Syekhul-Azhar: Khalid Syauqi Patut Dikenang dalam Jajaran Syuhada Bangsa
TAWAZUN.ID — Imam Akbar Al-Azhar Prof. Dr. Ahmad Ath-Thayyib menyampaikan langsung rasa duka mendalam kepada keluarga Khalid Muhammad Syauqi, pria 54 tahun yang wafat setelah berjuang menyelamatkan warga dari bencana besar di sebuah SPBU di Kota Al-‘Asyir Min Ramadhan, Provinsi Asy-Syarqiyyah, Mesir.
Peristiwa heroik itu terjadi pada 1 Juni 2025, saat Khalid tengah bertugas menyuplai bahan bakar ke stasiun tersebut. Tiba-tiba, muatan truk tangki yang ia kendarai terbakar. Menyadari ancaman besar jika api menjalar ke tangki utama dan kawasan permukiman di sekitarnya, Khalid dengan berani melompat ke dalam truk yang telah terbakar dan mengendarainya menjauh dari lokasi, demi menyelamatkan ratusan nyawa.
Akibat luka bakar serius yang dialaminya, Khalid Syauqi dirawat dalam kondisi kritis selama sepekan di rumah sakit, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhirnya pada Senin, 8 Juni 2025.
※ Memaknai Kembali Takdir dan Kematian
Dalam sambungan telepon kepada keluarga almarhum, Syekhul-Azhar menyampaikan:
“Beliau adalah syahid bangsa. Keberaniannya adalah teladan nyata pengorbanan dan pengabdian. Semoga kisahnya terus hidup dalam ingatan bangsa ini.”
Dukungan Al-Azhar dan Penghargaan Nasional
Syekhul-Azhar juga menegaskan bahwa Al-Azhar terbuka kapan pun untuk mendampingi keluarga almarhum, dan telah menginstruksikan jajarannya untuk menjalin komunikasi dan memenuhi kebutuhan keluarga Khalid secepatnya.
Sosok Khalid Muhammad Syauqi berasal dari desa di Bani Ubaid, Provinsi Ad-Daqahliyyah, Mesir dan meninggalkan seorang istri serta empat anak. Putranya dijadwalkan melangsungkan pernikahan pada 19 Juni 2025 mendatang.
Sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanannya, otoritas Kota Al-‘Asyir Min Ramadhan mengabadikan namanya sebagai nama jalan di kota tersebut. Pemerintah Mesir melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Solidaritas Sosial juga telah mengumumkan pemberian santunan dan pensiun kepada keluarganya, dengan total nilai EGP 300.000 (sekitar Rp100 juta).
“Kepahlawanan bukan hanya di medan perang, tapi juga di tempat kerja dan kehidupan sehari-hari,”demikian pernyataan resmi dari otoritas kota tersebut.
Doa dari Imam Akbar
Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib menutup percakapannya dengan doa:
“Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya kepada Syahidul-Wathan Khalid Syauqi, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarganya dalam menghadapi ujian ini.”
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.