Setelah 2 Tahun dan 68 Sesi, Al-Azhar Khatamkan Kajian Syarh ‘Ilal At-Tirmidzi Karya Ibnu Rajab Al-Hanbali

TAWAZUN.ID — Al-Azhar, melalui salah satu lembaganya bernama Haiah Kibar Al-‘Ulama, menggelar perayaan khataman kajian kitab Syarh ‘Ilal At-Tirmidzi karya Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hanbali pada pagi hari Rabu (02/07/2025).

Kajian yang diampu oleh anggota Haiah Kibar Al-‘Ulama, Syekh Prof. Dr. Ahmad Ma’bad, ini merupakan arahan langsung dari Imam Akbar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib, dalam rangka meneguhkan kembali peran Al-Azhar dalam menyebarkan warisan ilmu-ilmu yang mendalam dan kokoh. Sejumlah anggota Haiah Kibar Al-‘Ulama memang memiliki kursi khusus untuk mengajar di Masjid Al-Azhar sebagaimana diatur dalam Qanun Al-Azhar. Seperti Syekh Muhammad Abu Musa (pengampu kajian lughah), Syekh Hasan Asy-Syafi’i (pengampu kajian akidah), Syekh Fathi Usman Al-Fiqi (pengampu kajian fikih), dan Syekh Ahmad Ma’bad sendiri (pengampu kajian hadits), semuanya menggunakan kitab-kitab babon.

Sebelum mengkaji Syarh ‘Ilal At-Tirmidzi, anggota Dewan Ulama Senior Al-Azhar ini telah menyelesaikan kajian kitab Fath Al-Mughits bi Syarh Alfiyyah Al-Hadits karya Syamsuddin As-Sakhawi pada 16 Agustus 2023 silam. Kajian kemudian dilanjutkan dengan Syarh ‘Ilal At-Tirmidzi, yang berlangsung selama dua tahun penuh, dengan total 68 sesi ilmiah. Setiap sesi dihadiri oleh ratusan pelajar, peneliti, dan pecinta hadis dari berbagai penjuru negeri untuk menyelami lautan ilmu yang jarang disentuh: ‘Ilal Al-Hadits—salah satu cabang ilmu hadis yang paling dalam, paling halus, dan paling sulit dikuasai.

Kitab yang dikaji pun bukan sembarang kitab. Syarh ‘Ilal At-Tirmidzi karya Ibnu Rajab Al-Hanbali ini merupakan ulasan mendalam terhadap bagian terakhir dari Al-‘Ilal Ash-Shaghir karya Imam At-Tirmidzi, yang menghimpun pandangan-pandangan para imam besar seperti Ahmad bin Hanbal, Al-Bukhari, dan lainnya, seputar kelemahan dan perbedaan pendapat dalam sejumlah hadis.

Ibnu Rajab hadir lima abad setelah kewafatan At-Tirmidzi dengan syarah yang bukan sekadar menjelaskan, melainkan memperluas, menyempurnakan, dan menghidupkan kembali nalar kritik hadis klasik. Ia menyajikan beragam contoh, menguraikan kerumitan sanad, serta menyingkap makna tersembunyi di balik teks dan transmisi.

Biografi

Sepilihan riwayat hidup para tokoh dapat teman-teman temukan

di sini

Dalam perayaan yang dimulai pukul 09.30 waktu Kairo ini, Prof. Dr. Ahmad Ma’bad hadir sebagai tuan rumah. Turut hadir dalam acara ini Prof. Dr. Muhammad Abdurrahman Adh-Dhuwaini (Wakilul-Azhar), Prof. Dr. Abbas Syuman (Sekjen Dewan Senior Ulama Al-Azhar), Prof. Dr. Salamah Daud (Rektor Universitas Al-Azhar), Prof. Dr. Muhammad Abduddayim Al-Jindi (Sekjen Lembaga Riset Islam Al-Azhar), Prof. Dr. Nazhir ‘Ayyad (Mufti Agung Mesir), dan sejumlah tokoh lainnya.

Acara dibawakan oleh Syekh Aiman Al-Hajjar, lalu dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Syekh Muhammad Fauzi Al-Barbari, salah satu imam di Masjid Al-Azhar. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari para petinggi Al-Azhar yang disebutkan sebelumnya.

Acara ditutup dengan sesi ilmiah dan pembacaan ijazah sanad, sebagai bagian dari khazanah keilmuan Islam. Dilanjutkan pula dengan pembacaan bab terakhir Syarh ‘Ilal At-Tirmidzi.

Sebelum memulai pembacaan bersama, Syekh Ahmad Ma’bad menjelaskan bahwa diktat ‘Ilal Al-Hadits dan Dirasah Al-Asanid tidak pernah masuk kurikulum Al-Azhar kecuali pada masa Syekh Ahmad Ath-Thayyib saat menjabat sebagai Rektor Universitas Al-Azhar. Kini, ilmu yang dahulu asing bagi para pelajar Al-Azhar itu sudah lumrah dipelajari, bahkan telah banyak pelajar hadis yang menjadi pakar di bidang ini. Beliau pun menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya, seraya memberi saran kepada Rektor Prof. Dr. Salamah Daud untuk terus memberi perhatian terhadap kajian ilmu hadis dengan segala cabangnya.


💡
Baca juga warta lain di rubrik BERITA atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID