Tafsir Ringkas Surah Al-Fatihah, Makna dan Keutamaannya
Seluruh kandungan Al-Quran secara umum teringkas dalam Surah Al-Fatihah. Syekh Mahmud Syaltut, Syekhul-Azhar terdahulu menjelaskan makna setiap ayat dari surah ini secara gamblang dalam video pendek berikut.
Transkrip Terjemah Tafsir Syekh Mahmud Syaltut
Ini adalah Surah Al-Fatihah dan seperempat pertama dari Surah Al-Baqarah.
Surah Al-Fatihah dinamakan juga dengan Ummulkitab, adalah salah satu dari lima surat dalam Al-Quran yang dimulai dengan menyebutkan Alhamdulillah.
Ia meringkas semua yang ada dalam Al-Quran, berupa penetapan tauhid, bangkit dari kubur dan jalan lurus yang dilalui oleh manusia demi mengatur kehidupannya bersama Tuhannya, dirinya, dan masyarakat.
Dua kalimat:
"الحمد لله رب العالمين"
(Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam)
"الرحمن الرحيم"
(Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)
Kedua ayat ini menetapkan keesaan Allah dalam menciptakan dan memelihara dengan penuh kasih yang dampaknya dapat dirasakan oleh hamba-hambanya.
Kalimat ketiga:
"ملك يوم الدين"
(Pemilik hari Pembalasan)
Menetapkan adanya pembangkitan sesudah mati yang menjadi waktu pembalasan amal
Dan dua kalimat:
"إياك نعبد"
(Hanya kepada Engkaulah kami menyembah)
“وإياك نستعي"
(dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan)
Keduanya menjadi dasar ibadah kepada Allah semata, dan dasar ketidakmampuan manusia
dan butuh pada pertolongan Allah, dan menutup jalan menuju selain Allah dalam beribadah atau minta pertolongan
Dan kalimat:
"اهدنا الصراط المستقيم"
(Bimbinglah kami ke jalan yang lurus)
Mengarahkan manusia agar mencari aturan-aturan, yang dapat mengatur urusan mereka, dari Allah SWT
Maka, Dia adalah guru. Dia adalah pembimbing. Dia adalah pembuat syariat. Dia adalah pemberi taufik melalui ajarannya dan syariatnya.
Dan kalimat:
"صراط الذين أنعمت عليهم"
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat)
Menunjukkan bahwa manusia, dalam menempuh jalan Allah, terdapat tiga golongan
Golongan pertama adalah yang berkomitmen di jalan yang lurus. Sampai-sampai, "jalan yang lurus" dinisbahkan kepada mereka, dan diketahui melalui mereka, dan mereka menjadi penunjuk di jalan itu, dan merekalah orang-orang yang diberi nikmat
Golongan kedua adalah yang mengingkari jalan Allah dan hukum-hukum-Nya, dengan sombong dan keras kepala. Merekalah orang-orang yang dibenci sehingga mereka dikeluarkan dari rahmat Allah
Golongan ketiga adalah mereka yang berganti-ganti antara menunjukkan keimanan dan menyembunyikan kekufuran. Merekalah orang-orang yang tersesat.
Karenanya, Surah Al-Fatihah merangkum perkara akidah, prinsip dasarnya, dan tujuannya. Dengannya, sempurnalah manusia dalam segi pengetahuan. Dan merangkum jalan beramal saleh. Dengannya, sempurnalah manusia dalam segi perbuatan.
Ia juga mengisyaratkan akan adanya sejarah manusia yang mulia dalam berkomitmen pada Allah dalam ilmu dan perbuatan, dan akan adanya sejarah manusia yang hina dengan menjauhi ilmu dan perbuatan.
Ini adalah rangkuman dari detail-detail yang ada dalam Al-Quran. Karenanya, Al-Fatihah menjadi mukadimah Al-Quran dan ibu Al-Quran.
Sedangkan Surah Al-Baqarah, ia adalah surah terpanjang dalam Al-Quran dan Surah Madaniah yang pertama. Ia memiliki tiga sisi.
