al-Ghazali meneliti dan menuliskan satu persatu bahaya dari tidak menjaga lisan. Ia tulis dalam kitabnya, Ihya Ulumiddin. Ternyata, ia menemukan kurang lebih 20 bahaya lisan. Pantas saja Rasulullah SAW mengatakan:

إِنَّ أَكْثَرَ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ فِي لِسَانِهِ (رواه البيهقي)

Artinya: "Sesunggunya paling banyaknya kesalahan/dosa anak Adam ada dalam lisannya." (HR. Al-Baihaqi)

Ada beberapa bahaya lisan yang akan khatib hadirkan di Jumat ini, yang khatib anggap bahwa banyak dari kita melakukan hal ini dan menganggapnya sepele.

Pertama: Berbicara sesuatu yang tidak bermanfaat. Orang kalau banyak ngobrol pasti banyak menyia-nyiakan waktu. Andai waktunya dipakai untuk berdzikir, berpikir dan bertadabur justru akan lebih bermanfaat. Karena waktu adalah harta yang sangat berharga sebab tidak dapat diulang, dan jika digunakan untuk hal yang sia-sia maka sama saja dengan menyia-nyiakan harta. Rasulullah SAW bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ (رَوَاهُ التِّرْمذِيُّ)

Artinya: "Di antara tanda sempurnanya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat." (HR. At-Tirmidzi)

Kedua: Ghibah atau membicarakan hal yang dibenci oleh saudaranya/orang yang dibicarakan. Orang yang sedang membicarakan orang lain, apabila yang dibicarakan benar adanya atau sesuai kenyataan maka ia telah berbuat ghibah, dan apabila yang dibicarakan tidak benar adanya atau tidak sesuai dengan kenyataan maka sesungguhnya ia telah berbuat fitnah. Intinya, sesuai atau tidak dengan faktanya yang dibicarakan itu apabila tidak ada rida dari yang bersangkutan maka tetap sebuah kesalahan. Pantas saja orang yang berbuat ghibah diibaratkan dengan memakan bangkai saudaranya. Hal ini menandakan bahwa perbuatan ghibah adalah hal yang menjijikan.

Ketiga: Namimah atau mengadu domba. Apa sih sebenarnya namimah itu? Namimah adalah perbuatan/sikap seseorang dengan tujuan memprovokasi agar terjadi permusuhan.

Resensi

Kumpulan ulasan buku dan kitab menarik dapat teman-teman baca

di sini

Apalagi ditahun politik seperti ini, kita melihat banyak polemik yang dipertontonkan sehingga menimbulkan berita-berita yang tidak jelas keautentikannya. Hoaks, saling menjatuhkan, saling mengunggulkan berseliweran di media massa. Maka berhati-hatilah wahai kaum muslimin, jangan sampai kita terkecoh bahkan sampai ikut serta membagikan informasi yang samar itu. Rasulallah SAW bersabda:

مَنْ أَشَاعَ عَلَى مُسْلِمٍ كَلِمَةً يُشِيْنُهُ بِهَا بِغَيْرِ حَقٍّ، شَانَهُ اللهُ بِهَا فِي النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (أخرجه الحاكم)

Artinya: “Barangsiapa menyiarkan berita buruk seorang Muslim untuk memburukkannya dengan berita itu secara tidak benar, maka dengan itu Allah akan memburukkannya di dalam api Neraka pada hari kiamat".

Semoga kita semua dijauhkan dan diselamatkan dari bahaya lisan serta mendapatkan ampunan atas segala kesalahan lisan kita selama ini. Amin

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْانِ العَظٓيم ونَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالأيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم وتَقَبَّلْ مِنِّي ومِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ!
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجُرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

💡
Baca juga khutbah lain di rubrik KHUTBAH atau tulisan menarik Irfan Rifqi Fauzi