Muslim Wajib Mengimani Adanya Kehidupan di Alam Kubur

Syekh Ahmad Ath-Thayyib menjelaskan bahwa beriman kepada adanya kehidupan di alam kubur adalah kewajiban bagi setiap muslim.

Keyakinan ini bukan dugaan, melainkan didasarkan pada dalil yang jelas dari Al-Quran dan hadis sahih yang menunjukkan adanya nikmat atau siksa di dalam kubur.

Beliau mencontohkan firman Allah tentang Fir’aun dan kaumnya, “Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh seburuk-buruk azab. Neraka diperlihatkan kepada mereka pada pagi dan petang.” (QS Ghafir: 45–46).

Ayat ini secara tegas menyebutkan bahwa neraka diperlihatkan kepada mereka pada pagi dan petang. Jika ayat tersebut berhenti sampai di situ, mungkin ada yang beranggapan bahwa yang dimaksud adalah azab pada hari kiamat. Namun, Allah melanjutkan ayat tersebut dengan firman-Nya, “Pada hari terjadinya kiamat, (dikatakan), masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam sekeras-keras azab.”

Dua penegasan ini menunjukkan adanya dua tahap azab. Tahap pertama adalah ketika neraka diperlihatkan kepada mereka pagi dan petang, yang menunjukkan kehidupan dan balasan di alam kubur. Tahap kedua adalah azab yang lebih keras pada hari kiamat.

Selain Al-Quran, terdapat pula hadis sahih yang menegaskan hal ini. Rasulullah SAW bersabda, “Kubur itu bisa menjadi taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka.”

Hadis ini memperjelas bahwa kehidupan setelah kematian telah dimulai sejak di alam kubur. Dengan demikian, keimanan terhadap kehidupan di alam kubur merupakan bagian dari akidah Islam.

Ia menegaskan bahwa perjalanan manusia tidak berhenti di kematian, dan setiap amal akan mulai dipertanggungjawabkan sejak di alam kubur, sebelum datangnya hari kiamat.

VIDEO Syekh Ahmad Ath-Thayyib

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.