Milad Ke-5 Markaz Al-Azhar Indonesia, OIAAI Gelar Seminar Internasional

TAWAZUN.ID — Pada Senin sore (29/07/2024), Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia menggelar seminar internasional bertajuk "Peran Al-Azhar dalam Mengembangkan Bahasa Arab dan Kebudayaan Islam". Seminar ini bertempat di gedung Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab di kawasan Bahagia, Babelan, Bekasi, Jawa Barat.

Lembaga kursus bahasa Arab yang pada mulanya lebih dikenal dengan PUSIBA ini berdiri pada 29 Juli 2019. Dr. Muchlis menceritakan bahwa berdirinya pusat bahasa itu bermula dari kunjungan Menteri Agama RI Lukman Hakim saat itu. Pembahasan yang panjang antara Al-Azhar dan Indonesia pun digagas untuk memecahkan permasalahan program matrikulasi bahasa bagi calon mahasiswa baru dari Indonesia. Pihak Indonesia saat itu berharap agar matrikulasi Bahasa Arab yang diwajibkan oleh Al-Azhar dapat dituntaskan sebelum para calon mahasiswa sampai di Mesir.

"5 tahun yang lalu di hari yang sama, Markaz Al-Azhar Cabang Indonesia diresmikan oleh Wakilul-Azhar Syekh Shalih Abbas dan Menag RI Lukman Hakim Saifuddin serta beberapa masyayikh Al-Azhar dan para tokoh, bertempat di Universitas Asy-Syafiiyyah.", tutur Sekjen OIAA Indonesia.

Ia juga memaparkan bahwa wadah alumni Al-Azhar, yakni Al-Munazhzhamah Al-'Alamiyyah li Khirrij Al-Azhar (OIAA) berbeda dengan wadah alumni serupa lainnya. Hal ini lantaran OIAA dibentuk pada tahun 2009 dan dikelola oleh Al-Azhar.

Dalam munasabah itu, Dr. Muchlis menyampaikan bahwa OIAA dibentuk dan dikelola secara terorganisasi, berpusat di Kairo, Mesir, sehingga keputusan dan arah gerak organisasi pun menyumber dari kantor pusatnya di Kairo.

Selain memaparkan kilas balik Markaz Al-Azhar Indonesia dan OIAA, Dr. Muchlis juga menyapa segenap hadirin peserta seminar internasional, serta menegaskan pentingnya tajuk yang diusung.

Al-Azhar

Sepilihan tulisan yang mengisahkan sejarah Al-Azhar dapat teman-teman temukan

di sini

Acara inti berupa seminar internasional diisi oleh sejumlah pembaca, di antaranya Prof. Dr. Nahlah Shabri Ash-Sha'idi (Penasihat Imam Akbar bidang Pelajar Internasional), Dr. KH. M. Syaerozi Dimyathi, M. Ed. (Dekan Fakultas Dirasat Islamiyyah UIN Jakarta 2018-2022), Prof. Wildana Wargadinata, Lc. M. Ag. (Guru Besar Ilmu Studi Islam UIN Malang), dan Syahir Hadi Sumirat, Lc. (Pengajar Bahasa Arab Markaz Al-Azhar Indonesia). Bertindak sebagai moderator, Muhammad Arifin, MA. (Direktur Markaz Al-Azhar Indonesia).

Seminar internasional yang membahas peran Al-Azhar dalam melestarikan bahasa Arab dan menyebarkan kebudayaan Islam ini digelar hybrid, luring dan daring. Dalam platform Zoom, peserta seminar mencapai 75 orang.

Setelah pemaparan dari para pembicara, sesi interaktif juga digelar. Para peserta yang kebanyakan merupakan para guru Bahasa Arab berbagi persoalan dalam dunia mengajar.

Sementara Prof. Dr. Nahlah Ash-Sha'idi dalam kesempatan yang terbatas menyampaikan materi via daring. Di sela-sela pemaparan mengenai pentingnya pendidikan Bahasa Arab, ia menyatakan siap bekerja sama untuk peningkatan pengajaran bahasa. "Saya menyaksikan Indonesia adalah bangsa yang sangat mencintai bahasa Arab. Kami siap bahu membahu bersama Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar sebagai ikatan para alumni yang besar untuk mengadakan program peningkatan pendidikan Bahasa Arab."

Penasihat Imam Akbar bidang Pelajar Internasional yang sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Islam Universitas Al-Azhar ini juga mengapresiasi peran OIAA yang telah memiliki banyak cabang di berbagai negara di dunia dan memainkan peran yang nyata dalam peningkatan kesadaran pentingnya Bahasa Arab.


💡
Baca juga warta lain di rubrik BERITA atau pilih ragam tulisan di Tawazun ID