Perdebatan Sifat Allah Seharusnya Tidak Dibawa ke Ruang Publik

Dalam sebuah wawancara, Syekh Ahmad Ath-Thayyib mendapat pertanyaan yang kerap memecah umat Islam: bagaimana kesimpulan soal perselisihan umat mengenai sifat Allah, dan bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap perdebatan itu?

Beliau menjawab dengan ketegasan yang menenangkan. Menurutnya, persoalan tentang sifat Allah adalah ranah penelitian ilmiah, bukan urusan yang semestinya dibawa ke ruang publik hingga memecah belah masyarakat.

“Masalahnya muncul ketika pembahasan ilmiah ini keluar dari kerangka penelitian dan dibawa ke masyarakat, lalu ada kelompok yang berkata: ‘Jangan menakwil!’ dan kelompok lain berkata sebaliknya,” ujar Syekhul-Azhar itu.

Syekh Ahmad Ath-Thayyib menegaskan, seseorang bebas meneliti dan mengkaji isu ini dalam konteks keilmuan. Namun, ketika hasilnya dijadikan bahan propaganda dan permusuhan, maka ia harus bertanggung jawab atas fitnah yang lahir karenanya.

Beliau menambahkan pesan menenangkan bagi umat awam: “Saya katakan kepada para pemirsa, dan saya bertanggung jawab di hadapan Allah: Anda sama sekali tidak perlu khawatir jika tidak memahami persoalan ini.”

Syekh Ahmad Ath-Thayyib juga menyesalkan ketika mazhab-mazhab yang semestinya hidup di ruang akademik justru “turun ke jalan” dan menjadi sumber konflik di tengah umat.

“Saya telah mempelajari persoalan ini sejak lama, dan saya bertanya-tanya: apa sebenarnya yang kita dapatkan dari semua ini?” ujarnya penuh keprihatinan.

Pesan beliau jelas: perbedaan dalam hal sifat-sifat Allah seharusnya tetap berada dalam ruang ilmu, bukan menjadi bahan perpecahan. Bagi umat Islam, yang lebih penting adalah menjaga akidah, adab, dan persaudaraan—bukan memenangkan perdebatan yang tidak berujung.

VIDEO Syekh Ahmad Ath-Thayyib

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.