Pengalaman Spiritual Syekhul-Azhar Al-Kharasyi di Masjid Imam Al-Husain

Dalam catatan sejarah, Syekh Muhammad Al-Kharasyi (w. 1101 H/1690 M) merupakan Syekhul-Azhar pertama Al-Azhar. Ia masyhur akan kealimannya, kerendahan hatinya, kewaraannya, dan kepeduliannya yang luar biasa kepada para talib dan masyarakat Mesir pada umumnya. Tapi selain itu Syekh Al-Kharasyi juga memiliki sisi unik yang tidak diketahui banyak orang, yaitu karamahnya sebagai seorang wali besar. Bahkan ada sebagian orang majdzub yang mengatakan bahwa Syekh Al-Kharasyi itu wali abdal, Wallahu a'lam.

Karamahnya pun banyak disaksikan oleh para santrinya, terkadang oleh jamaah tarekatnya. Salah satunya adalah karamah Syekh Al-Kharasyi yang disaksikan oleh jamaah tarekatnya ketika mereka mengadakan majelis di Masjid Imam Al-Husain, Kairo.

Kisah berikut ini diceritakan oleh Syekh Hasan Al-‘Idwi (w. 1303 H/1886 M) dalam kitab Masyariq Al-Anwar fi Fauz Ahl Al-I’Itibar. Beliau meriwayatkan cerita dari sebagian gurunya.

Diceritakan suatu ketika Syekh Muhammad Al-Kharasyi sedang asyik berzikir bersama jamaah tarekatnya di dalam Masjid Imam Al-Husain. Tiada hujan tiada angin, tiba-tiba Syekh Al-Kharasyi berdiri dengan tergesa-gesa. Meletakkan tangannya di dada, lalu menjawab salam. Jamaah tarekatnya pun bingung dan heran, karena tidak terlihat ada orang sama sekali yang lewat atau mau bertamu pada Syekh. Apalagi jika dilihat dari gelagat Syekh Al-Kharasyi, seakan ada orang sangat mulia yang datang menghampirinya hingga membuat Syekh berdiri penuh takzim.

Bertanyalah salah satu dari jamaah, "Syekh, sebenarnya Anda sedang apa? Mengapa Anda tampak tergesa-gesa berdiri, lalu menjawab salam seperti itu? Siapa yang Anda jawab salamnya itu?"

Syekh Al-Kharasyi lalu menjawab, "Tadi Rasulullah lewat di antara kita, beliau mengucapkan salam kepada kita. Dan sekarang beliau sedang berada di dalam makam cucunya, Imam Al-Husain."

Seketika itu jamaah bersorak serentak dengan merinding dan gemetaran, responsif meneriakkan "Allaahh!". Mereka antara kaget dan tidak menyangka, jika Rasulullah benar-benar sedang berada di antara mereka.

Jika kita angan-angan, peristiwa ini pada akhirnya semakin menguatkan bahwa Kepala Mulia Imam Al-Husain memang benar-benar dimakamkan di Kairo, tepatnya di antara Khan Al-Khalili dan Masjid Al-Azhar. Sebagaimana penuturan sejarawan Al-Maqrizi bahwa Kepala Mulia Imam Al-Husain dipindahkan dari 'Asqalan, Palestina (sekarang masuk dalam wilayah pendudukan Israel), ke Kairo, Mesir dan dimakamkan di sana pada 8 Jumadilakhir 548 H. Berselang setahun setelah dimakamkan, dibangunlah kubah megah di atasnya pada 549 H.

Rasulullah

Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan

di sini

Selain itu, peristiwa ini juga menimbulkan pertanyaan apakah melihat Rasulullah dalam keadaan sadar itu mungkin secara akal dan syarak? Jawabannya ya, mungkin.

Sebagaimana kita mengimani tatkala Rasulullah melihat para nabi ketika peristiwa Isra'-Mi'raj. Begitulah Syekh Yusri Jabr memberi analogi dalam salah satu fatwanya. Dar Al-Ifta' Al-Mishriyyah juga telas merilis fatwa tentang ini dan membahasnya secara panjang lebar. Kesimpulannya sama seperti di atas: mungkin.

Akan tetapi yang mungkin jarang disadari orang, bahwasanya Syekh Al-Kharasyi yang melihat Rasulullah secara sadar itu menunjukkan tingginya tingkat kewalian Syekh Al-Kharasyi.

Hal semacam ini juga terjadi ada seorang alim lain bernama Syekh Ibrahim Al-Matbuli sewaktu belia. Ia sering sekali melihat Rasulullah, tapi dalam keadaan tidur. Meski kemudian disindir oleh ibundanya, "Kalau seperti itu semua orang juga bisa! Seseorang yang sempurna itu ketika mereka dapat melihat Rasulullah dalam keadaan sadar."

Selain dikenal sebagai Syaikhul-Islam Syarqan wa Gharban (Guru Besar Umat Islam dari Timur hingga Barat), dari peristiwa ini kita tahu bahwa Syekh Al-Kharasyi merupakan seseorang dengan tingkat kewalian yang tinggi.

Masjid dan makam Imam Al-Husain memang tempat yang memiliki kesakralan luar biasa bagi masyarakat. Bahkan setiap kurun pasti ada pengalaman-pengalaman spiritual yang dialami oleh para syekh, imam, masyarakat Mesir, hingga Syekhul-Azhar sekalipun.

Setiap orang yang mengunjungi Makam Imam Al-Husain di Kairo memiliki cerita dan pengalaman spiritual mereka masing-masing. Semoga keberkahan Imam Al-Husain dan Syekh Al-Kharasyi menyiprat ke kita, dan dengan keberkahannya kita dapat memandang wajah mulia Rasulullah baik dalam mimpi maupun kelak di akhirat.


💡
Baca juga artikel lain di rubrik BUDAYA atau tulisan menarik Ahmad Wildan