Sisi yang pertama adalah pembahasan umum mengenai golongan-golongan manusia dalam mengambil pelajaran dari Al-Quran dan tidak, dan berbicara kepada seluruh manusia tentang unsur-unsur agama, dan mengingatkan akan adanya beberapa bukti-bukti keesaan dalam diri manusia dan alam semesta, dan mengingatkan pada derajat manusia dalam kehidupan ini. Sisi ini tercakup dalam seperempat pertama dan kedua.
Dimulailah surah dengan memuji Al-Quran, dan ia adalah benar tanpa keraguan, dan yang dapat mengambil pelajaran darinya hanyalah orang-orang yang bertakwa, yang tabiatnya bersih dari unsur-unsur yang kotor dan watak dasar yang kejam, yang beriman pada Allah dan hari akhir, dan mengerti hak Allah, sehingga ia pun melaksanakan salat, dan hak hamba-hamba-Nya, sehingga ia pun bersedekah
"...dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka" [Surah Al-Baqara: 3], dan tahu bahwa risalah Allah di setiap masa hanyalah satu, sehingga mereka beriman pada apa yang diturunkan pada Muhammad dan yang diturunkan sebelumnya
"Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya dan merekalah orang-orang yang beruntung" [Surah Al-Baqarah: 5]
Berlawanan dengan mereka adalah kelompok yang kedua, yang membual dengan keras kepala dan dikendalikan oleh lingkungan hidup yang sesat, sehingga jalan hidayah mereka pun tertutup dan tidak dapat diharapkan kebaikan dan keimanan dari mereka.
Mereka, Allah beritahukan pada Nabi-Nya agar berputus asa pada iman mereka.
Dia berfirman:
"Apakah mereka engkau (Nabi Muhammad) beri peringatan atau tidak, mereka tidak akan beriman"
"Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka"
"Pada penglihatan mereka ada penutup dan bagi mereka azab yang berat" [Surah Al-Baqarah: 6]
Terdapat pula golongan ketiga. Dia adalah golongan yang paling buruk yang mengganggu Islam dan pengikutnya. Mereka adalah orang-orang munafik. Hati mereka ingkar seperti orang-orang kafir, dan mereka munafik. Mereka pun menghadap pada orang-orang mukmin dengan satu wajah, dan pada orang-orang kafir dengan wajah lain.
Mereka dibahas dalam seperempat ayat pertama dalam 13 ayat. Di dalamnya, Allah menunjukkan niat mereka, tujuan mereka, penyakit hati mereka dan bolak-balik mereka di antara yang beriman dan yang kafir.
"Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk"
"Maka, tidaklah beruntung perniagaannya dan mereka bukanlah orang-orang yang mendapatkan petunjuk."[Surah Al-Baqarah:16]
Lalu Allah menambah celaan mereka. Allah menggambarkan kebingungan mereka dengan dua kiasan: Mereka seperti orang yang menerangi sekelilingnya dengan api, lalu Allah memadamkannya dan meninggalkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat menemukan kebenaran. Dan seperti orang yang diberi oleh langit, hujan dan kegelapan petir dan kilat, sehingga mereka pun sangat kebingungan, gelisah dan takut binasa.
"Andaikan Allah menghendaki, niscaya Dia menghilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu" [Surah Al-Baqarah: 20]
Sisi yang terakhir. Allah berbicara pada seluruh manusia. Dia meminta agar mereka beribadah dan mengesakan-Nya, dan meminta agar mereka beriman dengan risalah Muhammad, dan menetapkan adanya balasan.
Agar mereka melakukannya, Dia memperlihatkan nikmat-Nya pada mereka dalam memelihara dan menciptakan mereka dan orang-orang sebelum mereka, dan menundukkan bumi dan fasilitas-fasilitasnya, dan langit dan airnya, agar dapat memperoleh rezeki dan buah-buahan
Kemudian menantang mereka membuat sesuatu yang menyamai Al-Quran, padahal mereka adalah pakar balaghah dan retorika. Kemudian memperingatkan mereka, jika mereka tidak dapat membuatnya, dan pasti tidak akan dapat membuatnya, akan adanya neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
Dari sini, datanglah perintah untuk memberi kabar bahagia pada orang-orang mukmin bahwa mereka mendapat surga, yang mengalir sungai-sungai di dalamnya yang mengumpulkan kenikmatan materi dan jiwa, dan mereka kekal di dalamnya.
Penerjemah: Ahmad Nasrullah
Penyelaras: M. Ali Arinal Haq