Khutbah Jumat Sepuluh Hari Pertama di Bulan Zulhijah
Khutbah Pertama
Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah...
Ada waktu dan hari tertentu yang Allah SWT muliakan dengan penuh keutamaan di dalamnya. Salah satunya adalah sepuluh hari pertama dalam bulan Zulhijah. Di mana pada sepuluh awal bulan Zulhijah ini, rukun Islam yang terakhir difardukan, yaitu ibadah haji bagi kaum muslim yang mampu melaksanakannya. Adapun bagi yang belum mampu atau sedang tidak berhaji, mari kita ramaikan sepuluh hari awal bulan Zulhijah ini dengan meningkatkan amal-amal kebaikan seperti puasa sunnah, sedekah, berkurban di hari id, yang tentu di dalamnya memiliki keutamaan khusus yang tidak bisa kita dapatkan pada bulan-bulan lainnya.
Hadirin Rahimakumullah...
Hanya rukun Islam yang ke-5, yaitu ibadah Haji yang Allah SWT jadikan nama surah dalam Al-Quran, Surah Al-Hajj. Tidak ada Surah Ash-Shalat, Surah Az-Zakat, atau Surah Ash-Shaum.
Dalam Surah Al-Hajj, Allah SWT menceritakan sifat-sifat orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah, rendah hati, bertaubat kepada-Nya, atau yang Allah SWT sebut dalam Al-Quran dengan istilah Al-Mukhbitin. Sebagaimana firman-Nya:
Artinya: "Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah)." (Surah Al-Hajj: 34)
Ibadah haji mengajarkan umat muslim agar menjadi orang yang tawaduk, tunduk taat, berserah diri kepada Allah SWT. Artinya haji mengajarkan manusia agar tidak saling membedakan satu sama lain, mereka sama-sama hamba yang seharusnya tunduk dan taat pada Allah dan Rasul-Nya. Tidak boleh ada sedikitpun sifat sombong dalam diri manusia. Karena sifat sombong hanya bagi Allah semata. Lihatlah di waktu haji, para jemaah haji berwukuf di Arafah seraya mengucap talbiah, bertahmid, bertasbih, dan bertahlil dengan memakai pakaian yang sama, kain putih ihram serempak dengan yang lainnya.
Lihatlah mereka para jemaah haji bertawaf mengelilingi kakbah. Tidak ada saling mengunggulkan kekuasaan dan kekayaannya satu sama lain, mereka sama-sama mengharapkan keridaan dan ampunan Allah SWT atas segala dosa-dosanya.
Hadirin sidang Jumat hafizhakumullah..
Ibadah haji juga adalah ibadah yang banyak mengingatkan kita perihal hari kiamat, hari dibangkitkan manusia dari alam kubur, kemudian dikumpulkan di padang mahsyar untuk ditimbang amal perbuatan selama hidupnya.
Maka pantas saja ayat yang pertama dalam Surah Al-Hajj berbicara mengenai dahsyatnya hari kiamat:
Artinya: "Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya guncangan hari Kiamat itu adalah sesuatu yang sangat besar". (Surah Al-Hajj: 1)
Al-Quran
Kumpulan tulisan dengan kata kunci Al-Quran dan cabang ilmunya bisa teman-teman temukan
di siniHadirin Rahimakumullah...
Mengenai ibadah Haji, Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran:
Artinya: "(Musim) Haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi." (Surah Al-Baqarah: 197)
Makna ayat tersebut adalah haji dimulai pada bulan-bulan tertentu yaitu bulan Syawal, Zulkaidah, dan adapun praktiknya di sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Apa hikmah rahasia dibalik itu? Hikmahnya yaitu para jemaah haji mendapatkan waktu beberapa bulan untuk mendapat pendidikan dan mempersiapakan bekal, baik secara praktik maupun materi, terutama bekal ketawadukan.
Para jemaah haji harus memiliki sifat ketawadukan, egaliter, menghilangkan sikap egois, ujub, dan kecongkakan diri. Ibadah haji bukan ajang untuk riya, sehingga dibutuhkan kesiapan rohani yang benar-benar hanya bertaut pada Allah, bukan pada pandangan manusia lagi. Sehingga ketika pada waktu pelaksanaan haji, hati sudah dalam keadaan bersih, dan matang ketawadukannya. Maka benar sebaik-baik bekal yang harus disiapkan oleh seorang muslim adalah ketakwaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dapat melaksanakan ibadah haji merupakan keinginan terbesar semua umat muslim. Namun di samping itu, ibadah haji adalah ibadah yang bukan hanya mengandalkan keinginan sehingga menjadi angan-angan semata. Dibutuhkan kesiapan materi, fisik, ilmu, yang dapat kita usahakan kematangannya dari jauh-jauh hari. Janganlah berkecil hati, karena tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. Tugas kita adalah berdoa, berusaha, dan selebihnya bertawakal.
Semoga kita semua diberikan kenikmatan berupa kemampuan melaksanakan ibadah haji kapan pun, serta dari mana pun jalannya, yang terpenting adalah keridaan Allah SWT.