Khutbah Jumat Nilai Amal dan Etos Kerja dalam Islam

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ الدَّاعِي إِلَى صَالِحَاتِ الأَعْمَالِ، يَسَّرَ لِمَنْ زَكَّى نَفْسَهُ زاكِيَاتِ الْخِصَالِ، أَحَمْدُهُ تَعَالَى عَلَى الإِنْعَامِ وَالنَّوَالِ، وَأَشْكُرُهُ عَلَى الْكَرَمِ وَالْجُودِ وَالإِفْضَالِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيـكَ لَهُ، الْوَلِيُّ الْمُتَعَالِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ فِي الْفِعْلِ وَالْمَقَالِ، صَلَوَاتُ اللهِ وَسَلامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى الأَصْحَابِ وَالآلِ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْجَزَاءِ وَالْمَآلِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوصِيكُمْ، عِبَادَ اللهِ، وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ الْمُسْلِمَ يَهْدُفُ فِي حَيَاتِهِ إِلَى أَنْ يُحَقِّقَ مَا نَدَبَهُ اللهُ تَعَالَى لَهُ فِي قَوْلِهِ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ( سورة البقرة : 21 )

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Pemilik alam semesta, yang telah mengumpulkan kita di tempat yang diridai-Nya untuk melaksanakan shalat Jumat. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasul yang paling mulia, manusia istimewa, khalifah di muka bumi yang sebenarnya, yakni Rasulullah Muhammad ﷺ.

Mari kita sama-sama memegang teguh dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Karena dengan itulah kunci agar kita selamat dunia dan akhirat.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Agama Islam adalah agama yang paripurna, menghimpun ajaran mulia yang dibawa oleh Nabi terakhir yang menyempurnakan ajaran-ajaran para Rasul sebelumnya sebagai penyampai risalah Allah. Dalam ajarannya, Islam mengajak pemeluknya untuk bekerja dan beramal.

Dalam bahasa Arab, "amal" (عَمَل) berarti bekerja. Namun, seringkali kita memaknai amal hanya sebatas pada kewajiban ibadah ritual saja. Padahal, amal mencakup segala macam pekerjaan, baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat.

Allah telah memerintahkan manusia untuk memakmurkan bumi. Namun, hal ini tidak mungkin terwujud tanpa adanya usaha dan kerja keras dari manusia sebagai khalifah di bumi. Salah satu bentuk memakmurkan bumi yang bernilai ibadah adalah bekerja untuk mencari nafkah guna mencukupi kebutuhan diri sendiri, anak, dan istri. Jika pekerjaan tersebut dilakukan dengan niat yang benar, maka akan bernilai ibadah dan berpahala di sisi Allah. Sebab, Allah telah menyediakan rezeki-Nya di bumi untuk dimanfaatkan oleh manusia.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Memakmurkan bumi berarti mengisinya dengan kebaikan. Allah memerintahkan manusia untuk beribadah, dan juga untuk mengelola bumi ini dengan penuh manfaat. Dalam Islam, segala bentuk pekerjaan yang membawa manfaat dan tidak merusak kehidupan manusia maupun alam, akan bernilai ibadah jika diawali dengan niat yang benar.

Seorang petani yang bekerja di ladangnya dengan tujuan mendapatkan hasil demi kelangsungan hidup dirinya dan keluarganya, jika ia melakukannya dengan kesadaran bahwa semua hasil bergantung pada kehendak Allah, maka pekerjaannya itu bernilai ibadah. Bahkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

"Jika kiamat telah tiba, sementara di tangan salah seorang di antara kalian ada bibit pohon kecil, maka jika ia mampu menanamnya, hendaklah ia menanamnya." (HR. Ahmad dan Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)

Hadis ini menunjukkan bahwa tanda-tanda kiamat yang sudah tampak pun tidak boleh menjadi penghalang untuk terus bekerja dan berharap kebaikan dari Allah ﷻ. Oleh karena itu, ada pepatah bijak yang mengatakan:

"Beramallah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya."

