Rayakan 15 Tahun Hari Jadi, OIAA Pusat Luncurkan Kampanye Lawan Ekstremisme
TAWAZUN.ID — Pada momen hari jadinya, Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Pusat menyerukan kampanye internasional dengan judul "Para Azhari Melawan Ekstremisme" (Azhariyyun Dhidh Ath-Tatharruf).
Berdasar rilis yang diperoleh Tawazun ID pada Selasa (25/10/2022) kemarin, OIAA Pusat menyerukan gerakan serentak memasang Twibbon pada foto profil dengan judul "Para Azhari Melawan Ekstremisme" bertepatan 15 tahun pendirian organisasi yang menjadi wadah alumni ini. Kampanye memasang foto profil ini sedianya berlangsung selama satu bulan via media sosial. OIAA Pusat berharap agar para alumni Al-Azhar dari berbagai negara dapat ikut berpartisipasi dalam mengampanyekannya. Kampanye ini bertujuan untuk melawan pemikiran ekstrem serta menanamkan sikap adil dan moderat.
Dalam sejarahnya, OIAA Pusat digagas di masa Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib menjabat rektor Universitas Al-Azhar. Gagasan ini digodok bersama melalui Al-Multaqā Al-‘Alāmī Al-Awwal li Khirrījī Al-Azhar (Forum Internasional Alumni Al-Azhar I) yang diselenggarakan pada 12-14 Rabiulawal 1427 H (11-13 April 2006 M). Setahun setelahnya, berdirilah Ar-Rabithah Al-‘Alamiyyah li Khirriji Al-Azhar (Ikatan Internasional Alumni Al-Azhar) sebagai pelaksanaan salah satu rekomendasi dari pertemuan tersebut.
Organisasi yang pada mulanya berbentuk ikatan (Ar-Rabithah) ini kemudian beralih menjadi organisasi (Al-Munazhzhamah) dan meraih status internasional dari PBB. Hingga Januari 2022, wadah alumni ini telah memiliki cabang di 22 negara. Negara-negara berikut telah mempunyai cabang resmi OIAA: Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, India, Pakistan, Inggris, Libya, Sudan, Nigeria, Komoro, Afrika Selatan, Kenya, Tanzania, Pantai Gading, Chad, Mali, Somalia, Kamerun, Benin, Ghana, dan Afrika Tengah.
Syekh Prof. Dr. Muhammad Al-Mahrashawi, Wakil Ketua Dewan Direksi OIAA Pusat menegaskan bahwa gerakan kampanye ini berfokus pada misi-misi penting yang bertujuan untuk menegaskan perlawanan Al-Azhar terhadap pemikiran ekstrem serta menjelaskan ajaran agama yang benar dalam Islam. Misi-misi ini menurut beliau dapat dilaksanakan dengan mengemukakan manhaj Al-Azhar untuk memblokade pemikiran-pemikiran menyimpang.
Prof. Dr. Al-Mahrashawi juga menyinggung bahwa gerakan kampanye ini akan dilaksanakan melalui peningkatan kesadaran berbasis elektronik (internet) di setiap cabang organisasi yang tersebar di seantero dunia. (irf/hid)