Syekh Ahmad Ath-Thayyib dan Pandangan Mazhab yang Lebih Maju dalam Analisis

“Mereka mengatakan, ‘kita memiliki ayat yang jelas maknanya, yaitu tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.’” ucap beliau.

Maksudnya, tidak mungkin menerapkan kepada Allah sesuatu yang berlaku pada makhluk. Ayat ini menjadi dasar untuk memahami ayat-ayat lain yang samar maknanya. Maka ketika ada lafaz yang menyebut “mata”, ditakwil sebagai pengetahuan dan perhatian. Jika ada lafaz “tangan”, maka maknanya adalah kekuasaan.

Dengan demikian, makna lahiriah dari lafaz-lafaz ini bukanlah maksud sebenarnya, melainkan kiasan yang dibenarkan dalam bahasa Arab.

Kelompok ini dikenal sebagai Muawwilin (yang menakwil), yaitu mereka yang menakwilkan makna.

VIDEO Syekh Ahmad Ath-Thayyib

💡
Simak terjemahan lain di kanal YouTube Tawazun ID dan Subscribe untuk mengikuti update terkini.