Tegas, Al-Azhar Serukan Boikot Produk Swedia dan Belanda Pasca Aksi Pembakaran Al-Quran

TAWAZUN.ID — Tepat pada 27 Januari lalu tengah ramai di jagat maya, pembakaran Al-Quran oleh salah satu politisi sayap kanan anti-Islam, Rasmus Paludan di depan sebuah masjid depan Kedutaan Turki di Kopenhagen, Denmark.  Sebelumnya, ia juga sempat membakar Al-Quran di Stockholm, Swedia. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes agar Swedia dan Denmark mendapatkan dukungan dari Turki untuk bergabung dengan aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Aksi tersebut sontak mendapatkan kecaman keras dan demonstrasi dari berbagai negara muslim di dunia, seperti Afghanistan, Irak, Pakistan, Suriah, dan Yaman. Termasuk dalam hal ini sikap resmi dari institusi Islam kenamaan, Al-Azhar yang dituangkan dalam press release akun sosial medianya.

Bid’ah dalam Membaca Al-Quran
Banyak video qari berseliweran di medsos dengan gayanya masing-masing. Dari yang banyak itu, kita perlu mewaspadai bid’ah dalam membaca Al-Quran.

Al-Azhar secara tegas dan responsif, memberikan maklumat untuk menyeru terhadap seluruh masyarakat muslim dunia untuk melakukan pemboikotan massal terhadap produk Belanda dan Swedia. Serta membuat sikap yang teguh dan menyatu untuk membela Al-Quran Al-Karim, kitab suci umat Islam.

Di samping itu juga melakukan sikap penentangan yang proporsional terhadap pemerintahan dua negara tersebut. Sebab dari tindakan itu, mereka telah menyakiti hati satu setengah miliar umat Islam di dunia. Sikap protes yang berlebihan dan terlampaui keji seperti pembakaran Al-Quran, mereka lakukan dengan mengatasnamakan “kebebasan berpendapat” yang menurut Al-Azhar justru amoral dan tidak manusiawi. Menurut Al-Azhar, pemerintahan Swedia itu layak disebut diktator yang anarkis, tidak beradab, dan mempermainkan agama di hadapan negara-negara maju.

Lingkungan

Kumpulan tulisan yang mengangkat isu lingkungan dapat teman-teman baca

di sini

Dengan suara dan permohonan yang tegas, Al-Azhar meminta seluruh umat Islam dan dunia Arab untuk konsisten pada pemboikotan ini. Serta memperkenalkan pada anak-anak dan keluarga umat Islam sekalian, bahwa sikap yang tidak tegas terhadap hal ini, yakni menjaga agama dari penistaan, sejatinya adalah kegagalan yang jelas dalam menolong agama Allah. Sejatinya, kaum ekstremis anti-Islam semacam Paludan sebenarnya tidak pernah tau apa nilai agama ini— dan memang pengetahuan mereka tentang agama itu tidak ada, malah menampilkan sikap sombongnya terhadap agama yang akhirnya membuat marah umat Islam.

Teks Pidato Syekh Ahmad Ath-Thayyib di Muktamar Perubahan Iklim
Video dan PDF teks terjemah pidato Syekh Ahmad Ath-Thayyib di muktamar perubahan iklim. Khutbah yang menegaskan sikap Al-Azhar terkait isu ini.

Akhirnya, menurut Al-Azhar, ekspresi seperti yang dilakukan Paludan ini sebenarnya merupakan buah dari keterdesakan ekonomis. Yaitu kepentingan militeristik dan ekonomi kedua negara tersebut yang kemudian telah mendesak mereka berbuat demikian. Pada akhirnya mereka pun memilih aksi-aksi rasial dan anarkis di hadapan publik.

Hakikatnya juga mereka sama sekali tidak menganggap sakral sesuatu apapun termasuk agama, kecuali kaidah-kaidah kepentingan ekonomi mereka: produksi, keterlimpahan, dan konsumsi. Maha benar Allah dalam firman-Nya, “Mereka mengetahui yang lahir (tampak) dari kehidupan dunia: sedangkan terhadap (kehidupan) akhirat mereka lalai”. [Surah Ar-Rum: 7] (lhr)


💡
Baca juga BERITA terbaru atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID