Perbedaan Ulama Memaknai Ayat-Ayat Sifat Allah

“Apakah saya katakan bahwa Allah memiliki mata? Ataukah saya katakan tidak, ‘fa innaka bi a’yuninā’ artinya ‘engkau berada dalam pengawasan dan pengetahuan Kami’?” ujar beliau.

Beliau kemudian menerangkan bahwa ada madrasah pertama—yaitu para salafusshalih—yang memilih untuk membiarkan ayat-ayat semacam ini sebagaimana datangnya. Tafsirnya adalah dengan membacanya, tanpa menambah penjelasan lebih jauh. Tidak seorang pun dapat menafsirinya, karena hal itu merupakan kekhususan Allah.

Cara ini dikenal sebagai mazhab muwaffidhin (yang berserah), yakni mereka yang menyerahkan tafsir dan maknanya kepada Allah semata.


💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.