Para Ulama Sepuh Hadiri Forum Ilmiah ke-8 di Masjid Al-Azhar

TAWAZUN.ID — Bakda Asar hari Selasa lalu (21/12/2021) tampak berbeda dari hari-hari biasa di selasar Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir. Beberapa ulama sepuh yang tergabung dalam Haiah Kibar ‘Ulama Al-Azhar (Dewan Ulama Senior Al-Azhar) berkumpul dalam sebuah forum ilmiah bertajuk Al-Lughah Al-‘Arabiyyah wa Shina’ah Al-Hadharah (Bahasa Arab dan Pembangunan Peradaban). Forum ilmiah ke-8 yang dimotori Sekretariat Jenderal Haiah Kibar ‘Ulama Al-Azhar ini digelar lagi untuk pertama kalinya usai jeda cukup lama di masa pandemi ini.

Forum yang diadakan untuk memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia (18 Desember 2021) itu dibuka dengan pemutaran film dokumenter tentang bahasa Arab. Bahasa yang digunakan lebih dari 400 juta orang setiap hari dan merupakakan bahasa resmi ke-6 di Persatuan Bangsa-Bangsa sejak 18 Desember 1973 M. Film dokumenter yang diputar mengangkat peran bahasa Arab dalam peradaban Islam serta keistimewaan yang dimiliki semisal kekayaan kosakatanya serta kegunaannya dalam dunia keilmuan di masa lampau.

Sepercik Tata Krama Para Ulama Nahwu
Laku ulama yang penuh tata krama patut menjadi teladan bagi masyarakat muslim. Dalam memilih istilah, para ahli nahwu menjaga betul sikap santun.

Dalam kesempatan itu, Syekh Prof. Dr. Hasan Asy-Syafi’i yang merupakan ulama sepuh anggota Haiah Kibar ‘Ulama Al-Azhar juga Ketua Ikatan Seluruh Majma’ Al-Lughah menegaskan peran Al-Azhar dalam menjaga bahasa Arab, “Al-Azhar masih dan akan selalu menjadi wadah yang menjaga bahasa Arab, juga melestarikannya di setiap masa selama Al-Azhar masih ada.”

Beliau juga menjelaskan bahwa bahasa Arab adalah bahasa akademis jika melihat capaian-capaian ulama Arab untuk umat manusia seluruhnya. “Bahkan dalam sebuah ungkapan disebut ‘Seolah ilmu itu berbicara dengan bahasa Arab’ sementara sebagian orang berujar ‘Barang siapa ingin belajar sains, pelajarilah bahasa Arab’.” Hal ini menurut beliau dapat kita lihat dari banyaknya ulama Barat di Abad Pertengahan yang berguru kepada ulama Arab.

Sementara pembicara lain, yakni Mantan Rektor Universitas Al-Azhar Syekh Prof. Dr. Ahmad Umar Hasyim juga turut menguatkan peran Al-Azhar terkait bahasa Arab, “Sesungguhnya Al-Azhar adalah (institusi) yang mewujudkan kebanggaan bahasa Arab, yang menjaganya dari usaha-usaha kolonialisme untuk menghancurkannya juga melenyapkan identitasnya sebagaimana yang terjadi pada banyak bahasa di berbagai daerah lain yang berada di bawah jajahan.” Beliau juga menjelaskan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa global dan mendapat tempat tersendiri sebab ia adalah bahasa kitab suci Al-Quran.

Dalam forum itu, mantan rektor Universitas Al-Azhar yang lebih muda, yakni Syekh Dr. Ibrahim Al-Hudhud juga turut memaparkan peranan bahasa Arab. Beliau menjelaskan peran bahasa ini di dunia digital. Oleh karena itu, beliau mengajak para pemuda untuk berbangga dengan bahasa mereka dengan melestarikannya, utamanya di dunia maya dan sosial media. Sementara untuk para orang yang kaya nan berpunya beliau mengajak untuk berinvestasi di bidang-bidang yang mendukung bahasa Arab di dunia digital. Misalnya dengan memberi perhatian khusus pada teks-teks Arab berupa kitab atau arsip, khususnya yang merupakan warisan kebudayaan (turats) di jagat internet.

Sesi terakhir forum ini diisi oleh ulama hadis kenamaan Syekh Prof. Dr. Ahmad Ma’bad Abdulkarim. Beliau membacakan kitab Al-Akhbar Al-Marwiyyah fi Sabab Wadh’i Al-‘Arabiyyah karangan Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Sejumlah peneliti Al-Azhar yang tergabung dalam tim ilmiah di bawah naungan Sekretariat Jenderal Haiah Kibar ‘Ulama Al-Azhar juga turut membaca secara bergantian hingga khatam. Kitab ini dipilih dengan tujuan mengingatkan generasi sekarang untuk lebih menjaga warisan kebudayaan berupa bahasa Arab, menjelaskan keutamaannya, serta perannya dalam kehidupan. Sesi pembacaan kitab di akhir forum ini ini ditutup dengan pemberian sanad ijazah kitab tersebut dari sejumlah ulama sepuh yang hadir dan tergabung dalam Haiah Kibar ‘Ulama Al-Azhar.

Az-Zankaluni, Ulama Besar Al-Azhar yang Nasionalis
Guru Syekh Muhammad Yasin Al-Fadani bernama Az-Zankaluni. Alim nan saleh, ahli hadis, ulama Al-Azhar yang pidatonya menggelora di Revolusi 1919.

Forum ilmiah dari Haiah Kibar ‘Ulama Al-Azhar semacam ini, sebagaimana dirilis situs resmi Al-Azhar, sudah terselenggara sejak tahun 2018. Rangkaian acara seperti ini diharapkan mampu menegaskan peran Al-Azhar dalam menanamkan nilai-nilai keislaman yang sahih dalam banyak permasalahan kehidupan umat manusia. Adapun spesifik terkait acara ini secara istimewa Al-Azhar juga meluncurkan sebuah situs resmi yang menghimpun banyak poin menarik seputar forum, para pembicara, dan bahasa Arab. (hid)

*Foto: Dari kanan ke kiri; Syekh Hasan Asy-Syafi'i (berbicara di mik), Syekh Ahmad Ma'bad Abdulkarim, Syekh Ahmad Umar Hasyim, Syekh Ibrahim Al-Hudhud dan sejumlah pimpinan Al-Azhar dalam forum ilmiah Haiah Kibar Ulama di Masjid Al-Azhar. (Situs Resmi Al-Azhar)


Baca juga warta lain di rubrik AKHBAR atau pilih ragam tulisan di Tawazun