Setebal 27 Jilid, Terjemahan Tafsir Asy-Sya’rawi Resmi Diluncurkan

TAWAZUN.ID — Terjemahan Tafsir Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi atau yang lebih masyhur dengan nama Khawathir Asy-Sya’rawi akhirnya resmi diluncurkan pada Rabu (5/1/2022) sore kemarin di Kairo. Acara peluncuran itu dihadiri oleh sejumlah ulama besar Al-Azhar dan para tokoh masyarakat, seperti Syekh Ahmad Umar Hasyim (Mantan Rektor Universitas Al-Azhar), Syekh Ali Jum’ah (Mantan Mufti Agung Mesir dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Mesir), Syekh Muhammad Adh-Dhuwaini (Deputi Al-Azhar), Sayid Mahmud Asy-Syarif (Ketua Serikat Para Sayid), dan Syekh Nazhir Muhammad ‘Ayyad (Sekretaris Jenderal Lembaga Riset Keislaman Al-Azhar). Selain itu, hadir pula Syekh Jamal Faruq (Mantan Dekan Fakultas Dakwah, Universitas Al-Azhar), Dr. Hamdallah Ash-Shafti (anggota Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar), dan Syekh Sami bin Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi yang mewakili keluarga besar Sang Imam Para Dai. Selain para ulama dan tokoh terpandang, acara ini juga dihadiri oleh segenap diplomat Kedutaan Uni Emirat Arab di Kairo, Mesir.

Acara yang diselenggarakan oleh yayasan milik Syekhah ‘Afraa binti Zayed Alu Nahyan ini diisi dengan seremonial peluncuran hasil terjemah Tafsir Asy-Sya’rawi. Seluruh proses alih bahasa hingga memperoleh izin dari lembaga Haiah Kibar ‘Ulama Al-Azhar, sebagaimana diberitakan sejumlah media Mesir, memakan waktu 17 tahun. Terjemahan itu disupervisi oleh sejumlah ulama dan pakar terjemah seperti Almarhum Dr. Hasan Abbas Zaki, Syekh Ali Jum'ah, dan para guru besar serta pakar terjemah. Hasil alih bahasa itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku setebal 27 jilid. Selain itu, terjemahan itu juga diluncurkan dalam bentuk aplikasi dwi-bahasa (Arab-Inggris) bernama Elsharawy Reflections serta situs internet yang bebas akses. Keseluruhan amal penerjemahan ini dihadiahkan untuk ayah Syekhah ‘Afraa, yakni Almarhum Syekh Zayed bin Sultan Alu Nahyan, dan saudara kandungnya, Almarhum Syekh Ahmad bin Zayed Alu Nahyan.

Tafsir Ontologis Alif Lam Mim
Meski asing, tafsir ontologis Al-Quran adalah gagasan menarik. Ibnu Arabi, sang teosofi itu mampu memasukkan tema-tema filosofis dalam tafsirnya.

Sebagaimana diketahui, Tafsir Asy-Sya’rawi adalah kumpulan pengajian tafsir Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi, ulama kenamaan Al-Azhar yang pernah menjabat Menteri Wakaf Mesir dari tahun 1976 M hingga 1978 M. Pengajian-pengajian yang direkam dan ditayangkan di program televisi Khawathir Asy-Sya’rawi (Refleksi Asy-Sya’rawi) selama kurang lebih 25 tahun lamanya itu kemudian ditranskrip menjadi satu kitab dalam bahasa Arab setebal 20 jilid.

Dengan penerjemahan ke dalam bahasa Inggris, Syekhah ‘Afraa berharap tafsir, pemikiran, dan ajaran Islam yang penuh nilai-nilai moderat bisa sampai ke khalayak yang lebih luas. Para peneliti juga dapat dengan mudah mencari maksud suatu ayat, mendengarkan para qari, serta mempelajari tafsir Sang Imam Para Dai. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi perkakas keislaman pada umumnya seperti penunjuk arah kiblat, tasbih digital, dan jadwal waktu salat. Dalam hal desain, Syekhah ‘Afraa merancang aplikasi ini dengan inspirasi yang didapat dari gaya bangunan Masjid Agung Syekh Zayed di Abu Dhabi. Bangunan yang menjadi ikon keislaman Uni Emirat Arab sekaligus masjid terbesar keenam sedunia.

Di tengah acara, turut diputar pula film dokumenter yang mengisahkan pendiri Uni Emirat Arab sekaligus presiden pertamanya, yakni Syekh Zayid bin Sulthan Alu Nahyan dan pertemuannya dengan Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi. Sang pendiri negeri, sebagaimana disampaikan Syekh Ali Jum'ah dalam kesempatan itu, adalah sosok yang mencintai Mesir. Salah satu perancang kota Abu Dhabi pun merupakan seorang Mesir bernama Abdurrahman Makhluf, putra ulama besar Al-Azhar dan mufti Mesir di zamannya Syekh Hasanain Makhluf, sekaligus cucu ulama besar pustakawan pionir di Maktabah Al-Azhar, Syekh Muhammad Hasanain Makhluf.

Sang Wali Negeri Murid Syekh Hasan Al-Jabarti
Kisah wazir utusan Usmaniyyah yang akrab dipanggil Kur. Dahaga ilmu eksakta membawanya bertemu alim nan pakar Syekh Hasan Al-Jabarti di Al-Azhar.

Dalam pidatonya, Syekh Ali Jumah yang merupakan anggota Haiah Kibar ‘Ulama (Dewan Ulama Senior) Al-Azhar menyampaikan bahwa aplikasi tersebut merupakan sebentuk kepanjangan pemikiran akademis dan agamis dari Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi. Aplikasi ini sekaligus menjadi media untuk menyuarakan toleransi, pemahaman moderat, dan ajaran-ajaran agama Islam yang sebenarnya. Menurut beliau, dari segi isi, tafsir ini juga menghimpun banyak sekali sumber-sumber kitab turats yang disebutkan oleh Syekh Asy-Sya’rawi di sela-sela penafsirannya, bahkan juga nama para mualifnya. “Selain itu, tafsir ini juga merupakan cerminan sejumlah peristiwa di zaman kita, obat yang manjur untuk fitnah yang melanda sekarang ini, juga merupakan tajribah Syekh Asy-Sya’rawi yang semasa hidupnya pernah bepergian ke Mesir, Arab Saudi, Aljazair, Amerika, dan Eropa. Perjalanan yang membawanya bertemu banyak ulama juga orientalis, sehingga ia mampu mengambil ilmu para ulama di zamannya dan menjawab fitnah di sekitaran Al-Quran."

Adapun Syekh Sami, putra Imam Asy-Sya’rawi menyampaikan bahwa proyek penerjemahan dan distribusinya melalui buku, aplikasi, juga website merupakan pelengkap dari riwayat hidup ayahnya yang harum semerbak melalui penafsirannya terhadap Al-Quran. “Terangkum banyak sekali kisah-kisah dari kitab turats, perumpamaan Arab yang penuh hikmah, lafalnya detail namun mudah dipahami hingga seorang ummi (buta huruf) pun mampu memperoleh pemahaman hukum-hukum agama yang dicarinya.” (hid)

*Foto: Syekh Sami, putra Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya'rawi saat menyampaikan sambutan mewakili keluarga di acara peluncuran.


Baca juga warta lain di rubrik AKHBAR atau pilih ragam tulisan di Tawazun