Menarik Diri dari Kehidupan Dunia Bukanlah Jalan Kami
Syekh Ali Jumu’ah menjelaskan bahwa setiap amal saleh, baik yang berkaitan dengan pembangunan kehidupan dunia maupun penyucian jiwa, akan bernilai ibadah jika disertai niat yang benar.
Dengan niat itulah, amal seseorang berubah menjadi perbuatan yang diridai Allah SWT, dan pelakunya pun berada dalam rahmat-Nya. Karena itu, menarik diri sepenuhnya dari kehidupan dunia bukanlah prinsip dasar dalam beramal.
Jalan yang diajarkan Islam bukan jalan pelarian, melainkan jalan keterlibatan. Amal sejati justru terwujud dengan berbaur bersama masyarakat, melayani mereka, dan ikut berkontribusi dalam membangun kehidupan. Di saat yang sama, seorang muslim juga dituntut untuk menyucikan jiwanya sesuai dengan kemampuan.
“Islam tidak mengajarkan menjauh dari kehidupan dunia, tetapi menata dunia agar menjadi jalan menuju akhirat. Amal sosial dan penyucian jiwa berjalan seiring, saling melengkapi, dan bernilai ibadah dengan niat yang benar.”— Syekh Ali Jumu’ah
Berzikir, bertafakur, menjaga niat, dan memperbaiki hati berjalan seiring dengan aktivitas sosial dan tanggung jawab duniawi. Keduanya tidak saling meniadakan, tetapi saling melengkapi.
Syekh Ali Jumu’ah menegaskan bahwa inilah dasar jalan menuju Allah SWT: hadir di tengah kehidupan, memberi manfaat, menyucikan jiwa, serta menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Islam tidak mengajarkan menjauh dari dunia, tetapi menata dunia agar menjadi jalan menuju akhirat.