Muslim Harus Menepati Janji
Syekhul-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib menegaskan bahwa Islam secara tegas memerintahkan umat muslim untuk menepati janji. Sebaliknya, Islam melarang segala bentuk pengkhianatan dan penipuan, baik dalam hubungan personal maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Menurut beliau, loyalitas terhadap suatu negara harus dipahami dalam makna yang benar. Loyalitas tersebut bukanlah bentuk penghambaan atau pembenaran atas kesalahan, melainkan komitmen untuk tidak menipu, tidak berkhianat, dan menepati janji terhadap komunitas tempat seseorang hidup.
Syekh Ahmad Ath-Thayyib menolak anggapan bahwa loyalitas semacam ini bertentangan dengan ajaran Islam atau dianggap sebagai bentuk loyalitas kepada orang kafir. Dalam konteks ini, loyalitas tidak dimaknai sebagai pembenaran ideologis, melainkan sebagai komitmen moral untuk menjaga amanah dan kesepakatan yang telah dibuat.
Bagi beliau, menepati janji adalah nilai universal yang dijunjung tinggi dalam Islam. Seorang muslim diperintahkan untuk bersikap jujur dan setia terhadap perjanjian yang disepakati, termasuk perjanjian dengan negara, selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar agama.
“Loyalitas berarti tidak menipu, tidak berkhianat, dan menepati janji terhadap komunitas tempat seseorang hidup.” — Syekh Ahmad Ath-Thayyib”
Penjelasan Syekhul-Azhar ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, dan komitmen sosial.
Menepati janji bukan sekadar etika personal, melainkan fondasi bagi terciptanya kehidupan bersama yang adil, damai, dan saling percaya.
Dalam perspektif Islam, tidak ada kemuliaan tanpa amanah, dan tidak ada kesalehan yang utuh tanpa kesetiaan pada janji.