Syekhul-Azhar Terima Kunjungan Pangeran Charles dari Inggris

TAWAZUN.ID — Pada waktu Zuhur, Kamis (18/11/2021) Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib menerima kunjungan Pangeran Charles dan istrinya Camilla di Masjid Al-Azhar, Kairo, Mesir. Dalam kesempatan itu, sejumlah petinggi Al-Azhar yang dipimpin oleh Syekh Ahmad Ath-Thayyib dan pangeran pewaris takhta Inggris itu membahas sejumlah hal, seperti kerjasama kebudayaan dan keilmuan antara Inggris dan Al-Azhar, penguatan dialog antar pemeluk agama, serta pembicaraan tentang bencana kemanusiaan terkini, yakni perubahan iklim.

Di awal pertemuan yang digelar di Riwaq Al-'Abbasiyyah, Masjid Al-Azhar, Imam Akbar Syekh Ahmad Ath-Thayyib menyampaikan sambutan dan penghormatan atas nama para ulama Al-Azhar untuk kedua tamu kehormatan itu. Sebagaimana termaktub dalam rilisan resmi Al-Azhar, Syekh Ahmad Ath-Thayyib menyatakan rasa bahagianya atas pertemuan bersejarah ini. Beliau juga mengapresiasi keberanian dan kebijaksanaan yang dimiliki para pemimpin dunia dan para tokoh berpengaruh, khususnya Pangeran Charles. Disampaikan pula bahwa hal ini yang membuat Al-Azhar juga berani mengambil langkah untuk membuka pintu dialog dengan berbagai kebudayaan dan beragam kepercayaan serta agama. Salah satunya dialog yang berhasil dijalin antara Al-Azhar dan Katedral Canterbury, Gereja Vatikan, dan gereja-gereja lain di Timur dan Barat. Termasuk keberhasilan dari upaya dialog ini adalah Dokumen Persaudaraan Manusia (Watsiqah Al-Ukhuwwah Al-Insaniyyah) yang ditanda-tangani oleh Syekh Ahmad Ath-Thayyib dan Paus Fransiskus di Abu Dhabi pada 4 Februari 2014 silam.

Rekaman Perjalanan Lahirnya Piagam Persaudaraan Kemanusiaan
Ulasan singkat atas buku yang merekam perjalanan lahirnya Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (Watsiqah Al-Ukhuwwah Al-Insaniyyah).

Dalam rilis yang dibagikan akun resmi Al-Azhar di Facebook, disebut pula bahwa dalam kesempatan kunjungan itu Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib menyampaikan, “Al-Azhar berbangga hati atas hubungan keilmuan yang terjalin kuat dengan Britania Raya. Buah dari sejumlah hubungan yang baik itu terwujud dengan keberhasilan para alumnus Al-Azhar dalam meraih banyak titel ilmiah di sejumlah universitas besar di Inggris.” Dalam kesempatan itu, sejumlah alumnus Al-Azhar yang pernah mengenyam pendidikan di Inggris serta meraih beasiswa juga turut hadir. Kedua tokoh besar itu mendengarkan bagaimana pengalaman mereka menuntut ilmu di Inggris.

Di hadapan rombongan Pangeran Charles, pemimpin nomor wahid Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib juga menegaskan bahwa Al-Azhar berharap hubungan kerjasama keilmuan, kebudayaan, dan keagamaan dengan Inggris semakin kuat. Begitu juga dengan Katedral Canterbury (Anglikan). Beliau memaparkan sejumlah kunjungan dalam rangkaian dialog bersama pimpinan gereja itu juga telah terlaksana. Pertemuan-pertemuan itu yang kemudian berhasil membawa hubungan Timur-Barat semakin baik, utamanya antar pemuda-pemudinya dengan misi menebarkan pesan perdamaian, toleransi, dan kasih sayang sesama manusia.

Sementara itu, Pangeran Charles selaku pewaris takhta Inggris juga menyampaikan penghormatannya yang besar bagi sejumlah upaya yang ditempuh Syekhul-Azhar Ahmad Ath-Thayyib dalam beberapa tahun belakangan. Utamanya dalam usaha melawan ekstremisme dan radikalisme, serta menjalin hubungan baik dengan jalan dialog antar agama. Pangeran Charles juga menyatakan bahwa ia selama ini terus mengikuti perkembangan usaha Imam Akbar Syekhul-Azhar dalam mengampanyekan nilai-nilai toleransi dan keterbukaan antar umat, misalnya yang terwujud dalam kunjungan ke Vatikan dan pertemuan dengan Paus Fransiskus belum lama ini. (hid)


Baca juga warta lain di rubrik AKHBAR atau pilih ragam tulisan di Tawazun