Mengajukan Diri Sebelum Benar-Benar Menguasai

Syekh Ali Jumu’ah menjelaskan bahwa ada sebagian orang yang terlalu cepat mengajukan diri sebelum benar-benar belajar dan menguasai ilmu.

Beliau memberi perumpamaan: hal ini seperti seseorang yang ingin menjadi kismis padahal belum pernah menjadi anggur masam. Jika terburu-buru, hal itu justru bisa membuat kacau dunia dan praktik ibadahnya tidak sesuai dengan maksud syariat.

Beliau mencontohkan, ada orang yang berkata, “Saya bisa membaca Al-Quran.” Memang, mereka bisa membaca atau bahkan menghapal Al-Quran, tetapi cara mereka membaca belum tentu benar atau sesuai kaidah. Ada juga yang mengaku mahir dalam membaca hadits atau sunah, namun pelaksanaannya kacau dan tidak memperhatikan konteks tujuan syariah.

“Barangsiapa mengajukan diri sebelum belajar, seperti ingin menjadi kismis padahal belum menjadi anggur masam; itu bisa membuat kacau dunia.” — Syekh Ali Jumu’ah

Syekh Ali Jumu’ah menekankan bahwa untuk membaca Al-Quran dan sunah, seseorang harus melakukannya dengan pemahaman penuh, kesadaran, dan memperhatikan tujuan syariah serta tujuan umum agama. Tanpa itu, ilmu yang dimiliki tidak hanya sia-sia, tetapi juga bisa menyesatkan diri sendiri maupun orang lain.

Prinsip ini mengajarkan kita untuk belajar dengan sabar, memahami hakikat ilmu sebelum mengajukan diri, dan memastikan setiap amal sesuai dengan maksud Ilahi.

VIDEO Syekh Ali Jumu'ah


💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.