Maksiat di Bulan Ramadan Bukan Berasal dari Setan

Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi menjelaskan bahwa ketika bulan Ramadan tiba, setan-setan dibelenggu.

Apa maksudnya dibelenggu? Artinya, setan tidak lagi memiliki pengaruh langsung terhadap manusia dan tidak dapat berinteraksi seperti biasa. Namun, manusia sering menyalahkan setan atas perbuatan buruk yang mereka lakukan.

Kita mungkin berkata, “Ini karena bisikan setan.” Allah menegaskan bahwa itu salah, karena yang membisiki kita sebenarnya adalah nafsu sendiri, bukan setan.

“Di bulan Ramadan, setan dibelenggu. Jika masih melakukan maksiat, itu bukan karena setan, melainkan berasal dari nafsumu sendiri.” — Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi

Oleh karena itu, setiap maksiat yang terjadi di bulan Ramadan bukanlah karena setan, melainkan berasal dari syahwat dan hawa nafsu manusia itu sendiri.

Walaupun pengaruh setan dihapuskan atau “dibelenggu,” manusia tetap bisa memilih untuk melakukan dosa.

VIDEO Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.