Tafsir Awal Surah Al-Baqarah, Tiga Aspek Penting dalam Surah Terpanjang
Jika pada video yang lalu, Syekh Mahmud Syaltut menafsiri ayat-ayat dalam Surah Al-Fatihah secara ringkas, maka pada video kali ini, salah satu Syekhul-Azhar terdahulu itu memaparkan Surah Al-Baqarah. Apa saja kandungan makna dalam ayat-ayat awal dari Surah Al-Baqarah ini? Syekh Mahmud Syaltut menjelaskannya secara gamblang.
Terjemah Video Tafsir Syekh Mahmud Syaltut
Surah Al-Baqarah adalah surah terpanjang dalam Al-Quran dan surah madaniah yang pertama. Ia memiliki tiga aspek.
Aspek yang pertama adalah pembahasan umum mengenai golongan-golongan manusia dalam mengambil pelajaran dari Al-Quran atau tidak, dan berbicara kepada seluruh manusia tentang unsur-unsur agama, serta mengingatkan akan adanya beberapa bukti keesaan dalam diri manusia dan alam semesta, dan mengingatkan pada derajat manusia dalam kehidupan ini. Aspek ini tercakup dalam seperempat pertama dan kedua.
Dimulailah surah dengan memuji Al-Quran, dan ia adalah benar tanpa keraguan, dan yang dapat mengambil pelajaran darinya hanyalah orang-orang yang bertakwa, yang tabiatnya bersih dari unsur-unsur yang kotor dan watak dasar yang kejam, yang beriman pada Allah dan hari akhir, dan mengerti hak Allah sehingga ia pun melaksanakan salat, dan hak hamba-hamba-Nya sehingga ia pun bersedekah "...dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka" [Surah Al-Baqarah: 3], dan tahu bahwa risalah Allah di setiap masa hanyalah satu sehingga mereka beriman pada apa yang diturunkan pada Muhammad dan yang diturunkan sebelumnya
"Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung" [Surah Al-Baqarah: 5]
Berlawanan dengan mereka adalah kelompok yang kedua, yang membual dengan keras kepala dan dikendalikan oleh lingkungan hidup yang sesat sehingga jalan hidayah mereka pun tertutup dan tidak dapat diharapkan kebaikan dan keimanan dari mereka. Mereka, Allah beritahukan pada Nabi-Nya agar berputus asa pada iman mereka. Dia berfirman:
"Apakah mereka engkau (Nabi Muhammad) beri peringatan atau tidak, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka. Pada penglihatan mereka ada penutup. Dan bagi mereka azab yang berat" [Surah Al-Baqarah: 6]
Terdapat pula golongan ketiga. Dia adalah golongan yang paling buruk yang mengganggu Islam dan pengikutnya. Mereka adalah orang-orang munafik. Hati mereka ingkar seperti orang-orang kafir. Dan mereka munafik. Mereka pun menghadap pada orang-orang mukmin dengan satu wajah, dan pada orang-orang kafir dengan wajah lain. Mereka dibahas dalam seperempat ayat pertama dalam 13 ayat. Di dalamnya, Allah menunjukkan niat mereka, tujuan mereka, penyakit hati mereka, dan bolak-balik mereka di antara yang beriman dan yang kafir
"Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk. Maka, tidaklah beruntung perniagaannya dan mereka bukanlah orang-orang yang mendapatkan petunjuk." [Surah Al-Baqarah:16]
Lalu Allah menambah celaan mereka. Allah menggambarkan kebingungan mereka dengan dua kiasan: Mereka seperti orang yang menerangi sekelilingnya dengan api, lalu Allah memadamkannya, dan meninggalkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat menemukan kebenaran. Dan seperti orang yang diberi oleh langit, hujan dan kegelapan, petir dan kilat, sehingga mereka pun sangat kebingungan, gelisah dan takut binasa
"Andaikan Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" [Surah Al-Baqarah: 20]
Aspek yang terakhir. Allah berbicara kepada seluruh manusia. Dia meminta agar mereka beribadah dan mengesakan-Nya, dan meminta agar mereka beriman dengan risalah Muhammad, dan menetapkan adanya balasan. Agar mereka melakukannya, Dia memperlihatkan nikmat-Nya pada mereka dalam memelihara dan menciptakan mereka dan orang-orang sebelum mereka, dan menundukkan bumi dan fasilitas-fasilitasnya, dan langit dan airnya, agar dapat memperoleh rezeki dan buah-buahan.
Kemudian menantang mereka membuat sesuatu yang menyamai Al-Quran, padahal mereka adalah pakar balaghah dan retorika. Kemudian memperingatkan mereka, jika mereka tidak dapat membuatnya dan pasti tidak akan dapat membuatnya, akan adanya neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
Dari sini, datanglah perintah untuk memberi kabar bahagia pada orang-orang mukmin, bahwa mereka mendapat surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, yang mengumpulkan kenikmatan materi dan jiwa, dan mereka kekal di dalamnya.
Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras: M. Ali Arinal Haq