Al-Quran

Kumpulan tulisan dengan kata kunci Al-Quran dan cabang ilmunya bisa teman-teman temukan

di sini

Perintah Allah agar manusia terus bekerja dan melakukan hal-hal yang bermanfaat banyak terdapat dalam Al-Quran. Salah satunya dalam firman Allah ﷻ:

﴿ هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأَرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِن رِّزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ ﴾ [سورة الملك: ١٥]

"Dialah yang telah menundukkan bumi sehingga memudahkan kalian. Maka, jelajahilah di seluruh pelosoknya dan makanlah dari rezeki yang telah disediakan-Nya untuk kalian. Hanya kepada-Nyalah kalian akan dibangkitkan untuk diberi balasan." (Surah Al-Mulk: 15)

Begitu pula dalam firman-Nya:

﴿ فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴾ [سورة الجمعة: ١٠]

"Apabila salat (Jumat) telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah, serta ingatlah Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung." (Surah Al-Jumu’ah: 10)

Hadirin yang berbahagia,

Ayat-ayat ini menjadi bukti bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya untuk bermalas-malasan atau hanya beribadah di masjid tanpa berusaha. Islam adalah agama yang menyeimbangkan antara ibadah dan usaha dalam kehidupan dunia.

Semoga kita semua termasuk golongan hamba Allah yang senantiasa beramal dengan niat yang benar dan mendapatkan keberkahan dari setiap usaha yang kita lakukan.

اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْانِ العَظٓيم ونَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِالأيَاتِ والذِّكرِ الحَكِيم وتَقَبَّلْ مِنِّي ومِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ لَهُ اَلْوَاقِفِيْنَ عَلَى بَابِهِ حَتَّى يَرْضَى وَيَفْتَحَ عَلَيْنَا فُتُوْحَ الْعَارِفِيْنَ بِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَنَبِيُّهُ وَصَفِيُّهُ وَحَبِيْبُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى الْأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلْأُمَّةِ وَجاهَدَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ حَتَّى أَتَاهُ الْيَقِيْنَ، فَصَلَّى اللّٰهُ عَلَيْكَ وَسَلَّمَ يَا سَيِّدِيْ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ!
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ … اِتَّقُوا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهَوا عَمَّا نهى وَاعْلَمُوْا أنَّ اللّٰهَ أمَرَكُمْ بِأمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى أنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيّ يَا أيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا خَاصَّةً، وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ بَابِكَ كُلِّهِ أَنْ تُنَزِّلَ النَّعِيْمَ وَالْخُلْدَ عَلَى أَرْوَاحِ الشُّهَدَاءِ وَضَحَايَا الْإِرْهَابِيِّ فِيْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا وَأَنْ تُنَزِّلَ الْعَافِيَةَ وَالشِّفَاءَ عَلَى الْجُرْحَى وَالْمُصَابِيْنَ وَأَنْ تُنَزِّلَ الْأَمَانَ وَالْعَافِيَةَ عَلَى بِلَادِنَا وَأَوْطَانِنَا كُلِّهَا وَعَلَى بِلَادِ الْعَالَمِيْنَ، وَنَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ لِأَهْلِ أَرْضِ إِنْدُوْنِيْسِيَا عَلَى وَجْهِ الْخُصُوْصِ أَنْ تَحْفِظَهُمْ، اَللَّهُمَّ احْفَظْ إِنْدُوْنِيْسِيَا وَشَعْبَهَا الْعَظِيْمَ وَاحْفَظْ عُقُوْلَهُمْ وَزَكِّ نُفُوْسَهُمْ وَوَسِّعْ أَرْزَاقَهُمْ وَجَمِّلْ أَخْلَاقَهُمْ وَابْسُطْ بَيْنَهُمْ بِسَاطَ الرَّخَاءِ وَالْعَافِيَةِ وَالْوَفْرَةِ وَالسَّعَةِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوْا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

💡
Baca juga khutbah lain di rubrik KHUTBAH atau tulisan menarik Irfan Rifqi Fauzi