Perayaan Hari Jadi Ke-1083, Al-Azhar Beri Penghargaan Kepada Wapres RI

TAWAZUN.ID — Selasa, (28/03/2023) Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia mengadakan puncak perayaan Hari Jadi Masjid Al-Azhar yang ke-1083 di Istana Wakil Presiden Indonesia. Sebagai tuan rumah, Wapres RI Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin menyambut hangat kedatangan pengurus OIAA Cabang Indonesia dan sebagian alumni Al-Azhar.

Dalam sambutannya, Ketua OIAA Indonesia Tuan Guru Bajang Dr. Muhammad Zainul Majdi menghaturkan terima kasih kepada Wapres Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin yang berkenan menjadi tuan rumah dalam resepsi peringatan hari lahir Al-Azhar tersebut. Ia juga mengatakan bahwa Al-Azhar di bawah kepemimpinan Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib menginstruksikan tradisi baru setiap tahunnya, baik di Kairo maupun di negara-negara yang terdapat organisasi alumni Al-Azhar, untuk merayakan tanggal 7 Ramadan sebagai Hari Jadi Masjid Al-Azhar. Momen ini dalam rangka menyuarakan kemoderatan Islam ala Al-Azhar.

Dalam rangka merayakan Hari Jadi Masjid Al-Azhar, OIAA Cabang Indonesia telah melaksanakan berbagai macam kegiatan sosial keagamaan, seperti membagikan 1083 paket sedekah, mewakafkan 1083 mushaf, dan menggelar rangkaian webinar dalam upaya membumikan moderasi Islam. Pada acara puncak di Istana Wapres RI itu juga, OIAA Cabang Indonesia juga menyampaikan piagam penghargaan Tokoh Moderasi Islam Dunia dari Ketua OIAA Pusat, yakni Imam Akbar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, Syekhul-Azhar, pemimpin tertinggi Al-Azhar kepada Wakil Presiden RI Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin atas kontribusinya dalam mengokohkan moderasi Islam dan atas dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh para alumni Al-Azhar di Indonesia.

Foto bersama di depan Istana Wakil Presiden RI.

TGB menuturkan bahwa meskipun Prof. Dr. Ma'ruf Amin tidak pernah mengenyam pendidikan formal di Al-Azhar, namun piagam penghargaan yang diberikan Imam Akbar kepada Wakil Presiden RI itu ditinjau karena sanad keilmuan beliau yang menyambung dengan Al-Azhar. TGB menyebut sanad Wapres RI Prof. Dr. Ma'ruf Amin tersambung melewati jalur Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani yang merupakan murid langsung Imam Akbar Syekhul-Azhar Ibrahim Al-Bajuri.

Al-Azhar

Sepilihan tulisan yang mengisahkan sejarah Al-Azhar dapat teman-teman temukan

di sini

Sementara itu, di dalam sambutannya, Wapres RI berterimakasih kepada Syekhul-Azhar yang telah memberikan piagam penghargaan yang luar biasa kepadanya yang dianggap sebagai tokoh yang mendukung risalah Al-Azhar serta mengukuhkan kemoderatan Islam.

KH. Ma'ruf Amin menyatakan bahwa Al-Azhar telah membuktikan kiprah dan perannya yang luar biasa di berbagai belahan negara dunia sebagai lembaga yang hingga hari ini terus eksis. Al-Azhar yang bermula dari masjid lalu berkembang menjadi lembaga pendidikan, keilmuan, dan dakwah yang sudah mencapai usia 1083 Tahun kini menjadi benteng kekuatan yang menyebarkan paham ahlussunnah waljamaah di seluruh dunia.

Ia juga menceritakan pertemuannya dengan pimpinan tertinggi Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib pada saat kunjungan beliau ke Indonesia di tahun 2018 serta pertemuannya dengan Wakilul-Azhar Syekh Muhammad Adh-Dhuwaini pada tahun 2023 yang lalu dalam rangkaian Haflah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). "Pertemuan tersebut memiliki makna penting dalam rangka membangun moderasi beragama di tingkat global, yang harapannya tentu mewujudkan kedamaian umat beragama, baik dalam internal Islam atau hubungan umat islam dengan non muslim.", tutur Wapres RI KH. Ma'ruf Amin.

Orang nomor dua di Indonesia itu juga mengapresiasi langkah Al-Azhar yang telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai lembaga di dunia, termasuk dengan Gereja Katolik di Vatikan. Ia juga mengingat peran Syekhul-Azhar pada tanggal 4 Februari 2019 yang telah menggelar pertemuan bersejarah dengan pimpinan tertinggi Vatikan Paus Fransiskus di Abu Dhabi hingga melahirkan dokumen penting yang telah ditandangani oleh keduanya, yaitu Piagam Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Koeksistensi. Tarikh itu pula yang kemudianditetapkan oleh PBB sebagai Hari Persaudaraan Manusia Internasional.

"Upaya tersebut sebagai tonggak penting dalam membangun peradaban agama Islam yang rahmatan lil'alamin.", tegas Wapres RI KH. Ma'ruf Amin.

Wapres RI juga menyampaikan rasa terima kasih kepada negara Mesir atas dukungan Pemerintah Mesir, ribuan pelajar asal Indonesia bisa menuntut ilmu di Mesir. "Dan terima kasih kepada Mesir yang telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia di Al-Azhar yang jumlahnya kian meningkat. Diperkirakan ada 12.000 mahasiswa asal Indonesia di Mesir.", kata Wapres RI.

Ia juga menuturkan bahwa Indonesia menawarkan warga Mesir untuk menuntut ilmu dan budaya sekaligus pertukaran pengetahuan dan teknologi di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Ia berharap hubungan Indonesia dan Mesir semakin erat, serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan peradaban Islam dunia.

Mengakhiri sambutannya, Wapres RI menyampaikan selamat Hari Jadi Al-Azhar yang ke-1083 dan mendoakan alumninya terus istikamah dalam menyebarkan moderasi Islam.

Turut hadir dalam pertemuan itu Dubes Mesir untuk Indonesia Asyraf Muhammad. Pertemuan di Istana Wapres RI itu diakhiri dengan doa dan foto bersama.


💡
Baca juga BERITA terbaru atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID

Reporter: Irfan Rifqi Fauzi
Editor: Mu'hid Rahman